nextren.com - Di banyak rumah, pertanyaan yang sering muncul samaterkait aktifitas anak di perangkat gadget.
Namun di 2026, tantangannya bukan lagi sekadar soal durasi layar. Remaja kini hidup di dunia digital yang bergerak sangat cepat-grup chat terus aktif, tren berganti setiap hari, dan aplikasi baru muncul tanpa henti.
Momentum Safer Internet Day 2026 kembali menegaskan bahwa keamanan digital remaja menjadi tanggung jawab bersama.
Remaja kini tidak hanya menggunakan internet untuk hiburan, tetapi juga belajar, bersosialisasi, dan membetuk identitas mereka.
Kabar baiknya, menjaga remaja tetap aman di internet tidak harus dilakukan dengan memantau setiap aktivitas mereka.
Pendekatan yang lebih efektif adalah membangun kepercayaan, memanfaatkan fitur keamanan yang tersedia, dan membentuk kebiasaan digital yang sehat.
Komunikasi yang Terbuka
Langkah paling penting bukan teknologi, melainkan komunikasi. Orang tua perlu memahami dunia digital remaja dengan menunjukkan ketertarikan terhadap aktivitas online mereka.
Pendekatan sederhana seperti menanyakan apa yang mereka sukai di internet, siapa yang mereka ajak berinteraksi, dan bagaimana mereka merespons pesan dari orang asing dapat membantu membangun kepercayaan.
Diskusi yang terbuka membuat remaja merasa aman untuk bercerita ketika menghadapi situasi yang tidak nyaman. Ini jauh lebih efektif dibandingkan pengawasan ketat yang justru bisa membuat mereka menutup diri.
Gunakan Fitur Perlindungan yang Sudah Tersedia
Platform media sosial kini menyediakan perlindungan khusus untuk pengguna remaja.
Fitur ini mencakup pembatasan pesan dari orang asing, penyaringan konten sensitif, serta pembatasan interaksi dari akun yang tidak dikenal.
Beberapa platform juga menerapkan pengaturan keamanan otomatis untuk akun remaja, termasuk membatasi siapa yang bisa menghubungi mereka dan jenis konten yang dapat mereka lihat.
Bagi remaja yang lebih muda, perubahan pengaturan keamanan tertentu memerlukan persetujuan orang tua.
Ini memberikan lapisan perlindungan tambahan tanpa harus mengawasi setiap aktivitas secara langsung
Screen Time Perlu Diatur, Bukan Dilarang Total
Penggunaan gadget sudah menjadi bagian dari kehidupan remaja. Karena itu, pendekatan yang realistis adalah mengatur, bukan melarang.
Fitur seperti pengingat waktu penggunaan, mode tidur, dan pengaturan batas waktu dapat membantu remaja menjaga keseimbangan antara aktivitas online dan kehidupan sehari-hari.
Di rumah, orang tua juga dapat menerapkan aturan sederhana, seperti tidak menggunakan gadget saat waktu tidur atau saat makan bersama.
Tujuannya adalah membangun kebiasaan sehat, bukan membatasi secara berlebihan.
Tantangan Baru: AI, Akun Palsu, dan Manipulasi Digital
Perkembangan teknologi membawa risiko baru. Remaja kini berhadapan dengan konten yang dihasilkan AI, akun palsu, serta berbagai bentuk manipulasi digital.
Karena itu, literasi digital menjadi sangat penting. Remaja perlu memahami cara melindungi data pribadi, mengenali akun mencurigakan, dan berpikir kritis terhadap informasi yang mereka temui.
Peran orang tua adalah membantu mereka memahami risiko ini, sekaligus memberikan panduan tanpa menciptakan rasa takut.
Ketika Masalah Terjadi, Dukungan Lebih Penting dari Hukuman
Tidak semua risiko bisa dicegah. Remaja mungkin tetap menghadapi perundungan, pesan dari orang asing, atau konten yang tidak pantas.
Dalam situasi seperti ini, respons orang tua sangat menentukan. Dukungan dan komunikasi terbuka akan membantu remaja merasa aman dan bersedia berbagi pengalaman mereka.
Sebaliknya, reaksi yang berlebihan atau menyalahkan justru bisa membuat mereka memilih untuk diam.
Keamanan remaja di internet bukan hanya soal teknologi, tetapi soal hubungan. Fitur keamanan dan aturan digital hanyalah alat bantu.
Faktor terpenting tetap komunikasi, kepercayaan, dan keterlibatan orang tua.
Dengan komunikasi yang terbuka, penggunaan fitur perlindungan yang tepat, dan kebiasaan digital yang sehat, remaja dapat memanfaatkan internet secara maksimal tanpa mengorbankan keamanan mereka.
Pada akhirnya, tujuan utama bukan membatasi remaja dari internet, tetapi membekali mereka agar mampu menggunakannya dengan aman, bijak, dan bertanggung jawab.