TRIBUNBANYUMAS.COM - Dalam sepekan, kasus perampokan terjadi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Dua tindak kriminal ini terjadi dengan pola serupa, terjadi tengah malam hingga dini hari saat jam istirahat pemilik rumah, masuk lewat jendela, membawa senjata tajam untuk mengancam, dan tak segan melukai korban.
Perampokan pertama terjadi di rumah Nurgiyanti (39), warga Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Senin (9/2/2026) dini hari.
Perampokan itu terjadi sekitar pukul 01.30-02.00 WIB.
Menurut Nurgiyanti, perampok masuk saat empat penghuni rumah tidur.
Diduga, para perampok masuk lewat jendela kamar yang dicongkel.
Nurgiyanti tinggal di rumah tersebut bersama suami, Kodrat (41), dan kedua anak mereka, Luigi (14) serta Lutfi (8).
Nurgiyanti terbangun saat dua pelaku masuk ke dalam kamarnya.
Dua orang tak dikenal ini kemudian mengikat tangannya dan meminta dia dan anak bungsunya ke luar kamar.
Baca juga: BREAKING NEWS: Perampok Satroni Rumah di Kotayasa Banyumas. Pelaku Bekap Anak Korban Pakai Bantal
Di luar kamar, suami Nurgiyanti sudah tengkurap di lantai dengan tangan dan kaki terikat.
Anak sulung Nurgiyanti diduga sempat memberi perlawanan.
Saat itu, Nurgiyanti melihat anak pertamanya itu ditindih dua pelaku lain di atas tempat tidur.
Salah satu pelaku menekan kepala, sementara yang lain menahan kaki.
Wajah anaknya dibekap menggunakan bantal hingga keluar darah dari hidung.
"Melihat kondisi itu, saya memohon kepada para pelaku agar berhenti."
"Pak, sudah, setop."
"Kasihan anak saya, nanti mati," kata Nurgiyanti memohon.
"Pelaku kemudian meminta saya untuk diam dan tidak berteriak," ceritanya kepada Tribunbanyumas.com, 9 Februari 2026 lalu.
Menurut Nurgiyanti, para perampok itu setidaknya membawa kabur uang Rp12 juta yang disimpan, termasuk uang milik anak mereka, dan uang arisan.
Juga, perhiasan emas milik Nurgiyanti berupa kalung, cincin, dan anting, serta tiga telepon genggam.
Sementara, perampokan di rumah Parsiti (70) di Karangsari, Kecamatan Kebasen, Kabuten Banyumas, terjadi pada Sabtu (14/2/2026) tengah malam dan baru dilaporkan ke polisi pada Minggu (15/2/2026) dini hari.
Dua perampok itu juga masuk lewat jendela rumah, bagian depan.
"Masuk lewat jendela depan, terus ibunya ke luar melihat, langsung dipukuli."
"Setelah itu diikat pakai lakban," kata Kepala Dusun Karangsari Ikung, Senin (16/2/2026).
Di rumah Parsiti, kata Ikung, perampok merupakan dua pria.
Mereka berhasil membawa uang tunai, emas hampir 100 gram, juga tiga kartu ATM bersama PIN-nya.
Para pelaku perampokan di kedua tempat terpisah ini sama-sama membawa senjata tajam.
Di Kotayasa, para perampok membawa senjata tajam berupa kapak, sabit, pisau, linggis kecil.
Sementara, di Kebasen, para perampok membawa senjata tajam jenis celurit.
Senjata tajam ini digunakan para pelaku untuk mengancam para korban.
"Mau hidup atau mati?" begitu tanya perampok yang menyatroni rumah Parsiti di Kebasen, saat melihat pemilik rumah terbangun dan memergoki aksi mereka.
Baca juga: Dua Perampok Satroni Rumah Lansia di Kebasen Banyumas, Gasak Uang dan Emas Hampir 100 Gram
Para pelaku kemudian melumpuhkan korban yang ketakutan dan menurut dengan cara mengikat tangan dan kaki mereka.
Di Kotayasa, perampok mengikat para korban menggunakan tali sepatu.
Sementara, di Kebasen, perampok mengikat korban menggunakan lakban.
Dua kasus ini masih ditangani polisi.
Polresta Banyumas memburu para pelaku perampokan itu berdasarkan sejumlah barang bukti dan keterangan saksi yang dikantongi.
Di antaranya, lewat rekaman CCTV, dan keterangan saksi terkait ciri-ciri pelaku.
Kapolsek Sumbang AKP Basuki mengatakan, perampokan di wilayahnya dilakukan empat orang yang memakai masker.
Dari keterangan korban, dua di antara perampok itu berperawakan tinggi sementara dua lainnya lebih pendek.
Saat berbicara, mereka menggunakan logat berbeda.
"Tidak jelas dari daerah mana tapi yang dua orang itu logat Jawa, yang dua lagi pakai bahasa Indonesia," kata Basuki, Senin.
Sementara, dua perampok di Kebasen Banyumas diduga dilakukan orang dari daerah dekat.
Ikung mengatakan, menurut korban, dua perampok tersebut menggunakan logat ngapak saat berbicara.
Sementara, Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus Silalahi mengatakan, polisi telah melakukan olah TKP dan memintai keterangan saksi.
Polisi masih memburu para pelaku.
"Saat ini, kami terus mengintensifkan pengumpulan keterangan dari pelapor maupun para saksi, sekaligus memburu keberadaan terduga pelaku," kata Petrus, Senin (16/2/2026). (Tribunbanyumas.com/Permata Putra Sejati)