Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Cristin Adal
MAUMERE, TRIBUNFLORES.COM- Sejak tahun 2025-2026, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kopdit Obor Mas berkomitmen menyelenggarakan Rapat Anggota Khusus (RAK) untuk mematangkan program kerja dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB) tahun buku berjalan.
KSP Kopdit Obor Mas menunjukkan konsistensinya dalam menjaga tata kelola lembaga yang sehat. Langkah strategis ini mendapat apresiasi langsung dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Apresiasi tersebut disampaikan dalam pembukaan RAK KSP Kopdit Obor Mas yang berlangsung di Aula Puskopdit Maumere, Jalan Wairklau, Kabupaten Sikka, Senin (16/2/2026).
Filipe Lelo Bere, Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Koperasi Dinas Koperasi dan UKM NTT, menyatakan kebanggaannya atas profesionalisme Obor Mas.
Baca juga: Gubernur NTT Melki Laka Lena Jadi Anggota Kopdit Obor Mas
Menurutnya, pelaksanaan RAK sebelum Rapat Anggota Tahunan (RAT) merupakan bukti kematangan manajemen.
"Kami bangga karena komitmen koperasi ternama di NTT dan Flores ini dalam melaksanakan RAK sebelum pelaksanaan RAT 2026," ujar Filipe yang hadir mewakili Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTT.
Momentum Strategis Pembangunan Ekonomi
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Sikka, Valerianus Samador, yang mewakili Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago.
Dalam sambutannya, Valerianus menekankan bahwa RAK 2026 bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan kompas bagi perjalanan lembaga selama setahun ke depan.
Selain membahas anggaran, rapat ini juga menetapkan peraturan khusus mengenai kelembagaan dan sistem simpan pinjam.
Baca juga: Salurkan KUR Rp 200 M, GM KSP Kopdit Obor Mas : Terima Kasih Presiden Prabowo
“Saya berharap kita semua mengikuti rapat ini dengan sungguh-sungguh. Apa yang kita bahas selama dua hari ini menentukan pekerjaan dalam satu tahun mendatang,” tegas Valerianus.
Ia menambahkan, kontribusi Kopdit Obor Mas melampaui angka-angka statistik. Koperasi ini dinilai berhasil mendorong kemandirian ekonomi masyarakat kecil dan mempererat solidaritas sosial di wilayah Flores, Lembata, hingga Timor.
“Penyusunan program kerja harus realistis berbasis data, sistem pengelolaan keuangan yang sehat, likuiditas yang terjaga, serta konsistensi pelayanan. Pertumbuhan koperasi bukan hanya ditentukan angka di atas kertas, tapi seberapa jauh berdampak bagi anggota,” lanjutnya.
Evaluasi dan Solusi Konstruktif
Ketua Pengurus KSP Kopdit Obor Mas, Markus Menando, menjelaskan bahwa agenda utama RAK kali ini adalah mengevaluasi capaian tahun buku 2025 sekaligus membedah tantangan tahun 2026.
Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran pengurus, pengawas, penasihat, serta manajer dari 32 kantor cabang yang tersebar di Pulau Flores, Lembata, dan Timor. Turut hadir pula General Manajer KSP Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering.
“Dari RAK ini, kita harapkan ada temuan solusi konstruktif yang terbaik untuk kepentingan kita semua, demi perkembangan Kopdit Obor Mas di masa yang akan datang,” harap Markus.