Tak Hanya PRC, Pemkot Madiun Kini Garap Wisata Religi Integrasi: Kuncen & Taman Jadi Pilot Project
Sudarma Adi February 16, 2026 06:14 PM

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Destinasi tamasya di Kota Madiun kini semakin beragam, usai pemerintah daerah setempat mematangkan pengembangan destinasi wisata berbasis religi, budaya, dan sejarah.

Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun mengatakan, wisata ini terintegrasi menghubungkan sejumlah titik bersejarah dalam satu rangkaian kunjungan.

Rangkaiannya dimulai dari kawasan Pahlawan Religi Center (PRC), dilanjutkan menuju Masjid Kuno Kuncen menggunakan bus wisata, dan diteruskan ke Masjid Kuno Taman dengan becak.

Baca juga: Website Pemkot Madiun Kena Hack, Diarahkan ke Situs Judi Online, Kominfo Buka Suara

“Masjid Kuno Kuncen dan Masjid Kuno Taman untuk tahap awal dijadikan proyek percontohan wisata terintegrasi,” ujar Plt Wali Kota F Bagus Panuntun.

Pihaknya telah memastikan kesiapan keduanya. Bahkan, penguatan tidak hanya pada sisi infrastruktur, tetapi juga sumber daya manusia.

“Sebelum peluncuran, kami telah mengecek langsung jalur, armada transportasi, hingga kesiapan objek wisata di lapangan.
Jalur dan transportasinya sudah kami periksa sampai ke dalam,” ujar F Bagus Panuntun, Senin (16/2/2026).

Peran Vital Pokdarwis dalam Wisata Kelurahan

Melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Pemkot menggelar pembinaan bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai tindak lanjut pengembangan wisata terintegrasi.

“Pokdarwis akan berperan memetakan serta mengembangkan potensi wisata di wilayah masing-masing,” bebernya.

Di satu sisi dirinya mengakui, masih ada beberapa perbaikan yang dibutuhkan. Meski demikian, pengembangan wisata budaya dan religi menjadi prioritas pembangunan 2026. 

“Potensinya besar dan harus segera diwujudkan.Selama ini, masyarakat lebih mengenal Pahlawan Street Center (PSC) sebagai pusat kunjungan,” tuturnya. 

Baca juga: Bulog Madiun Catat Penyerapan Jagung 2.435 Ton di Awal 2026

Pemkot Madiun berencana memperluas titik destinasi agar wisatawan juga mengenal kekayaan religi, maupun sejarah yang ada di kelurahan.

“Insya Allah pengembangan wisata religi, budaya, dan sejarah akan kami wujudkan secara bertahap,” imbuhnya.

Ia berharap, dengan pola terintegrasi pariwisata tumbuh merata dan, kunjungan wisata tak lagi terpusat di satu kawasan.

“Mudah mudahan pemberdayaan serta kesejahteraan masyarakat kelurahan di Kota Madiun, ikut terangkat,” tandas F Bagus Panuntun.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.