SURYA.CO.ID, SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota, Armuji genap satu tahun memimpin Kota Pahlawan pada periode kedua, Jumat (20/2/2026).
Dalam setahun terakhir, pasangan ini tancap gas merealisasikan program pro-anak muda, mulai dari perluasan kuota beasiswa hingga pengucuran dana operasional khusus Gen Z di tingkat RW.
Berdasarkan data Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, indikator makro pembangunan menunjukkan tren positif.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 meroket ke angka 85,65, naik dari 84,69 di tahun sebelumnya. Angka kemiskinan juga berhasil ditekan menjadi 4,84 persen.
Eri Cahyadi menegaskan, fokus utama tahun pertama periode kedua ini adalah penguatan Sumber Daya Manusia (SDM). Salah satu terobosan terbesarnya adalah perluasan akses pendidikan gratis dan beasiswa yang tidak hanya menyasar kampus negeri, tetapi juga swasta.
Program andalan Beasiswa Pemuda Tangguh mengalami lonjakan kuota signifikan pada tahun 2026. Jika sebelumnya hanya menyasar 5 ribu mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN), tahun ini cakupannya meluas drastis.
Berikut rincian target penerima manfaat bantuan pendidikan di Surabaya tahun 2026:
Perluasan ini telah disahkan melalui nota kesepahaman antara Pemkot Surabaya dengan puluhan perguruan tinggi pada awal Februari lalu.
"Ini merupakan bentuk dukungan untuk akses pendidikan. Tunjukkan kalian lulus sarjana dan mengubah nasib keluarga dengan ilmu yang didapat," tegas Eri Cahyadi, Jumat (20/2/2026).
Mantan Kepala Bappeko Surabaya ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memajukan pendidikan.
"Pendidikan tidak bisa dilakukan sendiri, harus bersatu. Negeri dan swasta harus bergandengan tangan," imbuhnya.
Selain pendidikan formal, Pemkot Surabaya juga merealisasikan janji pemberdayaan anak muda di akar rumput. Setiap Rukun Warga (RW) kini mendapatkan alokasi anggaran sekitar Rp 5 juta per bulan khusus untuk kegiatan anak muda.
Dana ini berbasis proposal dan ditujukan untuk kegiatan yang memiliki dampak jangka panjang, bukan sekadar seremonial sesaat.
"Saya ingin Gen Z ini punya pandangan, punya visi, dan rencana. Jangan sampai diberi dana lalu habis tanpa manfaat. Kita latih mereka menyusun perencanaan agar bisa menjadi wirausaha," ujar pria yang akrab disapa Cak Eri ini.
Di sektor kesehatan dan inklusi, Surabaya mencatatkan prestasi sebagai Kota Layak Anak tingkat Utama dan bagian dari jaringan global CFCI UNICEF.
Program 1 RW 1 Tenaga Kesehatan dan Jaminan Kesehatan Semesta (UHC) juga terus berjalan 100 persen.
Kendati demikian, Cak Eri mengakui masih ada janji kampanye yang dalam proses realisasi atau tertunda karena penyesuaian anggaran dan efisiensi dana transfer pusat. Beberapa program yang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) antara lain:
Saat ini, Pemkot Surabaya tengah melakukan kajian ulang prioritas pembangunan agar realisasi program fisik tersebut dapat berlanjut pada tahun anggaran berikutnya.