Universitas Harkat Negeri Gelar Diskusi Lintas Disiplin Ilmu bersama Akademisi Tegal Brebes
abduh imanulhaq February 16, 2026 10:14 PM

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Universitas Harkat Negeri gelar diskusi lintas disiplin ilmu untuk membahas berbagai problematika Indonesia bersama berbagai akademisi di wilayah Tegal, Brebes dan sekitarnya.

Diskusi yang menghadirkan tamu dari Jepang, Prof. Masaaki Okamoto digelar di Padepokan Kalisoga, pada Jumat (6/2/2026) malam.

Kegiatan tersebut dihadiri akademisi dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Tegal Brebes Raya dan dibuka oleh Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said sekaligus selaku tuan rumah.

Sudirman Said mengungkapkan bahwa forum seperti ini sangat penting untuk menjaga nalar kritis masyarakat.

Kegiatan ini bisa menjadi wadah bagi kehausan publik untuk berdiskusi dan menyampaikan persoalan-persoalan yang kita rasakan saat ini.

Prof. Masaaki Okamoto, dalam paparannya sebagai narasumber utama memperkenalkan pendekatan memahami persoalan pembangunan melalui karakter dan pengetahuan lokal, yang di Jepang dikenal dengan istilah Lojalogi.

“Pembangunan tidak dapat dilepaskan dari pemahaman terhadap wilayah, budaya, dan kebiasaan masyarakat setempat,” tutur Prof. Okamoto.

Ia menyoroti persoalan pengelolaan sampah, rendahnya disiplin sosial, serta tantangan pembangunan di Indonesia yang tidak bisa diukur secara instan dalam waktu satu atau dua tahun.

“Ketidakpastian yang tinggi membuat proses pembangunan membutuhkan kesabaran dan konsistensi kebijakan,” tambah Prof. Okamoto yang merupakan akademisi Kyoto University, Jepang, tersebut.

Prof. Okamoto juga mengungkapkan kendala serius dalam analisis data.

Minimnya akses terhadap data kematian harian, misalnya, membuat pemetaan persoalan sosial dan kesehatan tidak dapat dilakukan secara optimal.

Dalam diskusi lintas disiplin ini turut hadir beberapa akademisi dari perguruan tinggi sekitar, seperti Universitas Pancasakti Tegal, Tegal Muhammadiyah University, STAI Brebes, Universitas Muhammadiyah Brebes, Politeknik Pancasakti Global, Universitas Muhadi Setiabudi, dan perguruan tinggi lainnya.

Selain itu, hadir pula praktisi pengiriman tenaga kerja ke Jepang, Agus Sutrisno.

Ia menanggapi isu politik Jepang yang kerap dinilai anti-asing.

Menjawab hal tersebut, Prof. Okamoto menjelaskan bahwa fenomena serupa juga terjadi di banyak negara.

“Media sering membesarkan isu. Faktanya, Jepang tetap membutuhkan tenaga asing dengan kualifikasi tertentu,” jelasnya.

Salah satu pegiat seni budaya, Iwang Nirwana, menyoroti persoalan sampah yang menurutnya dapat diatasi jika budaya disiplin dimulai dari tingkat rumah tangga.

Diskusi ditutup oleh Sudirman Said yang menegaskan bahwa setiap pembangunan selalu membawa konsekuensi.

“Indonesia terus membangun, tetapi setiap pembangunan selalu melahirkan dampak. Bencana yang terjadi bisa menjadi koreksi terhadap arah pembangunan,” katanya.

Ia juga mengingatkan potensi risiko ke depan, seperti ancaman banjir, aktivitas Gunung Slamet, serta berbagai reaksi alam yang perlu diantisipasi secara serius.(***)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.