Warga Keluhkan Harga LPG 3Kg Tembus Rp 40 Ribu, Pertamina Tambah 700 Tabung ke Sesayap Tana Tidung
Junisah February 16, 2026 07:29 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan pasokan LPG 3 kilogram subsidi di Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara dalam kondisi aman dan sesuai alokasi.

Hal ini disampaikan menyusul keluhan warga Desa Tideng Pale dan Tideng Pale Timur yang beberapa hari terakhir mengaku kesulitan mendapatkan gas melon di pangkalan resmi, hingga terpaksa membeli di pengecer seharga Rp 40 ribu per tabung.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun menjelaskan realisasi penyaluran LPG 3 kg di Kabupaten Tana Tidung pada Januari 2026 mencapai 104,5 persen.

“Selain alokasi reguler, kami juga telah menyalurkan fakultatif pada 16 Januari 2026 sekitar 4,5 persen dari alokasi Januari untuk memperkuat stok di lapangan,” ujar Edi Mangun, Senin (16/2/2026).

Baca juga: Gas LPG 3 Kg Langka, Warga Kecamatan Sesayap Tana Tidung Terpaksa Beli Rp 40 Ribu di Pengecer

Sementara untuk Februari 2026, hingga 15 Februari tercatat sekitar 47,8 persen dari total alokasi bulanan telah tersalurkan.

Ia menambahkan, hasil monitoring di sejumlah pangkalan di Kecamatan Sesayap menunjukkan stok masih tersedia, meski di beberapa titik habis karena tingginya serapan masyarakat.

“Dari sampling laporan stok pangkalan, masih ada sisa antara 10 sampai 30 tabung per pangkalan, walaupun ada yang habis karena penyaluran cepat,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pertamina juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk menggelar operasi pasar pada Selasa (17/2/2026) dengan tambahan alokasi fakultatif lebih dari 700 tabung.

Di sisi lain, sebelumnya warga mengeluhkan sulitnya memperoleh LPG subsidi di pangkalan resmi.

Biah, warga Tideng Pale, mengaku sudah beberapa hari berkeliling mencari gas 3 kg namun tidak menemukan stok.

Baca juga: Harga LPG 3 Kg di Tana Lia Tembus Rp 100 Ribu, Disperindagkop Tana Tidung Imbau Segera Lapor

“Di pangkalan kosong, katanya belum datang. Jadi mau tidak mau beli di pengecer, harganya sampai Rp 40 ribu,” ujarnya.

Padahal harga eceran tertinggi (HET) di Kabupaten Tana Tidung berkisar Rp 30 ribu hingga Rp 32 ribu per tabung.

Hal serupa disampaikan Olla, warga Tideng Pale Timur. Ia menyebut stok di pangkalan sering kali tidak tersedia, sementara di pengecer lebih mudah ditemukan meski dengan harga lebih tinggi.

“Biasanya Rp 30 ribu, sekarang kalau ada di pengecer Rp 40 ribu. Kadang harus pesan dulu,” katanya.

Menanggapi hal itu, Edi menegaskan harga di atas HET umumnya terjadi di tingkat pengecer dan bukan di pangkalan resmi.

“LPG 3 kilogram merupakan produk subsidi yang hanya diperuntukkan bagi rumah tangga sasaran dan usaha mikro. Penjualan wajib dilakukan di pangkalan resmi sesuai HET yang ditetapkan pemerintah daerah,” tegasnya.

ILUSTRASI- PT Pertamina Patra Niaga di Regional Kalimantan mendapatkan 700 tabug LPG 3K ke Kecamatan Sesayap Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara
ILUSTRASI- PT Pertamina Patra Niaga di Regional Kalimantan mendapatkan 700 tabug LPG 3K ke Kecamatan Sesayap Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara (HO/Pertamina)

Pertamina juga memastikan ketersediaan LPG non-subsidi seperti Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg sebagai alternatif bagi masyarakat mampu.

Selain memperketat pengawasan distribusi, edukasi kepada masyarakat terus dilakukan melalui agen dan pangkalan resmi agar pembelian LPG subsidi dilakukan langsung di pangkalan.

“Kami berkomitmen menjaga ketersediaan dan memastikan LPG 3 kilogram tersalurkan tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak. Pengawasan distribusi terus kami perkuat bersama pemerintah daerah,” tutup Edi.

Pertamina mengimbau masyarakat membeli LPG 3 kg di pangkalan resmi dan melaporkan jika menemukan penjualan di atas HET melalui Pertamina Contact Center 135 atau media sosial resmi @pertamina135.

(*)

Penulis : Rismayanti 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.