Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Polres Metro Depok melakukan berbagai upaya untuk menekan angka tawuran selama bulan suci Ramadan 1447 hijriah/2026.
Salah satu cara unik yang dilakukan Polres Metro Depok dalam menekan angka tawuran dengan program pesantren kilat.
Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Abdul Waras menjelaskan, rapa remaja yang terjaring polisi saat tawuran akan dibina di pesantren kilat.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Depok, Senin 16 Februari 2026, Waspada Hujan Ringan Siang hingga Sore
Hal ini menjadi bagian dari upaya preventif sekaligus pembinaan karakter bagi generasi muda di Kota Depok.
Abdul Waras menjelaskan bahwa persoalan tawuran masih menjadi perhatian serius pihak kepolisian, khususnya menjelang Ramadan.
“Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan, salah satu yang menjadi perhatian kami adalah persoalan tawuran. Anak-anak yang terlibat tawuran nantinya akan kami ikutsertakan dalam program pesantren kilat sebagai bentuk pembinaan,” ujar Abdul Waras, Senin (16/2/2026).
Ia berharap, melalui kegiatan tersebut, niat para remaja untuk kembali terlibat tawuran dapat berkurang secara signifikan.
“Harapan kami, langkah ini bisa mengurangi niat adik-adik kita untuk melakukan tawuran. Karena jika mereka tetap nekat dan melakukan pelanggaran, akan kami ikutkan dalam program pesantren kilat di Polres Metro Depok,” tegasnya.
Program ini rencananya akan dikoordinasikan bersama Pemerintah Kota Depok dan dinas terkait guna memastikan pembinaan berjalan efektif dan terarah.
Selain tawuran, penggunaan petasan selama Ramadan juga menjadi perhatian kepolisian.
Abdul Waras menegaskan bahwa penggunaan petasan harus mengacu pada regulasi dan aturan hukum yang berlaku.
“Kami berharap masyarakat dapat mengisi bulan suci Ramadan dengan kegiatan positif. Terkait petasan dan sejenisnya, tentu harus sesuai regulasi dan aturan hukum yang berlaku. Jangan sampai mengganggu masyarakat lain yang sedang menjalankan ibadah,” jelasnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama selama bulan Ramadan.
Sahur on The Road
Sementara, terkait kegiatan sahur on the road, Abdul Waras menyebut pihaknya akan membahas hal tersebut bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Menurutnya, kegiatan sahur on the road kerap menimbulkan persoalan baru di lapangan.
“Sahur on the road akan kami bahas bersama Forkopimda dan Wali Kota Depok. Secara niat mungkin baik, tetapi antara manfaat dan mudaratnya, sering kali lebih banyak mudaratnya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, tidak sedikit pihak yang memanfaatkan kegiatan tersebut untuk tujuan negatif.
“Tujuannya mungkin mulia, tetapi ada juga yang menjadikannya alasan untuk melakukan hal-hal negatif. Jika memang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, tentu akan kami larang,” tegasnya.
Pembahasan juga akan melibatkan unsur ulama dan tokoh masyarakat Kota Depok agar kebijakan yang diambil tetap mengedepankan nilai-nilai keagamaan dan ketertiban umum.
Tim Patroli
Selain itu, untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama Ramadan, Abdul Waras menjelaskan pihaknya akan menyiapkan tim khusus patroli.
“Selama bulan suci Ramadan, kami menyiapkan tim khusus untuk melakukan patroli. Kami juga akan berkolaborasi dengan rekan-rekan dari Kodim,” kata Abdul Waras.
Meski demikian, ia mengakui jumlah personel masih terbatas. Oleh karena itu, peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan.
“Harapan kami, peran serta masyarakat lebih diutamakan. Orang tua diharapkan lebih peduli terhadap aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hari. Jika tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya di rumah dan mengisi waktu dengan kegiatan positif selama Ramadan,” pungkasnya. (m38)