Janice Tjen Tembus 16 Besar Dubai Championship 2026, Top 10 WTA Amanda Anisimova Calon Lawannya
Nuryanti February 16, 2026 10:16 PM

TRIBUNNEWS.COM - Kiprah Janice Tjen di Dubai Championship 2026 terus berlanjut. Petenis Indonesia itu memastikan tiket ke babak 16 besar usai menumbangkan Leylah Fernandez dua set langsung, 6-4, 7-6, Senin (16/2/2026).

Kemenangan ini membuka peluang besar bagi Janice untuk kembali menantang pemain elite dunia, dengan potensi lawan berikutnya Amanda Anisimova.

Menghadapi Leylah Fernandez di Dubai Tennis Stadium, Janice Tjen tampil lebih efektif di momen-momen penting. 

Petenis ranking 46 WTA ini Ia unggul dalam persentase poin servis pertama (78 persen) dan servis kedua (50 persen), sekaligus mengamankan empat dari sembilan peluang break point.

Ini jadi kemenangan kedua bagi Janice dalam pertemuan melawan Laylah, setelah di putaran pertama Australia Open lalu juga menyingkirkan Laylah.

Kala itu, Janice menghentikan petenis ranking 29 WTA asal Kanada itu dengan dua set 2-6, 6(1)-7.

Di babak 16 besar, Janice berpeluang menghadapi Amanda Anisimova yang menjadi unggulan kedua turnamen.

Namun Amanda yang kini menempati ranking 5 WTA perlu mengalahkan Barbora Krejcikova (ranking 53) lebih dulu. Partainya akan digelar tengah malam ini.

Laga melawan Amanda Anisimova nantinya akan menjadi laga besar bagi Janice.

Dalam dua pekan beruntun ia bertemu pemain Top 10 WTA, setelah sebelumnya bertemu Iga Swiatek di 32 besar WTA 1000 Qatar Open.

Di Dubai, Janice selain tampil di sektor tunggal juga akan main di ganda putri, dengan berpasangan bersama Marie Bouzkova. 

Mereka akan berhadapan dengan Jiang Xinyu/Ulrikke Eikeri pada babak pertama yang dijadwalkan pukul 21.30 WIB.

Jalannya Pertandingan

Set pertama kedua pemain silih berganti memberi tekanan dan berjalan cukup ketat.

Janice menunjukkan awal yang gemilan. Ia unggul di tiga gim awal, bahkan di gim pertama tanpa celah sedikit pun.

Namun Laylah bereaksi dengan cepat. Ia membalas dengan kemenangan tiga gim beruntun untuk menyamakan menjadi 3-3.

Janice sempat unggul lagi 3-4, namun Laylah merespon dengan membalikkan kedudukan menjadi 5-4.

Gim berikutnya berjalan ketat. Janice memaksa bermain lebih panjang setelah petenis Kanada itu kehilangan service.

Janice sempat tampil buruk setelahnya dengan gagal service membuat Laylah unggul 6-5, namun beruntun ia mampu memaksa laga berlanjut tie break setelah menyamakan menjadi 6-6.

Di fase krusial tiebreak, Janice tampil apik dengan merebut dua poin pertama. Meski Laylah menyamakan 3-3, namun Janice tetap tenang.

Petenis ranking 46 WTA ini merebut tiga poin beruntun untuk unggul 3-6, dan akhirnya menutup tie break 5-7 di set pertama.

Set kedua berjalan relatif lebih stabil. Kedua pemain sempat berimbang hingga 2-2 sebelum Janice merebut break penting di gim kelima untuk unggul 3-2. 

Momen itu menjadi titik balik karena setelahnya Janice mampu menjaga servisnya tanpa cela hingga akhir.

Pada gim terakhir, tekanan kembali muncul ketika Fernandez mencoba menekan. Namun Janice tetap tenang dan menutup set dengan meyakinkan 6-4.

Unggul di Momen Penting

Secara total poin, Janice meraih 53 persen (75/141), unggul atas Fernandez yang mengoleksi 47 persen (66/141). 

Keunggulan ini memang tipis, tetapi cukup untuk mencerminkan siapa yang lebih stabil dalam reli-reli panjang maupun situasi krusial.

Dalam 10 poin terakhir pertandingan, Janice juga lebih dominan (6 berbanding 4), memperlihatkan ketenangan saat mendekati garis finis. Ia tak memberi ruang bagi Fernandez untuk bangkit di fase akhir.

Meski persentase servis pertama Janice (55 persen) sedikit di bawah Fernandez (63%), efektivitasnya jauh lebih tinggi. Janice memenangi 78% poin dari servis pertama (29/37) dan 50?ri servis kedua (15/30). 

Total service points won miliknya mencapai 66%, mengungguli Fernandez yang berada di angka 58%.

Janice juga memenangkan 73% service game (8/11), angka yang menunjukkan solidnya ia saat memegang kendali servis. Sementara itu, Fernandez hanya mencatatkan 64%.

Secara keseluruhan, Janice memenangi 55% total gim (12/22), sedangkan Fernandez 45%.

Perbedaan ini menegaskan bahwa kemenangan Janice bukan sekadar karena satu-dua momentum, melainkan hasil dari efektivitas dan kestabilan performa.

(Tribunnews.com/Tio)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.