TRIBUNSUMSEL.COM -- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap adanya potensi berbedaan awal Ramadan 1447 Hijriyah di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Peneliti Pusat Antariksa BRIN, Thomas Djamaludin melalui kanal YouTube pribadinya melansir dari Tribunpalu.com, Senin (16/2/2026).
Thomnas memprediksi jika 1 Ramadan bakal jatuh pada, Kamis 19 Februari 2026.
Ia menyebut posisi hilal pada saat Maghrib 17 Februari 2026 di wilayah Asia Tenggara belum memenuhi kriteria MABIMS.
Istilah tersebut merujuk pada forum Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Namun, Thomas juga menjelaskan bahwa tidak semua pihak menggunakan kriteria MABIMS.
Beberapa ormas Islam mengacu pada kriteria Turki yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 5 derajat dan elongasi 8 derajat.
Thomas menegaskan bahwa perbedaan ini bersifat ilmiah dan metodologis, bukan perbedaan prinsip keagamaan.
"Jadi, ada potensi perbedaan awal Ramadan, ada yang 18 Februari dan ada yang 19 Februari," ungkap Thomas.
Kementerian Agama (Kemenag) sendiri secara resmi telah menjadwalkan sidang isbat pada 17 Februari 2026.
Dengan begitu, kemungkinan 1 Ramadan jatuh pada 18 Februari jika hilal memenuhi kriteria.
Berbeda dengan pemerintah, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan awal Ramadan 1447 H.
Dengan menggunakan metode Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Muhammadiyah menetapkan awal puasa pada Rabu (18/2/2026).
Sementara Nahdlatul Ulama akan menggelar Rukyatul Hilal di sejumlah lokasi yang telah ditentukan.
NU menetapkan awal Ramadan dengan metode Rukyatul Hilal yang didukung data hisab.
Jika hilal teramati sesuai kriteria imkanur rukyah, maka 1 Ramadan ditetapkan keesokan harinya.
Keputusan akhir biasanya diumumkan setelah laporan rukyat dihimpun dan dikaji oleh Lembaga Falakiyah NU.
18 Februari 2026 (1 Ramadan 1447, Rabu)
19 Februari 2026 (2 Ramadan 1447, Kamis)
20 Februari 2026 (3 Ramadan 1447, Jumat)
21 Februari 2026 (4 Ramadan 1447, Sabtu)
22 Februari 2026 (5 Ramadan 1447, Minggu)
23 Februari 2026 (6 Ramadan 1447, Senin)
24 Februari 2026 (7 Ramadan 1447, Selasa)
25 Februari 2026 (8 Ramadan 1447, Rabu)
26 Februari 2026 (9 Ramadan 1447, Kamis)
27 Februari 2026 (10 Ramadan 1447, Jumat)
28 Februari 2026 (11 Ramadan 1447, Sabtu)
1 Maret 2026 (12 Ramadan 1447, Minggu)
2 Maret 2026 (13 Ramadan 1447, Senin)
3 Maret 2026 (14 Ramadan 1447, Selasa)
4 Maret 2026 (15 Ramadan 1447, Rabu)
5 Maret 2026 (16 Ramadan 1447, Kamis)
6 Maret 2026 (17 Ramadan 1447, Jumat)
7 Maret 2026 (18 Ramadan 1447, Sabtu).
8 Maret 2026 (19 Ramadan 1447, Minggu)
9 Maret 2026 (20 Ramadan 1447, Senin)
10 Maret 2026 (21 Ramadan 1447, Selasa)
11 Maret 2026 (22 Ramadan 1447, Rabu)
12 Maret 2026 (23 Ramadan 1447, Kamis)
13 Maret 2026 (24 Ramadan 1447, Jumat)
14 Maret 2026 (25 Ramadan 1447, Sabtu)
15 Maret 2026 (26 Ramadan 1447, Minggu)
16 Maret 2026 (27 Ramadan 1447, Senin)
17 Maret 2026 (28 Ramadan 1447, Selasa)
18 Maret 2026 (29 Ramadan 1447, Rabu)
19 Maret 2026 (30 Ramadan 1447, Kamis)
(*)