TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Sleman, pada Senin (16/2/2026) petang, mengakibatkan sejumlah kejadian bencana.
BPBD Kabupaten Sleman mencatat, bencana yang terjadi meliputi tanah longsor hingga pohon tumbang yang menimpa rumah.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Sleman, Bambang Kuntoro mengatakan, data masuk hingga pukul 19.05 WIB, hujan deras disertai angin kencang menyebabkan bencana di 7 Kecamatan yaitu Sleman, Depok, Ngemplak, Ngaglik, Pakem, Prambanan, dan Gamping.
Mayoritas adalah pohon tumbang menimpa kabel, rumah ataupun melintang di jalan. Tetapi, hujan dengan intensitas lama juga menyebabkan bencana talud ambrol di Tridadi dan tanah longsor di Prambanan.
"Losari 1, Rt 03 Wukirharjo (Prambanan), tanah longsor mengenai rumah," kata Bambang, Senin malam.
Belum diketahui secara pasti kerusakan rumah akibat bencana tersebut. Tetapi yang pasti, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Bencana serupa juga terjadi di dusun Candisari, Wukirharjo. Di lokasi ini bencana tanah longsor mengenai kandang sapi.
Di beberapa lokasi di Prambanan seperti di Umbulsari, Kalurahan Sumberharjo hujan mengakibatkan pohon Jati dan Munggur tumbang menimpa rumah. Kejadian ini juga terjadi di Mlakan dan Gunung Cilik, Sambirejo, Prambanan.
Di Kapanewon Sleman, hujan angin mengakibatkan pohon tumbang menimpa dapur dan ruang makan dan kini sudah terkondisi.
Hujan juga mengakibatkan talud pagar milik BPRSR Dinas sosial DIY ambrol.
Di Kapanewon Depok, hujan angin menyebabkan pohon yang berada di Jalan Tasura, Maguwoharjo tumbang menimpa jaringan internet dan telepon.
Bergeser di Ngemplak, hujan disertai angin mengakibatkan tiga pohon tumbang, ada yang melintang di jalan dan menimpa kabel listrik. Hujan juga menyebabkan 4 pohon di Sardonoharjo, dan Sukoharjo tumbang.
Kemudian di Jalan Kaliurang hembusan angin kencang menyebabkan papan reklame ambrol dan asbes beterbangan di Lembangan RT 4 RW 20, Sukoharjo. Sedangkan di Pakem dampak hujan menyebabkan papan penunjuk arah terlepas.
"Pundung rt. 06/26, Nogotirto, Gamping, talud rumah longsor," kata Bambang. Talud tersebut sudah terkondisi. Saat ini, BPBD Sleman masih melakukan asesmen dan penanganan darurat dampak kejadian.
Bencana hidrometeorologi dampak dari cuaca ekstrem diprediksi masih akan terjadi di Sleman.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Kabupaten Sleman Uun Mardiyanto mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, akibat cuaca ekstrem selama tiga hari ke depan.
Imbauan ini menyusul adanya rilis prospek cuaca harian yang dikeluarkan oleh BMKG DIY mengenai potensi curah hujan ringan, sedang hingga lebat yang diprediksi melanda wilayah DIY pada 17-19 Februari mendatang.
"Kami selalu menghimbau masyarakat, terutama di wilayah rawan untuk selalu waspada terhadap potensi banjir, longsor maupun pohon tumbang," kata dia.(*)