Renungan Harian Kristen 17 Februari 2026 - Kabar yang Menggetarkan
Suci Rahayu PK February 16, 2026 06:11 PM

Renungan Harian Kristen 17 Februari 2026 - Kabar yang Menggetarkan

Bacaan ayat: Yosua 5:1 (TB)  Ketika semua raja orang Amori di sebelah barat sungai Yordan dan semua raja orang Kanaan di tepi laut mendengar, bahwa TUHAN telah mengeringkan air sungai Yordan di depan orang Israel, sampai mereka dapat menyeberang, tawarlah hati mereka dan hilanglah semangat mereka menghadapi orang Israel itu.

Oleh Pdt Feri Nugroho

 

Orang-orang masih saja merasa kuatir dan gentar dalam menjalani kehidupan, sementara hari-hari tertentu terlihat sangat khusyuk berdoa dalam rumah-rumah ibadah.

 Ini terlihat aneh! Sewajarnya akan dinilai bahwa orang-orang yang melakukan ritual iman akan sanggup menjalani kehidupan tanpa harus takut dan gentar.

Mengapa tetap gentar sementara hidup beribadah telah dijalani dengan semangat? Kuncinya terletak pada bagaimana seseorang memahami ibadah yang dilakukan.

Jika ritual ibadah sebatas ritual sebagai bentuk terlihat dari identitas akan keyakinan tertentu, maka wajar, jika ibadah yang dilakukan tidak bersentuhan dengan pengalaman hidup.

Seakan kehidupan dijalankan dalam keberadaan dua sisi yang berbeda. 

Satu di bumi, satunya lagi di surga. 

Sungguh aneh jika mereka justru gentar! Bukankah mereka juga mempunyai ilah yang disembah, sementara terhadap Ilah yang ini tidak mereka kenal.

Benar bahwa mereka tidak tahu menahu tentang Ilah yang ini. 

Namun mereka melihat apa yang dilakukan-Nya: sebuah umat yang besar dituntun menyeberangi Sungai Yordan; yang sangat mustahil terjadi jika tidak ditolong oleh sesembahan yang kuat. Fakta inilah yang membuat mereka tawar hati. 

Semangat mereka pudar tatkala melihat karya besar yang Allah lakukan kepada umat-Nya. Sebuah karya yang hanya bisa dilakukan oleh Allah yang Mahabesar.

Pengalaman tersebut membawa dampak yang besar sebagai alat evaluasi bagi kehidupan kita, orang percaya, hari ini.

Sebagai orang-orang percaya, kita bukan hanya melihat karya-karya-Nya dinyatakan; kita memiliki relasi personal dengan Dia: Allah yang berkuasa atas segala yang ada. 

Sewajarnya kehidupan tidak perlu kuatir akan apapun juga. Ada begitu banyak pengalaman yang bisa dijadikan jaminan bahwa semua akan baik-baik saja ketika percaya.

Seharusnya kuatir tidak memiliki ruang dalam hati kita, sebab semua ruang kehidupan telah diisi dengan iman yang teguh bahwa Allah telah menyelamatkan. 

Berbagai ritual beriman yang dilakukan, dapat dijadikan sebagai pengingat akan penyertaan Allah yang terus nyata dalam kehidupan.

Teruslah percaya, bahwa Ia berkarya. Karya-Nya telah menggentarkan banyak orang. Seharusnya itu menjadi jaminan bagi kita bahwa Ia akan terus berkarya yang terbaik bagi kita. Amin

   Renungan Kristen oleh Pdt Feri Nugroho, GKSBS Siloam Palembang

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.