Ilmuwan Ramal Masa Depan Kehidupan di Antarktika, Ini Hasilnya
GH News February 16, 2026 07:09 PM
Jakarta -

Sekelompok ilmuwan dari Monash University meramal kehidupan masa depan di Antartika melalui sebuah studi. Hasilnya, ada lima skenario yang mungkin terjadi di sana.

Studi tersebut dipimpin oleh Profesor Melodie McGeoch yang tergabung dalam program riset Securing Antarctica's Environmental Future (SAEF). Para ilmuwan ingin memandu dan mendukung perencanaan konservasi tingkat nasional dan internasional bagi Antarktika.

McGeoch mengatakan, kondisi Antartika saat ini membuatnya sulit diakses dan diprediksi. Pada dasarnya, Antartika masih dalam kondisi dingin ekstrem, berangin, kering, dan terisolasi.

Namun, timnya coba mengakali keterbatasan ini. Lima proses ekologis inti menjadi ilmu dasar untuk mengetahui bagaimana keanekaragaman hayati terbentuk. Ia kemudian menerapkan gagasan tersebut pada konteks Antarktika.

"Ini membantu kami mengembangkan lima kemungkinan hasil tentang bagaimana kehidupan di seluruh benua akan merespons perubahan iklim dan tekanan lingkungan lainnya," kata McGeoch, dikutip dari laman resmi Monash University.

5 Skenario Kehidupan Antartika di Masa Depan

Antarktika diketahui memiliki 2.100 spesies tumbuhan dan hewan darat. Keanekaragaman hayati ini sebagian besar hidup di wilayah bebas es yang mencakup kurang dari 1 persen benua tersebut.

Perubahan yang mengancam Antartika memicu perkiraan para ilmuwan akan faktor pengubah masa depan benua ini. Faktor-faktor yang dimaksud meliputi perubahan iklim, polusi, spesies invasif, penyakit, dan perubahan penggunaan lahan.

Untuk meramal masa depan Antarktika, lima proses ekologis dipertimbangkan para ilmuwan. Kelimanya yaitu:

  • Penyaringan abiotik: Kondisi fisik yang memengaruhi kelangsungan hidup, seperti ketersediaan air.
  • Penyebaran: Kemampuan untuk mencapai habitat baru.
  • Adaptasi: Kemampuan untuk berevolusi.
  • Interaksi biotik: Interaksi antarbentuk kehidupan, seperti hubungan predator dan mangsa.
  • Stokastisitas: Hilangnya nyawa akibat peristiwa yang tidak dapat diprediksi, seperti gelombang panas.

Hasilnya, ada lima skenario kehidupan Antartika di masa depan, yakni:

1. Terbatas

Kondisi Antartika yang dingin, kering, berangin, dan terisolasi akan terus membatasi kehidupan di Antarktika. Akibatnya perluasan dan perubahan wilayah jelajah di Antartika akan tak banyak berubah.

2. Dinamis

Kondisi Antarktika yang terisolasi akan membatasi kemampuan spesies untuk menyebar ke wilayah bebas es baru. Hewan juga tak mampu melakukan spesies invasif untuk tiba dan menetap di tempat baru.

3. Keanekaragaman

Spesies Antarktika akan beradaptasi dengan kondisi baru, seperti suhu yang lebih hangat dan area bebas es yang lebih luas. Ada kemungkinan kedatangan spesies baru yang akan memperkaya kehidupan di benua tersebut dan pulau-pulau sekitarnya.

4. Interaktif

Frekuensi dan keanekaragaman interaksi antarspesies akan meningkat melalui hilangnya kendala fisik seperti kondisi dingin dan kering. Akibatnya, kompleksitas keanekaragaman hayati di Antarktika akan meningkat.

5. Kekacauan

Peristiwa ekstrem seperti gelombang panas dan banjir akan menyebabkan hilangnya banyak spesies secara lokal. Selain itu, jumlah keanekaragaman hayati juga akan menurun.

McGeoch menilai, Antarktika akan terus menjadi daerah yang dingin, kering, berangin, dan terisolasi. Hal ini tentu akan memperlambat respons kehidupan di benua tersebut terhadap perubahan kondisi.

"Pada saat yang sama, bagaimana spesies beradaptasi dengan perubahan, sifat peristiwa ekstrem yang tidak dapat diprediksi, dan kompleksitas interaksi antar spesies, berarti bahwa respons kehidupan Antartika akan bervariasi di seluruh wilayah tersebut," jelasnya.

Namun, ilmuwan masih perlu mencari bukti dari lima skenario tersebut dan memprediksi di mana wilayah masing-masing skenario paling mungkin terjadi. Setelah hal ini terpenuhi, manusia akan semakin paham akan kondisi Antartika di masa depan.

McGeoch dan tim merekomendasikan agar peneliti selanjutnya memprioritaskan kesenjangan pengetahuan yang ada di studi ini. Di antaranya yakni mencari tahu lebih lanjut seberapa jauh dan seberapa sering spesies berpindah di Antarktika, kemampuan mereka untuk beradaptasi, di mana spesies baru kemungkinan besar akan tiba, dan bagaimana komunitasnya merespons peristiwa ekstrem.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.