Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Masjid Oman Al-Makmur yang berlokasi di Gampong Bandar Baru, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, kembali menghadirkan tiga syeikh asal Timur Tengah sebagai imam shalat Tarawih dan qiyamullail pada Ramadhan 1447 Hijriah.
Kehadiran para imam internasional tersebut merupakan bagian dari upaya Badan Kemakmuran Masjid (BKM) untuk menghadirkan pengalaman ibadah yang lebih khusyuk bagi masyarakat Banda Aceh dan sekitarnya.
Sekretaris BKM Masjid Oman, Rama Satria, Jumat (20/2/2026), mengatakan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang merdu dan tartil dari para syeikh diharapkan mampu menambah kekhusyukan jamaah selama Ramadhan.
“Kehadiran para syeikh diharapkan semakin menambah kekhusyukan melalui lantunan ayat suci Al-Qur’an yang merdu, tartil, dan sesuai dengan kaidah tajwid,” ujarnya.
Adapun tiga imam internasional yang dijadwalkan mengimami Tarawih tahun ini yakni Syeikh Abdelrahman Monis asal Mesir, Syeikh Hasan Ahmad Shaker dari Yordania, dan Syeikh Ahmad Sya’ban dari Mesir.
Syeikh Abdelrahman Monis akan memimpin shalat Tarawih pada empat malam awal penugasannya, yakni malam ke-4 hingga ke-9 Ramadhan.
Ia bukan sosok baru bagi jamaah Masjid Oman, karena dalam dua tahun terakhir telah beberapa kali menjadi imam Tarawih di masjid tersebut.
Baca juga: Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-4 Ramadhan: Pahalanya Seperti Membaca Kitab-Kitab Allah SWT
Saat ini, Syeikh Abdelrahman berdomisili di Kuala Lumpur, Malaysia, dan menjadi imam tetap di salah satu masjid di sana.
Ia juga membuka cabang lembaga Tahsin Al-Laithy Academy di Banda Aceh.
Sementara itu, Syeikh Hasan Ahmad Shaker dijadwalkan mengimami Tarawih pada malam ke-10 hingga ke-12 Ramadhan.
Kunjungan ini menjadi yang pertama kalinya bagi dirinya ke Masjid Oman.
Adapun Syeikh Ahmad Sya’ban akan membersamai jamaah dalam durasi paling lama. Selain memimpin shalat Tarawih, ia juga akan mengimami qiyamullail pada 10 malam terakhir Ramadhan.
Syeikh Ahmad dikenal sebagai salah satu ulama ahli qiraat di Mesir.
Rama menjelaskan, proses penunjukan para imam dilakukan melalui komunikasi intensif, penyimakan bacaan Al-Qur’an para syeikh yang diusulkan, hingga musyawarah untuk menetapkan tiga imam yang bersedia dan sesuai jadwal.
Secara keseluruhan, ketiga syeikh tersebut dijadwalkan mengimami jamaah selama 24 malam sepanjang Ramadhan 1447 Hijriah.
BKM Masjid Oman mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan momentum ini sebagai sarana meningkatkan kualitas ibadah di bulan suci.
“Mari persiapkan diri, ajak keluarga, kerabat, dan sahabat untuk meramaikan saf-saf di Masjid Oman. Mari kita jemput keberkahan Ramadhan bersama para pelantun kalamullah dari tanah para nabi,” pungkas Rama.