Baca juga: Arti Kata Mommy Build, Mommy Build Artinya, Ciri-ciri, Contoh dan Arti Mommy Build dalam Bahasa Gaul
Kata atau istilah friends with benefits ini sudah sering digunakan kaula muda dalam bahasa formal dan bahasa pergaulan di Riau, baik di media sosial maupun di dunia nyata.
Bagi para kaula muda Pekanbaru atau kaula muda Riau umumnya yang ingin menggunakan kata ini sebagai bahasa dalam pergaulan, simak penjelasannya agar paham artinya dan lawan bicara tidak salah paham.
Secara bahasa atau secara harfiah, arti kata friends with benefits atau friends with benefits artinya adalah teman tapi mesra; atau teman dengan manfaat.
Secara istilah, arti kata friends with benefits atau friends with benefits artinya adalah hubungan pertemanan antara dua orang yang melibatkan aktivitas seksual tanpa adanya ikatan romantis, komitmen, atau ekspektasi hubungan jangka panjang.
Hubungan friends with benefits atau disingkat FWB membutuhkan komunikasi yang jujur, terbuka, dan batasan yang jelas antara kedua belah pihak.
Dalam Islam, friends with benefits dikategorikan ke dalam perbuatan zina, karena hubungan seksual di luar pernikahan, dan zina termasuk ke dalam dosa besar.
Berikut ciri-ciri friends with benefits :
1. Tanpa komitmen: Tidak ada kewajiban untuk menjadi eksklusif atau setia pada satu sama lain.
2. Tanpa perasaan romantis: Hubungan ini didasarkan pada kesenangan fisik dan kebersamaan sebagai teman, bukan cinta atau kasih sayang.
3. Saling menguntungkan: Kedua belah pihak mendapatkan keuntungan dari hubungan tersebut, terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan seksual tanpa terikat dalam hubungan yang serius.
4. Kebebasan: Masing-masing pihak bebas untuk menjalin hubungan dengan orang lain tanpa ada rasa cemburu atau posesif.
Berikut risiko friends with benefits :
1. Berkembangnya perasaan: Salah satu atau kedua belah pihak mungkin mengembangkan perasaan romantis, yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan dan potensi sakit hati.
2. Kerusakan pertemanan: Jika harapan dan batasan tidak dikomunikasikan dengan jelas, hubungan FWB dapat merusak pertemanan yang ada.
3. Kekecewaan: Jika salah satu pihak menginginkan lebih dari sekadar hubungan fisik, mereka mungkin merasa kecewa dan tidak puas.
4. Kesulitan dalam menjalin hubungan lain: Terlibat dalam FWB dapat mempersulit seseorang untuk menjalin hubungan romantis yang serius dengan orang lain.
5. Risiko kesehatan seksual: Seperti halnya hubungan seksual lainnya, FWB juga memiliki risiko penularan penyakit menular seksual jika tidak dilakukan dengan aman.
Beberapa contoh friends with benefits atau contoh situasi friends with benefits atau FWB :
- Dua teman lama yang saling tertarik secara fisik memutuskan untuk berhubungan seks secara teratur tanpa ingin menjalin hubungan romantis. Mereka mungkin menikmati keintiman fisik, tetapi tidak ingin terikat oleh komitmen atau ekspektasi yang terkait dengan hubungan pacaran.
- Mahasiswa yang sama-sama sibuk dan tidak punya waktu untuk hubungan serius memutuskan untuk menjadi FWB. Mereka saling memberikan keuntungan berupa keintiman fisik dan dukungan emosional tanpa harus mengorbankan waktu dan energi untuk hubungan yang lebih menuntut.
- Dua orang yang baru putus dari hubungan serius mungkin memutuskan untuk menjadi FWB sebagai cara untuk mengatasi kesepian dan memenuhi kebutuhan seksual mereka tanpa harus terlibat dalam hubungan baru yang rumit.
- Dua rekan kerja yang saling tertarik mungkin memutuskan untuk menjadi FWB untuk menjaga hubungan profesional mereka tetap utuh. Mereka mungkin berhubungan seks secara diam-diam, tetapi tetap menjaga jarak emosional dan menghindari komitmen di luar pekerjaan.
Dalam semua contoh ini, kunci dari FWB adalah adanya kesepakatan yang jelas antara kedua belah pihak tentang batasan, harapan, dan aturan hubungan.
Penting untuk diingat bahwa FWB tidak selalu berhasil dan dapat menyebabkan komplikasi emosional jika tidak dikelola dengan hati-hati.
Lebih penting, dalam agama, khususnya agama Islam, perbuatan ini dilarang karena dikategorikan ke dalam zina, dan Islam melindungi kehormatan perempuan dan kesucian perempuan.
Berikut penyebab friends with benefits atau penyebab mengapa orang memilih hubungan friends with benefits atau FWB :
1. Keinginan untuk bersenang-senang: Beberapa orang mungkin melihat FWB sebagai cara untuk menikmati keintiman fisik tanpa kerumitan emosional atau komitmen yang terkait dengan hubungan tradisional.
2. Kebutuhan akan keintiman: Individu mungkin mencari kehangatan dan keintiman fisik tanpa ingin terikat dalam suatu hubungan yang serius.
