Tata Cara Mandi Wajib Sebelum Tunaikan Puasa Ramadhan 2026, Hafalkan Niatnya
Delta Lidina February 16, 2026 12:00 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Menjelang Ramadan 1447 Hijriah atau Ramadhan 2026, sebagian umat Islam di Indonesia kembali menjalankan tradisi mandi sebelum memasuki bulan puasa. 

Praktik ini kerap dimaknai sebagai simbol penyucian diri sekaligus persiapan batin menyambut ibadah yang dinanti.

Meski demikian, praktik tersebut bukanlah kewajiban dalam syariat. 

Ia lebih dipandang sebagai kebiasaan yang tumbuh di sejumlah daerah sebagai bentuk kesiapan spiritual sebelum menjalani puasa sebulan penuh.

Lalu, benarkah ada anjuran khusus untuk mandi sebelum Ramadan?

Dikutip BanjarmasinPost, Minggu (15/2/2026) melalui kanal youtube Kajian Sunnah, Ustadz Khalid Basalamah (KHB) mengatakan tak ada mandi khusus sebelum Ramadhan.

“Apakah ada mandi khusus untuk Ramadhan? Tidak ada,” tegas Ustadz Khalid Basalamah.

Ia menjelaskan, mandi wajib hanya dilakukan apabila seseorang berada dalam kondisi hadast besar, seperti setelah mengeluarkan sperma, berhubungan suami istri, haid, nifas, maupun melahirkan. 

Di luar itu, tidak ada ketentuan khusus yang mewajibkan mandi sebelum mulai berpuasa.

Sebab, mandi bukan bagian dari rukun puasa. Artinya, sah atau tidaknya puasa tidak ditentukan oleh pelaksanaan mandi sebelum Ramadan.

Sementara itu, merujuk laman resmi Baznas, mandi menjelang ibadah besar bukanlah keharusan, melainkan bentuk anjuran untuk menjaga kebersihan diri dan mempersiapkan diri saat hendak menjalankan ibadah, termasuk puasa dan shalat berjamaah pada hari raya.

Dengan demikian, tradisi mandi sebelum Ramadan dapat dilakukan sebagai bentuk persiapan pribadi, namun tidak memiliki landasan kewajiban atau sunnah khusus dalam ajaran Islam.

Tata Cara Mandi Wajib

Sementara, bagi tetap ingin mengerjakannya, berikut tata cara melakukan mandi wajib untuk menghilangkan hadast besar sebelum menjalani ibadah puasa adalah sebagai berikut.

Baca juga: Jadwal THR ASN, Cair Awal Ramadhan, Menkeu Purbaya Sebut Nominalnya Besar: Gaji Pokok dan Tunjangan

Niat mandi wajib sebelum puasa Ramadhan
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِفَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ

Artinya: “Aku berniat mandi hadas besar untuk menjalankan puasa Ramadhan.”

Berikut adalah tata cara mandi wajib sebelum puasa Ramadhan sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW:

1. Mendahulukan Membasuh Kotoran dan Najis

Sebelum memulai mandi wajib, pastikan untuk membersihkan seluruh kotoran dan najis yang ada di tubuh. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa tubuh benar-benar bersih sebelum disucikan dengan air.

2. Berwudhu

Setelah membersihkan kotoran, lakukan wudhu terlebih dahulu seperti biasa. Hal ini dimaksudkan untuk menyucikan anggota wudhu sebelum membasuh seluruh tubuh.

3. Membaca Basmalah

Sebelum memulai mandi wajib, bacalah basmalah “Bismillahirrahmanirrahim” untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT.

Hukum jika menunda mandi wajib saat puasa Ramadhan
Hukum jika menunda mandi wajib saat puasa Ramadhan (TribunWow)

4. Berkumur dan Menghisap Air ke Dalam Hidung

Berkumurlah dengan air dan hisaplah air ke dalam hidung sebanyak tiga kali. Hal ini bertujuan untuk membersihkan mulut dan hidung dari hadas.

5. Menghadap Kiblat

Saat mandi wajib, dianjurkan untuk menghadap kiblat sebagai bentuk penghormatan kepada Allah SWT.

6. Mendahulukan Anggota Badan Kanan

Basuhlah seluruh tubuh dengan air secara merata, dimulai dari anggota badan kanan terlebih dahulu. Pastikan seluruh bagian tubuh tersentuh oleh air, termasuk bagian yang tersembunyi.

7. Membasuh Badan Tiga Kali

Dianjurkan untuk membasuh seluruh tubuh sebanyak tiga kali. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa seluruh tubuh benar-benar bersih dari hadas.

Doa setelah Mandi Wajib
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

Asyhadu allaa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuluh, Allahummaj’alnii minattawwabiina waj’alnii minal mutathahhiriin

Artinya:

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk orang yang menyucikan diri. (TribunNewsmaker/BanjarmasinPost)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.