Kunci Jawaban Aktivitas 3: Kejadian Saling Menghargai PAI Kelas 9 Halaman 226 Kurikulum Merdeka
Hendri Gusmulyadi February 16, 2026 01:15 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM - Tersaji secara lengkap, Kunci Jawaban Aktivitas 3: Kejadian Saling Menghargai PAI Kelas 9 Halaman 226 Kurikulum Merdeka, disini.

Soal dan pembahasan pada Kunci Jawaban Aktivitas 3: Kejadian Saling Menghargai PAI Kelas 9 Halaman 226 Kurikulum Merdeka membantu siswa memahami pentingnya sikap saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari.

Aktivitas 3 pada halaman 226 menekankan praktik nilai-nilai akhlak, seperti menghargai pendapat teman, menghormati perbedaan, dan bekerja sama dalam berbagai situasi.

Dengan Kurikulum Merdeka, pembelajaran dirancang agar siswa tidak sekadar menghafal jawaban, tetapi juga merenungkan makna di balik setiap tindakan yang mencerminkan akhlak mulia.

Kunci jawaban PAI Kelas 9 berfungsi sebagai panduan evaluasi mandiri, sehingga siswa dapat menilai sejauh mana pemahaman mereka terhadap konsep menghargai orang lain.

Materi ini juga membantu membentuk karakter remaja yang disiplin, empatik, dan mampu menjaga hubungan sosial yang harmonis di sekolah maupun lingkungan masyarakat.

Melalui pembahasan yang runtut, siswa dapat melihat contoh konkret bagaimana sikap saling menghargai diterapkan dalam kehidupan nyata.

Jawaban dan pembahasan aktivitas ini sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis dan reflektif dalam menilai perilaku diri sendiri maupun orang lain.

Aktivitas 3: 

1. Bagilah angota kelas menjadi beberapa kelompok. 

2. Para imam mazhab memiliki pemahamana yang berbeda atara satu dengan yang lainnya, namun mereka tetap saling menghargai perbedaan tersebut. Sebagai contoh Imam Syafi'i dan Imam Malik yang memiliki pendapat berbeda tentang doa qunut dalam salat subuh. 

3. Bersama teman satu kelompokmu, carilah riwayat yang menjelaskan bagaimana kejadian saling menghargai tersebut!

Jawaban: 

Riwayat Kejadian Saling Menghargai 

Salah satu contoh paling terkenal dari sikap saling menghargai antara imam mazhab adalah hubungan antara Imam Syafi'i dan Imam Malik. 

Dalam sebuah riwayat diceritakan, pada suatu hari Imam Syafi'i datang ke Madinah dengan tujuan untuk menuntut ilmu kepada Imam Malik. Imam Malik pun memuliakannya sebagaimana ia memuliakan orang berilmu lainnya. 

Kemudian di hadapan Imam Malik, Imam Syafi'i melantunkan bait-bait al-Muwaththa' dengan cara menghafal dan sungguh fasih. 

Bacaannya membuat Imam Malik terkagum-kagum sambari memujinya, sambil meminta Syafi'i untuk memperbanyak lagi hafalannya. Saat Imam Syafi'i tinggal di Irak, beliau mulai menyusun kitab qadim(lama)nya yang berjudul Al-Hujjah. 

Di dalam kitab Al-Hujjah inilah, beliau banyak memasukkan fatwa-fatwa atau ajaran-ajaran dari imam-imam sebelumnya, yakni imam Abu Hanifah dan Imam Maliki. Dalam kisah yang lain diceritakan saat Imam Syafi'i dan Imam Maliki saling berkunjung ke rumah masing-masing. Imam Syafi'i yang dalam ajarannya mensunnah-ab'adkan qunut dan setiap mendirikan solat subuhnya beliau selalu menggunakan qunut.

Namun, tiba saat beliau menginap di rumah Imam Malik lantas ketika solat subuh diminta menjadi Imam, beliau tidak menggunakan qunut, sebab Imam Maliki dikenal dalam ajarannya tidak pernah memakai qunut dalam solat subuhnya. 

Begitu juga saat Imam Maliki menginap di rumah Imam Syafi'i, dan diminta untuk mengimami solat subuh maka Imam Maliki akan menggunakan qunut dalam solat subuhnya untuk menghormati Imam Syafi'i yang sedang berposisi sebagai ma'mun.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.