Warga Simeulue Tewas Diterkam Buaya Saat Cari Kerang di Sungai Luan Boya
Muliadi Gani February 16, 2026 11:54 AM

 

PROHABA.CO, SIMEULUE - Peristiwa tragis menimpa seorang warga Desa Bulu Hadek, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Simeulue.

Jusmitawati (36) tewas diterkam buaya saat mencari kerang di Sungai Luan Boya, Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Kejadian ini sontak menggemparkan masyarakat setempat dan disebut sebagai insiden pertama serangan buaya yang menimbulkan korban jiwa di wilayah tersebut.

Kronologi Kejadian

Camat Teluk Dalam, Andrik Dasandra SSTP, membenarkan insiden tersebut.

Menurutnya, korban saat itu sedang mencari kerang bersama dua rekannya.

Sungai Luan Boya memang menjadi salah satu sumber mata pencaharian warga, sehingga aktivitas mencari kerang di lokasi tersebut bukan hal baru.

Namun, di tengah aktivitas itu, korban tiba-tiba menghilang.

Kedua temannya sempat memanggil dan melakukan pencarian, tetapi tidak mendapat respons.

Karena panik, mereka berlari ke desa untuk meminta bantuan.

Informasi cepat menyebar, membuat warga berbondong-bondong menuju lokasi.

Tak lama kemudian, warga mendapati korban berada di mulut buaya saat reptil tersebut muncul ke permukaan.

Video yang beredar memperlihatkan korban masih berada di rahang buaya, membuat warga histeris.

Baca juga: Tragedi Sungai Peunaron, Petani di Aceh Timur Hilang Diterkam Buaya Saat Pulang dari Ladang

Baca juga: Awal Puasa Ramadhan 2026, Ini Tanggalnya dan Jadwal Sidang Isbat

Proses Evakuasi

Pihak kecamatan segera meminta bantuan BPBD Simeulue, serta melibatkan unsur TNI/Polri dan masyarakat setempat dalam proses pencarian.

“Selama ini di Teluk Dalam belum pernah terjadi kejadian seperti ini,” ujar Andrik.

Warga sempat berupaya mengambil jasad korban dengan menombak buaya, namun beberapa kali percobaan gagal.

Setelah upaya berulang, jasad korban akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi tidak utuh.

“Beberapa bagian tubuh korban diduga sudah dimakan buaya.

Hingga hari ini keluarga masih berupaya mencari potongan jasad korban.

Sementara buaya tersebut belum berhasil ditangkap,” ungkap Andrik.

Pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk penanganan lebih lanjut.

Hal ini dilakukan guna mencegah munculnya korban baru di kemudian hari.

Andrik menambahkan, dalam beberapa hari terakhir warga Desa Lugu Sebahak juga kerap mendapati buaya masuk ke dalam jaring mereka.

Kondisi ini menambah kekhawatiran masyarakat akan ancaman predator tersebut.

“Kami akan bermusyawarah bersama para kepala desa dan APDESI terkait langkah pencegahan.

Kami berharap kejadian ini menjadi pembelajaran agar tidak ada lagi korban,” pungkasnya.

(Serambinews.com/Indra Wijaya)

Baca juga: Nelayan Ujung Sialit Aceh Singkil Diterkam Buaya, Diselamatkan Teman dengan Tombak

Baca juga: Buaya Liar Masih Teror Sungai Krueng Meureubo, Warga Diminta Tetap Waspada

Baca juga: Mendagri Tito Karnavian Serahkan Bantuan Tahap Pertama Korban Banjir Aceh Tamiang

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.