WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR –- Arus lalu lintas di jantung Kota Bogor mengalami kelumpuhan total pada Senin (16/2/2026) pagi.
Kemacetan horor melanda Jalan Otto Iskandardinata (Otista) hingga Jalan Djuanda sejak pukul 08.00 WIB, menyusul adanya aksi korve atau bersih-bersih massal yang dihadiri oleh jajaran menteri dan pimpinan daerah.
Pantauan di lokasi menunjukkan antrean kendaraan mengular mulai dari Simpang Tugu Kujang hingga Jembatan Otista.
Baca juga: Perkuat Birokrasi, Bupati Bogor Rudy Susmanto Lantik 24 Pejabat Struktural dan Fungsional
Kendaraan roda empat praktis tidak bergerak, hanya mampu merayap dengan kecepatan lima kilometer per jam di tiga lajur jalan yang tersedia.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan panjang dari Simpang Tugu Kujang sampai ke Jalan Djuanda, dengan kendaraan roda empat merayap sekitar 5 kilometer/jam, sementara sepeda motor memadati sisi kiri dan kanan jalan mencari celah untuk bergerak
Penyebab utama tersendatnya arus lalu lintas adalah kegiatan bersih-bersih di kawasan Jalan Suryakencana yang melibatkan aparat TNI-Polri dan Forkopimda Kota Bogor.
Hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq, Wali Kota Bogor Dedie Rachim, serta Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin.
Ironisnya, di tengah misi pembersihan kota, sejumlah kendaraan dinas berpelat merah tampak terparkir di bahu jalan, yang justru mempersempit ruang gerak pengguna jalan lainnya.
"Maju atuh Pak, jangan parkir di sini (bahu jalan), orang masih pada kerja!" teriak salah satu pengendara yang kesal akibat aksesnya terhambat kendaraan dinas.
Pasar Tumpah dan Penutupan Jalan
Kondisi semakin semrawut di titik Pasar Bogor.
Aparat terpaksa melakukan penutupan jalan di dekat pasar dan mengalihkan seluruh kendaraan masuk ke dalam Jalan Suryakencana.
Pengalihan ini menciptakan botol leher (bottleneck) yang parah.
Selain faktor kegiatan pejabat, keberadaan pasar tumpah yang memakan trotoar hingga badan jalan menambah daftar panjang kesemrawutan.
Baca juga: Damkar Pemkab Bogor dan Petugas Sentul City Bersihkan Jalan Bali Raya yang Diterjang Banjir
Para pedagang tampak terburu-buru merapikan lapak saat rombongan pejabat tiba di lokasi untuk melakukan pembersihan.
Kegiatan korve di kawasan pusat kota ini bukanlah yang pertama kali dilakukan dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, aksi serupa dilaksanakan di Jalan Pedati yang berlokasi tak jauh dari Suryakencana.
Warga sekaligus pengguna jalan, Novriansyah (27), mengeluhkan efektivitas kegiatan ini jika harus mengorbankan kelancaran lalu lintas di jam sibuk.
"Jalanan di sini kalau pagi memang sudah semrawut. Banyak yang parkir di jalan, ditambah ini (bersih-bersih),” ujar Novriansyah.
Pasar tumpah di sekitar trotoar yang digunakan pedagang kecil juga turut memakan ruang jalan, sehingga kendaraan sulit bergerak lancar.
Banyak pedagang tampak merapikan lapak mereka sebagai persiapan kegiatan pejabat
Informasi Terupdate: Belum Ada Solusi Kemacetan Permanen
Hingga pukul 10.30 WIB, kepadatan di sekitar Jembatan Otista masih terasa meski kegiatan bersih-bersih mulai melandai.
Belum ada pernyataan resmi dari Pemkot Bogor terkait mitigasi kemacetan saat menggelar acara serupa di masa depan.
Suryakencana memang menjadi "wajah" pariwisata Bogor, namun penanganan pasar tumpah dan manajemen parkir saat ada kunjungan pejabat pusat (Menteri) terus menjadi catatan merah bagi manajemen lalu lintas Kota Bogor di awal tahun 2026 ini.
Selain kegiatan korve pagi ini, Bogor dalam beberapa pekan terakhir mengalami lonjakan volume kendaraan karena libur panjang Tahun Baru Imlek 2026.
Data menunjukkan ribuan kendaraan memadati jalur menuju kawasan wisata Puncak, memaksa polisi memberlakukan rekayasa lalu lintas seperti one way dan ganjil-genap di sejumlah titik sejak Minggu, 15 Februari 2026.
Menurut catatan, lebih dari 64.000 kendaraan melintas melalui Gerbang Tol Ciawi sepanjang Minggu malam hingga pagi, yang memicu kepadatan di sejumlah titik akses utama menuju Bogor dan Puncak.
Kepadatan di Bogor kemungkinan masih akan berlangsung hingga arus wisatawan libur panjang berakhir.
Polri Bogor dan Dinas Perhubungan Kota Bogor diharapkan menyiapkan langkah antisipatif tambahan, seperti perluasan rekayasa lalu lintas, koordinasi parkir di area pasar, serta pembagian informasi arus lintas real-time untuk pengguna jalan.
Tips untuk Pengendara:
Sumber: Kompas.com