TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Semen Padang vs Malut United pada pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026 berlangsung di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Jumat (20/2/2026) malam.
Laga Semen Padang vs Malut United ini merupakan duel penuh pertaruhan harga diri bagi tuan rumah yang sedang berjuang keras melepaskan diri dari jeratan zona degradasi.
Sebaliknya, tim tamu datang dengan ambisi besar untuk terus menempel ketat tim-tim di puncak klasemen.
Pertandingan Semen Padang vs Malut United juga dibumbui oleh aroma reuni.
Kehadiran pelatih tim tamu di tanah kelahirannya menambah bumbu emosional dalam laga yang diprediksi akan berlangsung dengan intensitas tinggi sejak peluit pertama dibunyikan.
Bagi suporter fanatik Kabau Sirah, kemenangan adalah harga mati untuk mengembalikan keangkeran Stadion Haji Agus Salim.
Berikut adalah 7 fakta paling menarik yang telah dirangkum jelang laga panas Semen Padang vs Malut United:
Baca juga: Harga Cabai Merah di Pasar Raya Padang Naik Lagi Hari Kedua Ramadan, Bawang Merah Justru Turun
Pelatih Malut United, Hendri Susilo, kembali ke Kota Padang bukan sebagai kawan, melainkan sebagai lawan.
Meski begitu, kepulangannya kali ini terasa sangat spesial karena bertepatan dengan momentum awal bulan Ramadan.
Hendri tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya bisa kembali ke tanah kelahiran yang telah membentuk karakter dan karier sepak bolanya selama puluhan tahun.
Ia bahkan menyempatkan diri untuk melakukan ziarah ke makam orang tuanya setibanya di Padang.
“Alhamdulillah, senang kembali ke kampung halaman, senang jumpa kawan-kawan, senang mengingat masa-masa lalu besar di sini. Alhamdulillah, senang juga bersamaan bulan Ramadan, dan saya bisa berziarah di makam kedua almarhum orang tua saya. Itu yang bikin senang,” ujar Hendri Susilo dengan nada haru.
Baginya, Padang akan selalu memiliki tempat tersendiri di hatinya meski kini ia berbaju Laskar Kie Raha.
Baca juga: Kegiatan Pesantren Ramadan Belum Dimulai, Remaja di Padang Terlibat Balap Liar
Meskipun suasana emosional menyelimuti kepulangannya, Hendri Susilo menegaskan bahwa dirinya tetap seorang profesional yang mengemban tugas membawa kemenangan bagi Malut United.
Ia memastikan tidak akan ada beban perasaan yang mengganggu instruksi taktiknya di pinggir lapangan saat menghadapi mantan klub yang pernah ia latih tersebut.
Hendri menginginkan pertandingan yang bersih dan menjunjung tinggi sportivitas di atas segalanya.
“Tapi untuk pertandingan besok, nothing to lose saja, mereka yang akan bekerja. Tidak ada emosional. Kita berharap pertandingan berjalan bagus, fair play. Menang kalah dalam sepak bola itu biasa. Yang penting fair play dan bisa mendapatkan hasil terbaik,” tegas pelatih asal Sumatera Barat tersebut.
Baca juga: 353 Rumah Terdampak Banjir di Tanah Datar, Eka Putra: Rusak Berat Ditawarkan Masuk Hunian Tetap
Laga Semen Padang vs Malut United ini menghadirkan tantangan karena digelar tepat saat umat Muslim menjalani ibadah puasa hari pertama.
Kondisi fisik pemain menjadi perhatian utama kedua pelatih. Perubahan pola makan dan waktu istirahat tentu berpengaruh pada stamina di lapangan hijau.
Hendri Susilo menyadari bahwa adaptasi mendadak ini bisa menjadi kendala jika tidak dikelola dengan baik oleh para pemainnya.
“Memang kendalanya di bulan puasa ini, hari pertama puasa. Mungkin secara feeling sedikit berubah, artinya secara conditioning, secara adaptasi juga agak malam. Tapi saya pikir mereka pemain profesional, cepat beradaptasi,” katanya.
Malut United tetap melakukan Official Training (OT) pada malam hari guna membiasakan para pemain dengan atmosfer pertandingan malam di bulan Ramadan.
Baca juga: Jadwal Buka Puasa Ramadan 2026 Kota Padang Hari Ini 20 Februari 2026 dan Doa Berbuka yang Masyhur
Meski Malut United berada di posisi ke-4 klasemen dan Semen Padang terjerembap di posisi ke-16, Hendri Susilo tidak ingin anak asuhnya merasa di atas angin.
Ia memiliki catatan buruk saat menghadapi tim-tim papan bawah di laga sebelumnya, di mana Malut United sempat kehilangan poin krusial akibat lengah.
Ia menilai Semen Padang saat ini memiliki motivasi "darah merah" atau semangat pantang menyerah untuk bangkit.
