45 Ribu PBI BPJS Kesehatan di Surabaya Nonaktif, Eri Cahyadi Minta Warga Kaya Bayar Iuran Mandiri
Dyan Rekohadi February 20, 2026 06:32 PM

 


SURYA.CO.ID, SURABAYA  - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengajak warga Surabaya yang mampu atau yang kaya secara finansial untuk dapat membayar iuran BPJS secara mandiri.

Eri menyebut, warga yang bisa dikatakan mampu secara finansial adalah warga yang masuk dalam kategori Desil 8 hingga desil 10 (kategori mampu) 

Desil adalah cara pemerintah mengelompokkan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonominya

"Saya minta tolong warga yang masuk ke dalam desil 8 sampai desil 10, untuk mau gotong royong bayar iuran BPJS secara mandiri. Hal ini dikarenakan agar Pemerintah Kota Surabaya bisa fokus menangani warga tidak mampu," kata Wali Kota Eri Cahyadi, Jumat (20/2/2026).

Eri Cahyadi mengharapkan kesadaran bagi warga Surabaya yang mampu secara finansial  untuk bisa membayar iuran jaminan kesehatan untuk mendapatkan layanan jaminan Kesehatan dengan mandiri.

"Mari kita gotong - royong bersama. Yang tidak mampu dipegang pemerintah, tapi yang mampu saya doakan tambah kaya, tambah rezekinya,” ujar Wali Kota dua periode ini.

Menurutnya, hal ini selaras dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang juga meminta orang-orang kaya bisa membayar iuran BPJS secara mandiri sehingga anggaran pemerintah bisa difokuskan bagi keluarga tidak mampu.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menilai, iuran sebesar Rp 42.000 bagi orang kaya seharusnya mampu untuk dibayarkan secara mandiri.

Baca juga: 45 Ribu Peserta BPJS Kesehatan PBI di Surabaya Dinonaktifan, Pemkot Minta Warga Jangan Panik

 

Imbau Perusahaan juga Beri Jaminan Kesehatan

Selain itu, Wali Kota Eri Cahyadi juga mengimbau perusahaan di Surabaya melaksanakan kewajiban memberikan jaminan Kesehatan bagi pekerja di Surabaya. Hal ini mengacu pada peraturan pemerintah.

Apabila seluruh instrumen tersebut dijalankan maka seluruh warga Surabaya, baik itu warga tidak mampu, pra sejahtera, hingga pekerja di Surabaya mendapatkan jaminan Kesehatan secara penuh.

"Sekali lagi, kami harap gotong royong seluruh warga sehingga tidak ada yang tertinggal dalam mengakses kesehatan," katanya.

Baca juga: Data Valid dan Iuran Tepat Waktu, BPJS Kesehatan Tekankan 3 Kewajiban Utama Perusahaan

 

Konfirmasi Ulang

Eri Cahyadi memastikan pelayanan kesehatan secara gratis tidak terganggu penonaktifan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan. 

Pemkot menegaskan bahwa warga Surabaya terjamin layanan kesehatannya dengan layanan Universal Health Coverage (UHC).

Saat ini, pemerintah telah mengaktifkan kembali peserta PBI BPJS Kesehatan.

Agar tepat sasaran, Pemkot Surabaya akan melakukan konfirmasi ulang warga Surabaya yang masuk ke dalam keluarga miskin, pra sejahtera, dan sejahtera melalui Kampung Pancasila. 

Nantinya, warga Surabaya yang masuk ke dalam kategori sejahtera bisa membayar iuran jaminan kesehatan secara mandiri.

“Kita akan kembalikan lagi ke warga apakah ada sanggahan terkait data warga prasejahtera di masing-masing RW. Kita akan sampaikan, benar tidak warga prasejahtera [jumlahnya] sekian, yang sejahtera sekian. Kalau datanya sudah benar, yang mampu saya mohon untuk membayar sendiri (BPJS-nya),” jelasnya.

Baca juga: Jadwal Imsakiyah Surabaya Hari Ini Jumat 20 Februari 2026, Beserta Niat Puasa dan Tips Makan Sahur

 

Di Surabaya, sejumlah peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sempat dinonaktifkan menyusul penyesuaian data di pusat. 

Data BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, sebanyak 45.006 peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) sempat dinonaktifkan.

"Sekitar 45.006 peserta PBI Jaminan Kesehatan (JK) di Kota Surabaya telah dinonaktifkan, untuk digantikan dengan peserta baru," kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, Muhammad Aras dikonfirmasi di Surabaya. (bob) 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.