BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Mantan Direktur RSUD Junjung Besaoh, dokter M. Fauzan, diduga menjadi korban pengeroyokan di rumah pribadinya di Jalan Abadi, Kelurahan Teladan, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan ( Basel ), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ( Babel ), pada Sabtu (14/2/2026) sore.
Mirisnya aksi tersebut diduga turut melibatkan pelaku yang merupakan anggota kepolisian berpangkat Brigadir Polisi (Brigpol) berinisial R.
M. Fauzan ketika dikonfirmasi tak menampik ihwal informasi tersebut. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB di kediamannya.
“Iya benar, saya dikeroyok di rumah pribadi,” kata M. Fauzan ketika dihubungi Bangkapos.com, Senin (16/2/2026).
M. Fauzan menyebut terdapat tiga orang yang mendatangi rumahnya. Dua orang di antaranya melakukan penganiayaan terhadap dirinya. Akibat kejadian itu, dirinya mengalami luka lebam dan lecet di bagian kaki. Bahkan sempat terjatuh dari teras rumahnya yang cukup tinggi.
“Dua orang pelaku di antaranya saya kenal,” ucap M. Fauzan.
Ihwal dugaan kasus penganiayaan, M. Fauzan mengatakan, ihwal utang-piutang. Akan tetapi, dirinya belum bisa memberikan penjelasan lebih jauh mengenai hal tersebut. Dirinya memastikan akan segera memberikan informasi tambahan terkait kasus tersebut. Sebab dirinya masih fokus terhadap laporan polisi yang telah dirinya buat.
Baca juga: Oknum Polisi di Babel Diduga Terlibat Pengeroyokan Warga Toboali, Propam Lakukan Penyelidikan
Sementara itu Kapolres Bangka Selatan, Agus Arif Wijayanto membenarkan adanya laporan tersebut. Satu dari tiga orang terduga pelaku merupakan anggota kepolisian berpangkat Brigpol berinisial R. Peristiwa tersebut terjadi di depan anak, istri dan orangtua korban.
“Pelaporan dari korban sudah kami terima dan saat ini ditangani oleh Satreskrim bersama Propam,” ujarnya.
Dugaan sementara kata Kapolres, kejadian ini dipicu persoalan utang-piutang. Terlapor datang untuk meminta pertanggungjawaban sehingga terjadi cekcok yang berujung penganiayaan. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi juga menemukan adanya kontak fisik dua arah.
Korban diduga sempat melakukan pemukulan terlebih dahulu terhadap salah satu terlapor berinisial Brigpol R sebelum keributan semakin meluas. Saat keributan memancing kehadiran warga sekitar, Brigpol R disebut sempat membubarkan massa dan meminta warga agar tidak ikut campur sebelum akhirnya meninggalkan lokasi.
“Dugaan sementara karena korban mempunyai hutang dan terlapor datang untuk meminta pertanggungjawaban. Sehingga terjadi cekcok berujung penganiayaan,” papar Agus Arif Wijayanto.
Ia menegaskan, oknum Brigpol R saat ini telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh Propam Polres Bangka Selatan. Sementara dua terduga pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas. Meski demikian, Kapolres menegaskan bahwa seluruh rangkaian peristiwa tetap menjadi objek penyelidikan secara menyeluruh.
Penyidik kini masih mengumpulkan keterangan saksi, termasuk dari keluarga korban dan warga sekitar, serta mendalami motif dan kronologi lengkap kejadian. Kepolisian memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum, termasuk terhadap oknum anggota yang diduga terlibat. Kepolisian turut melakukan penyelidikan mendalam kepada Brigpol R yang dikabarkan sempat mengeluarkan pistol saat kejadian berlangsung.
“Untuk oknum anggota kepolisian sudah diamankan. Dua orang lainnya masih dalam pengejaran,” ucap Kapolres. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)