TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ria Ricis bersyukur kembali bertemu bulan suci dalam kondisi sehat dan dikelilingi keluarga.
Ramadan kali ini juga terasa spesial bagi Ria Ricis karena sang buah hati, Moana, mulai mengikuti ibadah puasa.
Meski masih berusia tiga tahun, Ricis ingin menjadikan ramadan sebagai proses pembelajaran awal yang menyenangkan, tanpa paksaan.
“Ini Ramadan ketiga sesuai usianya Moana. Kalau puasa, insyaallah pengennya ini puasa pertama dia ini lagi aku cobain. Sebisa dia aja nahan haus dan lapar sampai jam berapa," ujar Ria Ricis di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (19/2/2026).
Ricis menegaskan Moana tidak menjalani puasa seharian penuh karena masih tahap belajar.
Menurutnya, yang terpenting adalah proses pengenalan, bukan target penuh untuk menyelesaikan puasa full selama satu bulan.
Respons Moana yang diminta belajar puasa justru di luar dugaan. Ia merasa tidak terbebani.
Baca juga: Kisah Ria Ricis Bangkit dari Trauma, Jalani Ruqyah Didampingi Oki Setiana Dewi
“Respons dia sampai bilang, ‘Oke Moana mau coba, Moana mau kayak ibu,’ dia selalu bilang kayak gitu,” tuturnya.
Ricis mengaku memang dirinya memilih menanamkan nilai agama melalui contoh langsung.
Moana kerap meniru ibadah yang dilihatnya, mulai dari mengenakan mukena sendiri hingga berpura-pura membaca Al-Qur’an.
“Tanpa kita suruh kadang dia suka pakai mukena sendiri, atau kadang dia suka lihat-lihat Al-Quran sendiri walaupun belum bisa baca,” kata Ricis.
Ia pun sengaja tidak membangunkan Moana untuk sahur. Jika terbangun dengan sendirinya, Moana dipersilakan ikut menemani.
Jika tidak, Ricis membiarkannya tidur karena ia sadar puasa belum menjadi kewajiban bagi anak seusia itu.
Menurut Ricis, kunci mengenalkan ibadah pada anak adalah konsistensi dan pengulangan.
Salah satunya adalah setiap malam sebelum tidur, ia rutin membacakan buku cerita, termasuk kisah nabi, agar nilai-nilai agama tertanam secara alami.
“Harus berulang, harus konsisten. Sampai dia hafal, sampai dia tahu ceritanya,” ucap Ricis.
Bagi Ricis, ramadan bukan soal tuntutan pada anak, melainkan soal keteladanan orang tua.
Ia percaya, perilaku yang dicontohkan jauh lebih efektif dibandingkan nasihat panjang yang justru bisa membuat anak bingung.
(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)