TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Satgas Pangan Jembrana bersama Satgas Saber Pangan dari Badan Pangan Nasional di Bali menggelar sidak harga dan stok bahan pokok di Pasar Umum Negara, Senin 16 Februari 2026.
Sidak menjelang Ramadan ini untuk memastikan harga dan stok makanan aman dan mencukupi.
Meskipun stok aman, sedikitnya ada tiga komoditas yang mengalami kenaikan harga sejak sepekan belakangan ini.
Baca juga: WAPRES Gibran Blusukan ke Pasar Badung, Pedagang Keluhkan Harga Cabai Naik, Pemkot Beri Subsidi
Menurut informasi yang diperoleh, kenaikan harga yang begitu signifikan adalah daging ayam.
Jika sebelumnya harga daging ayam di pasaran sekitar Rp38 Ribu per kilogram, menjelang Ramadhan meningkat hingga menyentuh angka Rp45 ribu per kilogramnya.
Kemudian, harga cabai merah kecil juga meningkat dari Rp80-85 ribu menjadi Rp90 ribu perkilogramnya.
Sementara cabai merah besar meningkat dari Rp32 ribu menjadi Rp35 Ribu perkilogram. Harga bawang merah juga dilaporkan meningkat dari Rp25 menjadi Rp30 ribu per kilogramnya.
Baca juga: Temukan Harga Cabai Keriting Melambung, Satgas Ancam Cabut Izin Usaha Spekulan Harga Jelang Ramadan!
"Kenaikannya sudah dari Minggu (pekan) lalu. Saat ini, harga daging ayam sudah Rp45 ribu perkilogramnya," ungkap salah satu pedagang daging ayam dan ikan, Ni Komang Sutarmi di Pasar Umum Negara, Senin 16 Pebruari 2026.
Dia melanjutkan, kenaikan tersebut disebutkan karena memang pasokan dari Jawa menipis. Sehingga karena kekurangan stok, harga justru semakin melambung.
Ia berharap harga daging ayam bisa segera normal kembali seperti sebelumnya.
"Pelanggan juga mengeluh kemarin dengan kenaikan harga ini dan diharapkan bisa segera normal kembali," harapnya.
Baca juga: Harga Gula Melonjak, Satgas Pangan Bali Semprit Pelaku Usaha Nakal di Denpasar
Terpisah, Perwakilan Badan Pangan Nasional Provinsi Bali, Zulkifli Nurul menyatakan, kenaikan harga sejumlah komoditas di pasaran terjadi di seluruh Bali.
Mulai dari cabai merah, telur hingga daging ayam. Dengan kondisi ini, pihaknya berkoordinasi dengan seluruh Satgas Pangan atau masing-masing Polres di Bali untuk menyelidiki penyebab kenaikan harga tersebut.
"Memang dari belasan komoditi yang kita cek, ada beberapa yang harganya meningkat di atas HET seperti cabe rawit kecil daging ayam dan telur ayam itu nanti kita akan telusuri kenapa harga 3 komoditi ini bisa meningkat," ungkapnya.
Dia mewanti-wanti jika nantinya ditemukan ada ulah oknum yang sengaja menimbun atau bahkan memanipulasi harga menjelang Bulan Ramadhan ini demi mencari keuntungan sendiri, sanksi terberat adalah pencabutan izin usaha dan sanksi lainnya.
"Tentunya, kita berkoordinasi dengan Satgas Pangan di masing-masing Kabupaten untuk membantu menelusuri penyebab kenaikan harga tersebut," imbuhnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jembrana yang juga Ketua Satgas Pangan Jembrana, AKP I Gede Alit Darmana menegaskan, sanksi sesuai SOP bakal diterapkan jika menemukan oknum yang kedapatan "bermain".
Untuk sementara, harga bahan pokok masih terpantau stabil meskipun ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan.
"Tentunya kita akan menelusuri kenapa sejumlah komoditi ini harganya bisa melonjak dari rantai distribusi. Dan jika nantinya kita temukan ada yang bermain, tentunya kita akan berikan sanksi sesuai SOP."
"Mulai dari melayangkan surat teguran, kemudian jika surat teguran tidak diindahkan maka kita dari Satgas Pangan akan berkoordinasi dengan dinas perizinan terkait dengan pencabutan izin," tegasnya. (*)