TRIBUNTRENDS.COM - Suasana sunyi di bekas objek wisata Kampung Gajah yang terbengkalai mendadak mencekam pada Jumat malam, 13 Februari 2026.
Sebuah tim konten kreator TikTok yang sedang berburu konten horor justru menemukan kenyataan yang jauh lebih mengerikan dari sekadar mitos, jasad seorang remaja berinisial ZAAQ (14), siswa SMPN 26 Bandung, yang telah membusuk di balik semak belukar.
Perjalanan Tim Trobos Mitos (TTM) menuju lokasi ini sebenarnya diwarnai rentetan kejadian aneh.
Berangkat dari Banten sejak Kamis subuh, tim ini sempat mengalami kendala teknis yang tak masuk akal.
"Kita datang dari Banten hari Kamis, kita datang ke Bandung karena kita berangkat subuh, sampai mobil kita mogok diderek ke Bandung pakai towing kayak naik kora-kora," ungkap salah satu anggota TTM dalam siaran langsungnya di TikTok, dilansir Minggu (15/2/2026).
Ada dorongan batin yang kuat yang membawa mereka ke eks wisata di Desa Cihideung ini.
Padahal, awalnya mereka tidak merencanakan lokasi tersebut secara spesifik.
"Gue enggak tahu kenapa pengin eksplore di tempat pesugihan babi ngepet itu, enggak tahu kenapa aku pengin di sana, awal cerita kita datang ke lokasi, kita izin," tambahnya.
Baca juga: Siswa SMP di Bandung Dibunuh Sahabat, Keluarga Ternyata Sudah Larang Berteman: Secara Akhlak Bahaya
Setibanya di lokasi, udara dingin Bandung Barat langsung menusuk, dibarengi aroma tak sedap yang menyengat.
Awalnya, mereka mencoba menenangkan diri dengan logika.
"Pas kita datang, kita langsung nyium bau bangkai. Pertama kita datang ke lokasi itu emang kita langsung nyium bau bangkai, itu benar. Tapi aku masih berpikiran positif, ah mungkin bangkai tikus," ujarnya.
Kecurigaan memuncak saat mereka mulai menyusun peralatan syuting.
Meski sempat menemukan bangkai kucing di sekitar lokasi, bau busuk tersebut tetap tidak hilang, bahkan semakin kuat terbawa angin dari arah tertentu.
"Kelamaan ketika kita lagi baru mulai, sapa-sapa ngobrol, ini baunya tambah menyengat ketika ada angin dari titik korban ke arah kita. Baunya benar-benar menyengat, kita curiga, mang gege cek ke arah lokasi, takutnya ada bangkai apa yang aneh," kenang anggota TTM tersebut.
Ketakutan memuncak saat rekan mereka, Mang Gege, menemukan sumber bau itu. Bukannya bangkai hewan, melainkan sesosok tubuh yang tergeletak kaku.
Dalam kepanikan, tim tersebut memutuskan untuk tetap merekam sebagai bukti agar tidak dituduh terlibat.
"Kita reflek bawa kamera, karena kita takut kejadian apa-apa, sabotase disangkain kita abis ngapain. Kita langsung datang ke almarhumah tergeletak, aku udah rekam," akunya.
Menariknya, karena kondisi jasad yang sudah mulai rusak dan rambut yang sedikit panjang di bagian belakang, mereka sempat mengira korban adalah seorang perempuan.
Baca juga: Kronologi Pembunuhan Pelajar SMP 26 Bandung yang Berakhir Tragis, Pelaku Terancam Hukuman Mati
Setelah penemuan tersebut dilaporkan ke pihak berwajib, misteri kematian ZAAQ pun mulai tersingkap.
Bukan karena kecelakaan, remaja malang ini ternyata menjadi korban pembunuhan berencana yang dilakukan oleh temannya sendiri, YA (16) dan APM (17).
Kapolres Cimahi, AKBP Niko N Adi Putra, mengungkapkan bahwa motif di balik aksi keji ini adalah sakit hati yang mendalam.
Persahabatan bertahun-tahun itu hancur hanya karena korban ingin mengakhiri pertemanan.
"Motif tersangka YA tega menghabisi korban karena sakit hati. Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban memberikan pernyataan sikap bahwa ia ingin menghentikan atau memutus hubungan pertemanan dengan pelaku," jelas AKBP Niko.
Kejahatan ini rupanya telah dirancang matang sejak Sabtu (7/2/2026).
Setelah sempat tertunda karena salah satu pelaku sibuk bekerja, rencana maut itu akhirnya terlaksana pada Senin (9/2/2026).
- Penjemputan: Pelaku menjemput korban saat pulang sekolah dan membawanya ke lokasi sepi di eks Kampung Gajah.
- Penganiayaan: Di tempat yang tersembunyi, percekcokan pecah. YA yang sudah membawa sangkur langsung menyerang korban secara membabi buta.
- Luka Fatal: Korban mengalami delapan luka tusuk di perut dan hantaman botol di bagian kepala hingga akhirnya meregang nyawa.
Setelah lima hari berselang sejak hari eksekusi, jasad ZAAQ baru ditemukan oleh tim TTM.
Gerak cepat Tim Resmob Cimahi akhirnya berhasil meringkus kedua pelaku di kediaman mereka di Garut pada Minggu (15/2/2026) dini hari.
Baca juga: Sahabat Tega Bunuh Siswa SMP di Bandung, Dendam Pertemanan Diputus: Kamu Bahagia tapi Aku Sakit Hati
Meski masih berstatus remaja, tindakan YA dianggap sangat sadis dan terencana.
Pihak kepolisian menerapkan pasal berlapis dari KUHP baru dan UU Perlindungan Anak.
"Karena indikasi pembunuhan berencana, YA dan rekannya dijerat Pasal 459 KHUP dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau paling lama 20 tahun," tegas AKBP Niko.
Kasus ini menjadi pengingat kelam tentang betapa rapuhnya hubungan pertemanan yang bisa berujung tragedi ketika emosi tak terkendali mengambil alih logika.