Cerita Warga yang Rumahnya Tertimbun Lumpur Setinggi 1 M, Ibu Penderita Stroke Dievakuasi
Eko Setiawan February 20, 2026 09:07 PM

TRIBUNBATAM.id, Batam - Aliran air yang turun dari atas bukit berubah menjadi arus lumpur pekat yang membawa batu, kayu, bahkan sampah.

Rumah keluarga Manalu di Kavling Sei Tering Blok M2 Nomor 31 menjadi salah satu yang terdampak paling parah, Kamis (19/2) malam. 

Bahkan, hingga Jumat (20/2) pagi, kondisi rumah masih tertimbun lumpur tanah setinggi lutut kaki. Sepanjang malam, keluarga Manalu berjibaku membersihkan lumpur keluar dari dalam rumah.

“Dari siang sudah ada air turun. Bukan malam saja. Lama-lama semua dari atas itu turun ke bawah,” ujar Ervan Manalu saat ditemui di rumahnya yang masih dipenuhi lumpur.

Menurutnya, material tanah bercampur bebatuan seperti tumpah dari ketinggian. Ia menduga ada jalur atau struktur di atas yang pecah sehingga seluruh material longsoran mengarah ke permukiman warga.

“Batu, kayu-kayu, semua turun. Dari atas langsung ke belakang rumah kami,” katanya.

Baca juga: Rumah di Melcem Batam Tertimbun Lumpur, Warga Sebut Akibat Perusahaan Potong Bukit

Saat malam tiba, lumpur mulai menerobos masuk ke dalam rumah. Tingginya mencapai sekitar 40 sentimeter di dalam ruangan, bahkan di bagian luar sempat lebih dari satu meter.

“Masuk sampai ruang tamu, sampai dapur semua. Ada tikus juga terbawa lumpur,” ucapnya.

Rumah yang sebelumnya menjadi tempat berlindung keluarga, seketika berubah menjadi kubangan tanah kuning pekat. Bau lumpur menyengat, perabotan terendam, dan aliran listrik terpaksa dipadamkan demi keamanan.

Di tengah kepanikan itu, ada satu hal yang paling membuat Ervan cemas, ibunya, Silitongah, yang tengah menderita gejala stroke.

“Kebetulan ibu lagi sakit. Jadi langsung dievakuasi, digendong adik, kami bawa ke rumah sakit," tuturnya.

Proses Evakuasi

Proses evakuasi tidak mudah. Kondisi lantai yang licin dan lumpur yang terus masuk membuat pergerakan menjadi lambat. Beberapa anggota keluarga dan warga sekitar membantu mengangkat sang ibu keluar dari rumah yang mulai tak layak ditempati.

“Sudah tak bisa apa-apa lagi, semuanya parah. Agak lambat juga karena kondisi ibu,” tambahnya.

Kerusakan yang ditinggalkan lumpur tak sedikit. Hampir seluruh barang elektronik di rumah Ervan rusak.

“Elektronik semua isinya. Kulkas, mesin cuci. Dua motor juga terendam, sampai sekarang belum hidup,” ujarnya.

Selain itu, perabotan rumah tangga seperti sofa, kasur, pakaian, dan berbagai perlengkapan lainnya hancur tak bisa diselamatkan.

Kasur-kasur basah bercampur lumpur masih tergeletak di depan rumah saat wawancara berlangsung. Dua sepeda motor tampak berjejer dalam kondisi kotor dan berlumur tanah.

Bagi Ervan dan keluarga, musibah ini bukan hanya soal kerugian materi. Ada trauma yang membekas, terutama bagi sang ibu yang harus dievakuasi dalam kondisi sakit.

Kini, mereka hanya berharap ada tanggung jawab dan perhatian dari pihak terkait atas kejadian tersebut. Sementara itu, bersama warga lain, Ervan masih terus membersihkan sisa lumpur yang menempel di setiap sudut rumah. (TribunBatam.id/bereslumbantobing)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.