TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung – Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia menorehkan inovasi teknologi yang ramah lingkungan melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH).
Inovasi ini diciptakan sebagai solusi pembangkit energi listrik dari aliran sungai skala mikro.
PLTMH yang dikembangkan tim mahasiswa ini memanfaatkan aliran sungai dengan debit rendah untuk menggerakkan turbin skala mikro.
Energi mekanik yang dihasilkan kemudian dikonversi menjadi listrik melalui generator yang terintegrasi.
Seluruh komponen ini dirancang dengan pertimbangan efisiensi dan keberlanjutan, serta diuji secara langsung untuk memastikan performa optimal dalam kondisi nyata.
Proyek mahasiswa Program Studi Teknik Elektro ini merupakan hasil kerja kelompok di bawah bimbingan Dosen Pengampu Fika Trisnawati, S.T., M.T. dan Sigot Doni Ramdhan, S.T., M.Eng.
Anggota tim terdiri dari Kia Awanda Pria, Kezia Tio Purgana, Dellin Septama, Febriyan Winata, Dika Agung Prayoga, Rahmat Vili, Candika Amaria, dan Adilla Mahdi yang berhasil merancang sistem PLTMH lengkap dengan turbin, generator, dan sistem konversi listrik yang efisien.
Menurut Fika Trisnawati, S.T., M.T., proyek ini dirancang untuk menjawab tantangan kebutuhan listrik di daerah terpencil yang memiliki aliran sungai kecil namun berpotensi sebagai sumber energi terbarukan.
“Pengembangan PLTMH ini memberi pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam merancang sistem pembangkit energi bersih dari sumber yang belum banyak dimanfaatkan,” ujarnya.
Sigot Doni Ramdhan, S.T., M.Eng. menambahkan, mahasiswa diberi tantangan tidak hanya merancang sistem secara teori, tetapi juga melakukan pengujian lapangan untuk memastikan desain dapat beroperasi secara stabil dan menghasilkan listrik sesuai target.
“Proyek ini memberikan pemahaman tentang bagaimana teknik elektro berperan dalam solusi energi terbarukan yang aplikatif dan berdampak langsung ke masyarakat,” jelasnya.
Tim pengembang menyatakan bahwa pengalaman ini sangat berharga dalam mengasah kemampuan teknis serta kerja tim mereka.
“Melalui proyek PLTMH ini, kami mendapatkan pemahaman mendalam tentang perancangan sistem tenaga listrik terbarukan dan tantangan yang ada ketika mengimplementasikannya di lapangan,” kata Kia Awanda Pria selaku ketua tim. (*)
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/rls)