TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Berikut sektor saham 2026 yang diprediksi akan menghasilkan keuntungan berlebih saat Imlek 2577 Kongzili dan puasa Ramadhan 1447 H.
Pekan depan pasar saham Indonesia akan memasuki momen musiman yang patut jadi perhatian bagi investor, yakni Tahun Baru Imlek dan bulan Ramadan.
Beberapa sektor tertentu berpotensi diuntungkan pada periode tersebut.
Seperti yang diungkap Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto.
Ia menyampaikan, tahun 2026 cukup unik lantaran momen Tahun Baru Imlek dan Ramadan saling berdekatan.
Baca juga: Siap-siap! Rekomendasi Harga Saham Pilihan Bakal Melejit Tajam di Imlek 2026 Tahun Kuda Api
Dari situ, ia meyakini momentum perayaan Imlek dan Ramadan akan memicu permintaan terhadap produk-produk yang bersifat musiman.
Setidaknya dalam jangka pendek emiten-emiten terkait konsumer, ritel, dan telekomunikasi berpotensi diuntungkan dan mengalami peningkatan kinerja seiring tingginya kebutuhan masyarakat terhadap produk dan jasa tersebut.
"Investor bisa fokus ke sektor konsumer, ritel, telekomunikasi yang biasanya jadi unggulan di periode tersebut," ujar dia dalam Media Day bersama Mirae Asset Sekuritas, Jumat 13 Ferbruari 2026.
Di luar itu, Rully juga menyebut saham-saham terkait komoditas emas tetap bisa menjadi opsi bagi investor selama periode Imlek dan Ramadan.
Hal ini didukung oleh potensi kenaikan harga emas dunia yang dapat terus berlanjut, meski beberapa waktu terakhir harga komoditas tersebut sempat terkoreksi.
Rully juga bicara mengenai peluang saham-saham terkait kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan, seperti di sektor poultry.
Menurutnya, prospek saham-saham di sektor tersebut dalam jangka pendek sangat bergantung dari keputusan akhir pemerintah terkait nasib program MBG selama Ramadan berlangsung.
Jikalau penyaluran MBG dibatasi selama Ramadan, kemungkinan pamor saham-saham yang selama ini diuntungkan oleh program tersebut akan meredup untuk sementara waktu.
Terlepas dari itu, Rully mengingatkan bahwa pergerakan pasar saham selama Ramadan juga akan banyak dipengaruhi oleh sentimen makro.
Seperti kelanjutan kesepakatan tarif dagang Indonesia dan Amerika Serikat (AS) hingga perkembangan perbaikan tata kelola bursa selepas gejolak pasar akibat isu Morgan Stanley Capital International (MSCI).
"Hasil pemaparan outlook ekonomi dari pemerintah juga akan jadi sentimen ketika pasar kembali dibuka setelah libur nanti," tandas dia.
Baca juga: Rekomendasi IHSG Terbaru 16 Februari 2026 Lengkap Harga Saham, Mirae Asset Sekuritas Tetap Optimis
Sebagaimana diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,64 persen ke level 8.212,27 pada penutupan perdagangan Jumat (13/2). Sejak awal tahun, IHSG telah terkoreksi 5,03 % year to date (ytd).
Semoga informasi ini bermanfaat.