'Tolong Aku Keluar, Aku Lapar', Jeritan KA Balita Disekap dan Dianiaya Paman dan Bibi di Surabaya
Moch Krisna February 16, 2026 07:32 PM

 

TRIBUNSUMSEL.COM - Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang balita berusia 4 tahun bernisial KA dilakukan oleh paman dan bibinya mendapat sorotan tajam dari publik.

Adapun peristiwa dugaan penganiayaan itu terjadi  di sebuah kos nomor 9, Jalan Bangkingan RT 03 RW 01, Lakarsantri, Surabaya, Jawa Timur.

Diketahui, KA tinggal bersama SA dan suaminya, UFA (30), setelah dititipkan oleh sang ayah kandung, DP.

Kejadian memilukan ini terungkap, setelah warga sekitar menaruh curiga terhadap suara tangisan yang tak kunjung berhenti dari salah satu kamar kos.

Baca juga: Sadisnya Paman & Bibi di Surabaya Diduga Aniaya Keponakan Usia 4 Tahun hingga Kelaparan, Ortu Cerai

 

 

Islaha, tetangga di samping kos, tak bisa menahan air matanya saat ia menceritakan puncak kejadian Senin (9/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

"Saya mendengar KR berteriak meminta tolong dari balik tembok, memanggil seseorang agar pintu dibuka karena kelaparan,” kata Islaha, saat ditemui SURYA.CO.ID di lokasi kejadian, Senin (16/2/2026).

Saat didekati, kondisi kamar sangat sepi, sementara pelaku tidak ada di lokasi.

Islaha mencoba berkomunikasi dengan korban melalui celah pintu.

Jawaban sang balita justru menyayat hati para tetangga yang mendengar.

"Minta tolong, aku mau keluar. Aku lapar."

Warga pun bergotong royong membongkar jendela kamar nomor 9 untuk mengevakuasi KA.

Wajahnya dipenuhi memar, terdapat luka gores yang mengering di sekujur tubuh, hingga rambut di bagian ubun-ubun yang botak karena diduga sering dijambak dengan keras.

Islaha mengungkapkan pengalaman mengerikannya saat melihat langsung perlakuan kasar sang bibi, SA (23), terhadap korban.

Baca juga: Ini Duduk Perkara Dokter Piprim Basarah Yanuarso Spesialis Jantung Anak Dipecat Menkes Budi Gunadi

Selama empat bulan tinggal di sana, KA kerap diperlakukan secara tidak manusiawi.

"Sudah pernah dilempar pagar setinggi 1,5 meter sampai terjerembab ke halaman kosong. Saya melihat sendiri bagaimana mereka merawatnya. Kalau anaknya nangis, langsung dilempar begitu saja," ujar Islaha.

 

Polisi Turun Tangan

Kasus dugaan penganiayaan pada Balita ini sudah ditangani Polrestabes Surabaya.

Polisi kini tengah menangani semua kesaksian. 

Satu-satunya pihak yang belum diperiksa adalah ayah KR.

Ia sudah dipanggil, namun belum bisa hadir.

Kompol Melatisari, Kasat Pelayanan Perempuan dan Anak Polrestabes Surabaya, langsung bertindak tegas begitu melihat foto gadis balita di ponselnya. Polwan berpangkat tiga melati emas itu tampak prihatin.

“Foto anak itu memperlihatkan luka. Yang paling mencolok ada di bagian dagu, tertutup plester,” ungkapnya.

“Sudah kami tahan semuanya. Keduanya kami tetapkan sebagai tersangka kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan perlindungan anak,” tegas Kompol Melatisari.

Saat ini, kondisi KR sedang dalam proses pemulihan trauma. 

Ia dirawat oleh nenek dari pihak ayah, sambil dipantau DP3APPKB Surabaya (Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan KB).

“Kami menduga ada sakit hati terhadap ayah KR, mungkin karena nafkah tidak diberi. Tapi ini masih dugaan karena yang bersangkutan belum diperiksa,” tandas Kompol Melatisari.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.