Pengidap Demensia di Indonesia 1,2 Juta, Skrining Awal Pada Lansia Cegah Penurunan Fungsi Kognitif
Anita K Wardhani February 16, 2026 01:16 PM

 

 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Program Skrining Demensia Gratis kembali diselenggarakan tahun 2026 ini dan akan menargetkan 20.000 peserta dari kalangan usia lanjut (lansia) di berbagai wilayah Indonesia. 

Baca juga: Risiko Demensia Meningkat pada Perempuan Menjelang Menopause

Program ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa di tahun 2024–2025 yang menyasar 40.000 peserta di seluruh Indonesia untuk mendorong deteksi dini gangguan kognitif.

Demensia merupakan kondisi penurunan fungsi kognitif, termasuk daya ingat, kemampuan berpikir, dan pemahaman bahasa, yang dapat memengaruhi kemandirian serta kualitas hidup seseorang. 

Karena itu, deteksi dini menjadi krusial untuk mendukung langkah pencegahan yang lebih optimal dan penanganan yang tepat sejak awal. 

Berdasarkan data Alzheimer’s Disease International, sekitar 55 juta orang di dunia saat ini hidup dengan demensia dan jumlah tersebut diperkirakan meningkat hingga tiga kali lipat pada tahun 2050. 

Baca juga: Alami Demensia, Pria di Sukabumi Nekat Lompat dari Lantai 3 Rumah Sakit

Di Indonesia, jumlah pengidap demensia diperkirakan telah mencapai lebih dari 1,2 juta orang, sehingga diperlukan peningkatan kesadaran dan akses terhadap deteksi dini demensia di masyarakat.

“Keberhasilan Program Skrining Demensia ini tidak terlepas dari tingginya keinginan dan antusiasme masyarakat sejak pertama kali program ini kami laksanakan," ungkap Direktur Business & Marketing Prodia, Indriyanti Rafi Sukmawati, Senin, 16 Februari 2026.

Hal ini menandakan semakin tingginya tingkat kesadaran masyarakat, khususnya kelompok usia lanjut, terhadap risiko demensia serta kesadaran akan pentingnya deteksi dini sebagai langkah pencegahan untuk menjaga kualitas hidup di usia lanjut,” ujar Indriyanti.

Tahun 2026ini Program Skrining Demensia Gratis menyasar lansia berusia 50 tahun ke atas dengan skrining secara bertahap yang diawali dengan Kuesioner AD-8 INA dan dilanjutkan dengan pemeriksaan MOCA-INA oleh dokter Prodia ke peserta dengan skor ≥2. 

Peserta yang terindikasi mengalami penurunan fungsi kognitif diarahkan menjalani pemeriksaan lanjutan dan konsultasi dengan dokter spesialis saraf atau internis geriatri di Prodia Senior Health Centre di Jakarta, Surabaya, dan Makassar. Sepanjang 2025, program ini menjangkau hampir 30.000 peserta atau mencapai lebih dari 140 persen dari jumlah peserta yang ditargetkan yaitu sebanyak 20.000 orang. 

Jumlah peserta ini naik cukup signifikan dari tahun sebelumnya yang menjangkau sekitar 10.000 peserta. Capaian ini diperkuat melalui berbagai kegiatan edukasi publik untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini demensia.

AVP Business Prodia Indri Marya Wulandari menambahkan, melalui program ini,peserta mendapatkan edukasi lanjutan serta rujukan untuk konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut, “Kami berharap inisiatif ini dapat mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan otak dan mengambil langkah preventif guna menurunkan risiko demensia,” ujarnya.(fin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.