“Kita dua kali terpeleset gara-gara melawan tim papan bawah. Jadi sebetulnya enggak ada perbedaan mencolok antara papan atas dan bawah. Yang penting bagaimana kita siap. Kalau kita enggak siap, enggak fokus, kita bisa terpeleset,” tegas Hendri.
Ia pun enggan berkomentar terlalu dalam soal dapur mantan timnya.
“Kalau saya bicara Semen Padang sangat tidak etis. Kita tahu seperti Semen Padang saat ini, ya enggak munafik, mereka butuh darah merah untuk bangkit. Tapi itu tergantung Semen Padangnya, mau apa tidak. Kalau mereka mau, insya Allah bisa,” ucapnya.
Baca juga: Rehab Rekon Tanah Datar Dikebut, Normalisasi Sungai Hingga Pasang Jembatan Aramco Jadi Prioritas
Di kubu tuan rumah, persiapan terganggu oleh kondisi gelandang andalan, Kazaki, yang masih diragukan tampil.
Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, masih memantau perkembangan pemain tersebut hingga menit-menit terakhir sebelum daftar susunan pemain dirilis.
Kehilangan Kazaki tentu akan menjadi lubang besar bagi kreativitas serangan Kabau Sirah yang sedang memburu gol cepat.
Dejan menjelaskan bahwa tim medis memiliki wewenang penuh dalam menentukan nasib sang pemain.
“Dari kondisi semua oke. Tapi Kazaki masih 50-50. Keputusan terakhir nanti dari dokter,” ujar Dejan.
Ia menegaskan tidak ingin memaksakan pemain jika kondisinya belum 100 persen pulih, meski laga ini sangat penting bagi posisi tim di klasemen.
Baca juga: Masuk Tahap Relokasi, Pemkab Tanah Datar Siapkan Huntap dan DTH untuk Korban Banjir Bandang
Menanggapi kritik suporter soal stabilitas tim, Dejan Antonic memaparkan data statistik kemajuan timnya sejak ia mengambil alih kursi kepelatihan.
Menurutnya, Semen Padang saat ini jauh lebih kompetitif dibandingkan saat putaran pertama lalu.
Ia meminta publik melihat proses yang sedang berjalan, terutama dengan masuknya beberapa pemain baru yang masih membutuhkan waktu untuk menyatu dengan skema permainan.
“Waktu saya datang, kita cuma punya empat poin. Sekarang sudah 15 poin. Dari empat pertandingan terakhir ada dua kali imbang, satu menang, satu kalah. Itu beda jauh dari putaran pertama,” jelas Dejan.
Ia menambahkan bahwa timnya telah melakukan evaluasi video pasca kekalahan dari Arema FC.
“Kita banyak bicara setelah pertandingan terakhir. Kita analisis di mana salah dan apa yang harus diperbaiki. Sekarang fokus ke pertandingan besok,” lanjutnya.
Baca juga: Sensus Ekonomi Mei-Juli 2026, Bupati Padang Pariaman Harap Hasilkan Data Objektif dan Akurat
Menghadapi tim bertabur bintang seperti Malut United, Dejan Antonic mengisyaratkan bahwa Semen Padang mungkin tidak akan terlalu dominan dalam penguasaan bola.
Baginya, hasil akhir jauh lebih penting daripada sekadar statistik cantik di atas kertas. Efektivitas transisi dari bertahan ke menyerang akan menjadi kunci bagi Kabau Sirah untuk mencuri gol dan mengamankan tiga poin.
“Statistik kadang bisa berbohong. Yang penting kita bisa cetak gol lebih banyak dari lawan. Besok kita harus fokus dan ambil tiga poin,” pungkas Dejan.
Bek senior Angelo Meneses pun menyuarakan optimisme serupa. Ia yakin dukungan penuh dari pendukung setia di Agus Salim akan menjadi "pemain ke-12" yang mampu meruntuhkan mental lawan.
“Malut tim bagus, tapi di rumah kita selalu berjuang. Dengan dukungan suporter, saya berharap kita bisa dapat tiga poin,” kata Angelo.
Baca juga: Ekonomi Pasca Bencana, Huntap di Tanah Datar Disiapkan Jadi Lokasi Kelompok Tani dan Penjahit
Senada dengan tim lawan, bek Malut United Igor Ignocencio juga merasa tertantang bermain di Padang untuk pertama kalinya.
Ia memuji kualitas individu pemain Semen Padang yang menurutnya tidak layak berada di papan bawah.
“Saya menonton pertandingan Semen Padang. Saya tidak tahu semua pemainnya, tapi rata-rata mereka bagus-bagus. Mereka satu tim besar. Jadi bukan tentang posisi di klasemen, tapi bagaimana kita sama-sama ingin meraih hasil maksimal,” ujar Igor.
Laga Semen Padang vs Malut United ini dipastikan akan menyedot perhatian pecinta sepak bola di Sumatera Barat.
Apakah Kabau Sirah mampu memanfaatkan momentum Ramadan untuk bangkit, atau justru Malut United yang berhasil membawa pulang poin penuh dari Ranah Minang? Semua akan terjawab di Stadion Haji Agus Salim.(*)