Demi Makan Keluarga, Petani di OKI Nekat Menyadap Karet di Tengah Banjir, Berujung Tewas Tenggelam
Slamet Teguh February 16, 2026 07:32 PM

 

TRIBUNSUNSEL.COM, KAYUAGUNG – Niat hati hendak mengais rezeki di tengah kepungan banjir, Imam Safei (40) justru pulang dalam kondisi yang sudah tidak bernyawa. 

Petani karet asal kawasan Jahe, Desa Muara Burnai 2, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ditemukan tewas tenggelam usai sempat dinyatakan hilang saat hendak bekerja di kebun karet miliknya yang terendam air setinggi pinggang.

Salah seorang warga, Andi menjelaskan awal mula kejadian pada Sabtu (14/2/2026) sekitar jam 16.00 WIB.

Korban berjalan hendak menuju kebun karet yang berada di area belakang rumahnya.

"Saat pagi hari korban telah selesai memahat (menyadap) karet dan selanjutnya di sore hari akan kembali ke kebun untuk ngobat (memberi cairan pengental karet)," ujarnya saat dihubungi pada Senin (16/2/2026) sore.

Bertepatan terdengar suara azan ashar, sang istrinya menghampiri suaminya ke kebun, karena menyuruh pulang sholat.

"Waktu dipanggil ada suara sautan dari suaminya yang ada di kebun. Maka istrinya pun pulang kerumah," ungkapnya

Tidak berselang lama kemudian, korban juga pulang kerumah sekitar jam 17.00 WIB yang saat itu kebetulan bertemu dengan anaknya perempuan yang masih kecil.

"Tetapi keluarga menaruh curiga, karena korban yang biasanya memanggil atau ngobrol. Tetapi saat pulang kondisinya diam saja dan saat disapa tetap nggak mau ngomong," 

"Setelah itu korban kembali lagi ke kebun, hingga akhirnya hingga datang azan magrib tidak kunjung pulang lagi kerumahnya," ujarnya.

Baca juga: Antisipasi Potensi Banjir, Debit Air di Sungai Sebagut, Penungkal, dan Abab di PALI Dipantau

Baca juga: Momen Seorang Bocah Nekat Hentikan Bupati Banyuasin Saat Beri Bantuan Banjir, Ternyata Minta Dipeluk

Dengan perasaan khawatir, maka keluarga segera meminta bantuan masyarakat untuk turut mencari keberadaan korban yang terakhir kali pamit ke kebun karet miliknya.

"Sekitar magrib istri korban minta bantuan kepada masyarakat. Namun yang kebetulan sedang ada acara yasinan, maka pencarian dimulai setelah itu dan sampai pagi warga setempat menyisir dilokasi cari korban tetapi tidak ketemu,"

"Tepat sekitar pukul 08.30 WIB ada warga yang menemukan topi korban dan benar saja tubuh korban ditemukan di sekitar pintu air yang lokasi tak jauh dari kebun karetnya,"

"Saat ditemukan kondisinya sudah meninggal dunia dan kemarin sekitar jam 11.00 WIB dimakamkan di TPU Desa Muara Burnai 2," tuturnya.

Menurutnya, kondisi kebun karetnya memang sedang terendam banjir setinggi pinggang orang dewasa, namun korban tetap memilih untuk menyadap karet karena masih bisa  dan batang karetnya sudah tinggi.

"Sewaktu ditemukan, lokasi berada di kebun karet milik orang lain yang juga terendam banjir dengan ketinggian sebatas kepala orang dewasa. Kemungkinan korban terpeleset dan terbawa arus banjir hingga tenggelam," sebutnya.

Terpisah Camat Lempuing Jaya, Roni Santosa M.Pd membenarkan adanya kejadian tersebut diwilayah jahe Desa Muara Burnai 2.

"Ya benar ada kejadian tersebut," ungkapnya, jenazah sudah dimakamkan oleh pihak keluarga.

 

 

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.