Tribunlampung.co.id, Pringsewu - Warga Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung akhirnya patungan Perbaiki Jalan rusak yang tidak kunjung tersentuh pembangunan pemerintah.
Inisiatif warga memperbaiki jalan rusak itu menarik perhatian masyarakat hingga donatur untuk berpartisipasi dalam kegiatan itu.
Apa lagi jalan berlubang dan tidak rata itu dinilai membahayakan, terutama pada saat musim hujan.
Mengingat jalan ini sebagai akses utama warga untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk menuju fasilitas umum, lahan pertanian, serta jalur pendidikan.
Warga lantas menggalang dana secara swadaya untuk melakukan pengecoran jalan sepanjang kurang lebih 150 meter di Pekon Wates Timur, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Senin (16/2/2026).
Baca juga: Warga Pringsewu Gelar Gogoh Lele Protes Jalan Rusak 9 Tahun Tak Diperbaiki
Salah satu warga, Handoko mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan sekitar.
“Kami warga Dusun Tambah Mulyo, Pekon Wates Timur, melaksanakan gotong royong pengecoran jalan sepanjang kurang lebih 150 meter. Dengan anggaran swadaya, Alhamdulillah pembangunan ini bisa terlaksana,” ujarnya.
Menurutnya, perbaikan jalan ini tidak hanya bertujuan memperlancar akses transportasi, tetapi juga menjadi wujud tanggung jawab bersama dalam menjaga dan membangun lingkungan tempat tinggal.
Ia menilai, kondisi infrastruktur yang layak akan berdampak langsung pada kenyamanan dan keselamatan masyarakat. Proses pengecoran dilakukan secara bertahap dengan melibatkan puluhan warga.
Sejak pagi hari, masyarakat bergotong royong menyiapkan adukan semen, meratakan permukaan jalan, hingga memastikan hasil pengecoran sesuai harapan.
Di akhir kegiatan, warga menyampaikan apresiasi kepada para donatur serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi, baik dalam bentuk tenaga, material, maupun konsumsi.
Kebersamaan yang terjalin selama proses pengerjaan dinilai menjadi kekuatan utama dalam pembangunan desa.
Meski jalan sepanjang 150 meter tersebut kini telah diperbaiki, warga berharap perhatian terhadap infrastruktur lingkungan dapat terus berlanjut.
Pasalnya, masih terdapat sejumlah titik jalan lain di Pekon Wates Timur yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Sebaga warga, Handoko pun berharap langkah swadaya ini dapat menjadi pemicu kolaborasi yang lebih luas antara masyarakat dan pihak terkait. Sehingga pembangunan infrastruktur desa dapat dilakukan secara berkesinambungan demi kesejahteraan bersama. (Tribunlampung.co.id/Oky Indrajaya)