Grid.ID – Perseteruan antara influencer Taqy Malik dan fotografer yang bermukim di Arab Saudi, Randy Permana, memasuki babak baru. Bukan lagi sekadar saling sindir di media sosial, konflik dugaan mark up harga wakaf Al-Qur'an ini, kini menyeret tantangan serius yang melibatkan hukum di Tanah Suci.
Merasa dituduh menyebar fitnah dan hoaks oleh pihak Taqy Malik dan keluarganya, Randy Permana akhirnya melontarkan tantangan terbuka. Tak main-main, Randy mengajak mantan suami Salmafina Sunan itu untuk bertatap muka langsung di Madinah dengan melibatkan kepolisian setempat sebagai penengah.
Randy menegaskan bahwa dirinya tidak gentar sedikitpun. Ia menolak disebut playing victim atau penyebar berita bohong terkait harga pasaran mushaf di Makkah dan Madinah. Alih-alih berdebat di media sosial yang, Randy menantang Taqy untuk adu data secara jantan di hadapan otoritas hukum Arab Saudi.
"Ya pesan saya, ya udah buktikan. Kalau memang yang saya sampaikan hoaks, keluarkan data, saya juga keluarkan data," kata Randy Permana dalam tayangan YouTube Reyben Entertainment yang dikutip Grid.ID, Senin (16/2/2026).
Randy bahkan siap mempertaruhkan nasibnya di negara tempat ia mencari nafkah tersebut jika terbukti berbohong.
"Apa perlu kita ketemu di Madinah, kita ajak polisi sebagai penengah apa yang dia lakukan itu bener atau salah," tantangnya.
"Dan saya sudah sampaikan, kalaupun dari pihak Saudi mengatakan yang dilakukan dia benar, dan saya dianggap fitnah karena saya hoaks, saya siap menerima konsekuensi apapun itu. Wallahi, saya terima," lanjut Randy.
Keberanian Randy bukan tanpa alasan. Ia mengklaim memegang bukti berupa invoice atau nota pembelian mushaf yang pernah dilakukan Taqy Malik pada tahun-tahun sebelumnya. Randy menyebut, ia adalah sosok yang dulu membantu mencarikan toko langganan termurah untuk program wakaf Taqy.
"Invoice-nya pun, nota pembelian pun saya pegang. Saya punya. Kalau perlu saya wawancarain toko yang dia beli, saya punya," ungkap Randy.
Ia merinci bahwa Taqy pernah membeli ribuan mushaf dengan harga yang jauh di bawah harga jual wakaf yang ditawarkan ke publik saat ini (80 Riyal atau sekitar Rp 330 ribu).
"Dia beli di mana, dengan harga berapa. Kan dia yang tahun lalu butuh 500, 700 mushaf kan saya yang bantu nyariin di tempat toko langganan saya. Akhirnya dia ngambil 1.500. Invoice-nya ada di saya. Terus saya dibilang hoaks dari mana?" tutur Randy.
Sebagai informasi, kisruh ini bermula ketika Randy Permana menyentil harga program wakaf Al-Qur'an Taqy Malik yang dinilai tidak masuk akal. Randy yang sudah 5 tahun tinggal di Saudi menyebut harga pasaran mushaf wakaf (cetakan Madinah) hanya berkisar 30-40 Riyal (sekitar Rp 120 ribu - Rp 160 ribu). Sementara Taqy diduga mematok harga hingga 80 Riyal.
Pihak Taqy Malik sendiri sempat membela diri. Dalam klarifikasinya, Taqy membuktikan angka 80 Riyal adalah ucapan pedagang di depan Masjid Nabawi, bukan harga mutlak darinya.
Selain itu, beredar narasi bahwa keuntungan dari wakaf tersebut juga diperuntukkan bagi pembebasan lahan Masjid Malikal Mulki. Namun, hal ini kembali dipatahkan oleh Randy.
"Ada yang bilang bahwa margin dari wakaf tersebut diperuntukkan juga untuk pembebasan lahan Masjid Malikal Mulki-nya. Ya buktinya sekarang masjidnya ke mana?" tanya Randy menohok.
Meski saat ini belum ada pemblokiran imigrasi untuk Taqy Malik masuk ke Saudi, Randy memperingatkan bahwa rekam jejak digital dan laporan di tempat kejadian bisa berakibat fatal. Randy bahkan membocorkan bahwa Taqy pernah dicari-cari polisi Madinah pada Ramadan tahun lalu akibat membagikan makanan di area Mamsha Quba, dan saat itu Randy-lah yang menemaninya.