- Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dimungkinkan akan terjadi jika negosiasi nuklir antara kedua negara gagal.
Hal ini dinilai berisiko tinggi karena bisa menyeret kawasan.
AS saat ini disebut tengah menyiapkan operasi militer terhadap Iran.
Bahkan, operasinya dimungkinkan bisa berlangsung selama berminggu-minggu.
Perencanaan ini memiliki risiko yang sangat tinggi, lantaran dinilai disiapkan jauh lebih besar dari serangan sebelumnya.
Dalam kampanye militer nanti, pejabat AS menyebut militer bukan sekadar menyerang infrastruktur nuklir Teheran.
Mereka juga diprediksi bisa menyasar fasilitas negara dan keamanan Iran.
Oleh karena itu, langkah ini dinilai membawa risiko besar.
Para ahli lantas mengingatkan jika Iran memiliki gudang rudal yang tanggung yang bisa memicu serangan balasan.
Bahkan, serangan ini dinilai bisa menyeret kawasan ke dalam perang yang lebih luas.
AS sendiri saat ini telah mengerahkan sejumlah armada militernya ke kawasan.
Mulai dari kapal induk, jet tempur, pesawat pengintai hingga rudal berpemandu.
Serangan pun diperkirakan bisa diluncurkan jika Presiden AS Donald Trump memberikan perintah.