TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Ratusan petugas kebersihan melakukan aksi mogok kerja akibat keterlambatan pembayaran upah selama dua bulan.
Dampaknya, puluhan truk pengangkut sampah terparkir dan tidak beroperasi di halaman Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Mamuju (DLHK), Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kelurahan Simboro, Kabupaten Mamuju, Senin (16/2/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, sekitar 20 unit truk pengangkut sampah berbagai tipe terparkir di halaman kantor.
Baca juga: Masih Ada Kesempatan, Lowongan Kerja Alfamart Masih Terbuka, Butuh Tamaran SMA SMK dan Sarjana
Baca juga: Drainase Anjungan Pasangkayu Penuh Sampah, Petugas Kebersihan: Sudah Dibersihkan Penuh Lagi
Sejumlah armada masih berisi sampah di bagian bak, sementara lainnya dalam kondisi kosong.
Aktivitas pengangkutan sampah di sejumlah titik Kota Mamuju pun terhenti.
Para petugas terlihat berkumpul di sekitar area kantor.
Sebagian berteduh di bawah pohon, sementara lainnya berbincang sembari menunggu kejelasan terkait tuntutan mereka.
Salah seorang petugas kebersihan yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, selama ini mereka menerima gaji sebesar Rp1,25 juta per bulan.
Namun, sejak Januari 2026, upah tersebut belum dibayarkan.
“Kami memilih mogok kerja karena sudah dua bulan tidak digaji. Ini sudah pertengahan Februari, tetapi gaji Januari belum ada tanda-tanda cair,” ujarnya.
Ia menambahkan, aksi mogok kerja direncanakan berlangsung hingga Rabu (18/2/2026).
Baca juga: Sampah Berserakan di Anjungan Pasangkayu, Petugas Kebersihan: Baru Dua Hari Rapi, Kotor Lagi
Lebih dari 200 petugas kebersihan berencana melakukan audiensi dengan Kepala DLHK untuk meminta kepastian pembayaran gaji.
“Jika dalam audiensi nanti belum ada kepastian kapan gaji kami dibayar, kami akan terus melanjutkan aksi mogok kerja,” tegasnya.
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi.