Batik Tulis Senilai Rp1,3 Miliar di JCC Senayan Dicuri, Polisi: Ada Batik Pesanan Istana
Acos Abdul Qodir February 17, 2026 12:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Batik tulis senilai Rp1,3 miliar raib dalam pameran Inacraft di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Polisi menyebut salah satu batik yang dicuri merupakan pesanan Istana Kepresidenan RI.

Bagaimana aksi kejahatan terhadap batik pesanan Istana itu bisa terjadi?

Kronologi Kejadian

Kanit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang, AKP Ikhsan Rangga, menjelaskan pencurian terjadi pada Selasa malam, 3 Februari 2026, di salah satu stan batik Solo.

Saat lokasi sepi, tiga pelaku beraksi dan membawa kabur koleksi batik berkualitas tinggi koleksi karya pengusaha Rahmad Aminadi alias Ady Sky.

Korban melaporkan kejadian sehari setelahnya ke Polsek Tanah Abang.

Polisi kemudian mengecek rekaman CCTV dan melakukan penyelidikan.

“Kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp1.376.000.000,” kata Ikhsan, Senin (16/2/2026).

Kronologi Penangkapan

AKP Ikhsan Rangga mengatakan pihaknya langsung bergerak ke lokasi dan melakukan identifikasi mendalam setelah laporan masuk.

Dari hasil penyelidikan, diketahui pelaku merupakan komplotan tiga orang yakni Ledy Dwanty Naema Koen, Krisantus Nomleni, dan Gelbeth Juliana Yunus.

"Tersangka sendiri ada tiga orang, satu orang perempuan dan dua laki-laki," jelas AKP Ikhsan, seperti dikutip Kompas Tv.

Penangkapan dilakukan pada Kamis (12/2/2026) di lokasi berbeda di Kota Bekasi, Jawa Barat. 

Polisi awalnya mendatangi rumah Ledy di Kota Bekasi dan menemukan batik hasil curian.

Ledy diamankan atas petunjuk dari suaminya.

Baca juga:  Polwan Dianita Dititipkan Koper Narkoba Eks Kapolres Bima Kota, Pesan ke Sekuriti: Tolong Matikan

Setelah itu, Ledy menunjukkan lokasi dua pelaku lainnya, Krisantus dan Gelbeth, yang berlokasi tak jauh dari kediamannya.

Ketiga pelaku kemudian dibawa ke Polsek Tanah Abang.

Batik Sudah Siap Dikirim

Dari rumah kontrakan tempat penangkapan, polisi menyita dua kontainer berisi baju dan kain batik, dua karung besar, dua koper, lima kantong plastik, tiga unit ponsel, serta satu mobil Toyota Cayla yang digunakan pelaku.

Barang curian itu bahkan sudah dipaketkan seolah siap dikirim, namun belum sempat dijual.

Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, menegaskan, “Benar sudah dilakukan penangkapan terhadap 3 orang tersangka pada tanggal 12 Februari 2026 dan kerugian sekitar Rp1,3 miliar."

Dua Kali Beraksi

Polisi mengungkap para pelaku bukan sekali beraksi.

Sebelumnya, mereka juga mencuri batik di JCC dengan kerugian sekitar Rp100 juta. 

“Ini bukan kali pertama pelaku melakukan, jadi kemungkinan sudah mengetahui situasi yang memungkinkan mereka melakukan perbuatannya,” ujar Dhimas.

Motif Ekonomi

Ketiga pelaku diketahui berteman dan berasal dari daerah yang sama.

Polisi menduga motif ekonomi menjadi alasan utama pencurian. 

“Motif ekonomi. Iya pertemanan asal satu daerah,” kata Dhimas.

Sorotan Budaya

Kasus ini menyita perhatian publik karena batik yang dicuri bukan sekadar kain bernilai tinggi, tetapi juga ada yang merupakan pesanan Istana.

Koleksi batik karya pengusaha Rahmad Aminadi alias Ady Sky ikut menjadi barang bukti curian, menambah sorotan pada kasus ini.

Batik sebagai warisan budaya bangsa kembali menjadi pusaran tindak kriminal.

Pesan Publik

Kasus pencurian batik di JCC ini menunjukkan bagaimana karya budaya bernilai tinggi bisa menjadi sasaran kejahatan.

Fakta bahwa salah satu batik curian merupakan pesanan Istana dan karya Ady Sky menambah bobot kasus ini, sekaligus menggugah kesadaran publik akan pentingnya menjaga warisan budaya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.