Balai Jalan Provinsi Segera Perbaiki Jalan yang Dikeluhkan Warga Desa Dapurang Pasangkayu
Abd Rahman February 16, 2026 01:42 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Warga Dusun Tagari, Desa Dapurang, Kecamatan Dapurang, Kabupaten Pasangkayu, kian resah dengan kondisi jalan poros yang rawan ambruk, Senin (16/2/2026).

Terlihat badan jalan aspal mengalami kerusakan cukup parah di satu titik. 

Permukaan aspal tampak retak dan ambles membentuk cekungan besar di tengah badan jalan. 

Bagian yang rusak itu terlihat menghitam dan rapuh, dengan tekstur aspal yang sudah terkelupas serta nyaris berlubang.

Baca juga: 1.000 Geobag Rampung Dipasang di Pesisir Mes Mateng, 6 Rumah Warga Selamat dari Abrasi

Baca juga: Polisi Selidiki Keberadaan Pria Bertopeng yang Rudapaksa Ibu Rumah Tangga di Pasangkayu

Di sekeliling titik yang ambles, warga membuat tanda menggunakan cat semprot warna putih membentuk lingkaran besar. 

Tulisan peringatan juga terlihat di badan jalan sebagai penanda agar pengendara lebih waspada saat melintas. 

Cat putih tersebut kontras dengan warna aspal, sehingga cukup mencolok saat siang hari.

Kerusakan diduga akibat plat duiker di bawah badan jalan yang patah, sehingga tidak mampu lagi menahan beban kendaraan yang melintas.

Akibatnya, aspal di atasnya ikut retak dan perlahan ambruk.

Kondisi jalan tersebut berada di jalur yang cukup lurus dan sering dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. 

Di sisi kiri dan kanan jalan tampak permukiman warga serta pepohonan, sementara marka garis putih di tepi jalan masih terlihat jelas. 

Namun tepat di bagian tengah, aspal tampak rapuh dan sewaktu-waktu berpotensi jebol.

Iwan, salah satu warga setempat, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa jalan tersebut sudah dua kali ditambal oleh pihak balai jalan.

“Sudah dua kali ditambal, tapi hanya aspalnya saja. Bertahan paling dua hari, setelah itu rubuh lagi,” ujarnya.

Menurutnya, perbaikan yang dilakukan selama ini hanya sebatas tambalan permukaan, tanpa menyentuh akar persoalan.

“Yang harus diperbaiki itu duikernya, karena platnya sudah patah. Selama itu tidak diganti, pasti akan rusak terus,” jelasnya.

Warga pun berinisiatif memberikan tanda peringatan menggunakan cat putih di badan jalan untuk menghindari kecelakaan. 

Pasalnya, sudah banyak pengendara yang hampir terjatuh saat melintas, terutama pada malam hari ketika jarak pandang terbatas.

Meski hingga kini belum ada korban, warga khawatir kondisi tersebut akan semakin parah dan membahayakan pengguna jalan jika tidak segera ditangani secara menyeluruh.

Mereka berharap pemerintah segera turun tangan melakukan perbaikan permanen sebelum jatuh korban.

Sementara itu, Pengawas jalan Balai Jalan Provinsi, Yotan mengakui pihaknya telah menerima laporan terkait kerusakan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa kerusakan memang dipicu oleh patahnya plat duiker di bawah badan jalan, sehingga struktur penopang aspal melemah.

“Untuk sementara kami akan melakukan penanganan darurat agar tidak membahayakan pengguna jalan. 

Namun untuk perbaikan permanen, memang harus dilakukan penggantian plat duiker secara menyeluruh,” katanya.

Yotan menambahkan, pihaknya akan melakukan pengecekan lapangan secara detail guna menghitung kebutuhan material serta anggaran perbaikan.(*)


Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.