3. Fase transisi: Mahasiswa atau dewasa muda mungkin berada dalam fase eksplorasi dan pencarian jati diri, di mana mereka ingin mencoba berbagai jenis hubungan tanpa terikat pada komitmen jangka panjang.
4. Ketidakmampuan untuk berkomitmen: Beberapa orang mungkin memiliki kesulitan untuk berkomitmen dalam hubungan romantis karena berbagai alasan, seperti pengalaman masa lalu yang buruk atau ketakutan akan penolakan.
5. Kenyamanan dan kepraktisan: FWB bisa menjadi pilihan yang menarik bagi mereka yang tidak punya waktu atau energi untuk menjalin hubungan yang serius, tetapi tetap ingin memenuhi kebutuhan seksual mereka.
Dampak dari hubungan friends with benefits atau FWB bisa beragam, baik positif maupun negatif, tergantung pada individu yang terlibat dan bagaimana mereka mengelola hubungan tersebut.
Meskipun tampak sederhana dan bebas, FWB tetap memiliki potensi risiko dari sisi sosial, psikologis, dan kesehatan.
Berikut dampak friends with benefits :
1. Dampak Positif:
- Kebebasan dan fleksibilitas: FWB memberikan kebebasan untuk menikmati keintiman fisik tanpa terikat pada komitmen hubungan romantis.
- Memenuhi kebutuhan fisik: Hubungan ini memungkinkan individu untuk memenuhi kebutuhan seksual mereka tanpa harus terlibat dalam hubungan yang serius.
- Tanpa tekanan: Dalam FWB, tidak ada tekanan untuk memperkenalkan pasangan ke keluarga atau memenuhi ekspektasi sosial yang terkait dengan hubungan tradisional.
2. Dampak Negatif:
- Risiko emosional: Salah satu pihak mungkin mengembangkan perasaan romantis terhadap yang lain, yang tidak terbalas, menyebabkan sakit hati dan kekecewaan.
- Komplikasi: Karena kurangnya kejelasan dan aturan, FWB dapat menyebabkan kebingungan, kecemburuan, dan konflik.
- Kerusakan persahabatan: Jika hubungan FWB berakhir buruk, persahabatan yang ada sebelumnya bisa rusak atau hancur.
- Kesehatan mental: FWB dapat berdampak negatif pada kesehatan mental seseorang, menyebabkan trauma mendalam dan masalah kepercayaan di masa depan.
- Risiko kesehatan seksual: Seperti halnya hubungan seksual lainnya, FWB juga membawa risiko penularan penyakit menular seksual (PMS) jika tidak dilakukan dengan aman.
- Kehamilan tidak diinginkan: Kurangnya komitmen dalam FWB dapat menyebabkan kurangnya perhatian terhadap penggunaan alat kontrasepsi, meningkatkan risiko kehamilan yang tidak diinginkan.
Dampak FWB dapat bervariasi dari orang ke orang.
Mengatasi hubungan friends with benefits atau FWB memerlukan kejujuran, komunikasi terbuka, dan pemahaman yang jelas tentang perasaan dan harapan Anda serta teman Anda.
Berikut cara mengatasi friends with benefits atau langkah yang dapat Anda ambil untuk mengatasi situasi FWB :
1. Evaluasi perasaan Anda: Jujurlah pada diri sendiri tentang apa yang Anda inginkan dan rasakan dalam hubungan tersebut. Apakah Anda bahagia dengan status quo, atau apakah Anda menginginkan lebih? Apakah Anda merasa cemburu, tidak aman, atau tidak puas?
2. Komunikasi terbuka: Bicaralah dengan teman Anda tentang perasaan Anda. Jelaskan apa yang Anda rasakan dan apa yang Anda inginkan dari hubungan tersebut. Dengarkan juga apa yang mereka rasakan dan inginkan. Penting untuk memiliki percakapan yang jujur dan terbuka untuk menghindari kesalahpahaman dan potensi sakit hati.
3. Tetapkan batasan yang jelas: Diskusikan dan sepakati batasan yang jelas untuk hubungan Anda. Ini termasuk frekuensi pertemuan, jenis aktivitas seksual yang terlibat, dan aturan tentang melihat orang lain. Pastikan kedua belah pihak merasa nyaman dengan batasan yang ditetapkan.
4. Kelola harapan: Sadarilah bahwa FWB tidak selalu berhasil dalam jangka panjang. Salah satu atau kedua belah pihak mungkin mengembangkan perasaan romantis yang tidak terbalas, yang dapat menyebabkan komplikasi dan potensi kerusakan persahabatan.
5. Pertimbangkan untuk mengakhiri hubungan: Jika Anda merasa tidak bahagia, tidak puas, atau tidak nyaman dengan hubungan FWB, pertimbangkan untuk mengakhirinya. Meskipun mungkin sulit, mengakhiri hubungan yang tidak sehat atau tidak memuaskan adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan emosional dan mental Anda.
6. Jaga jarak: Setelah Anda memutuskan untuk mengakhiri hubungan FWB, penting untuk menjaga jarak dari teman Anda untuk sementara waktu. Ini akan memberi Anda berdua waktu dan ruang untuk memproses perasaan Anda dan menyesuaikan diri dengan situasi baru.
7. Fokus pada diri sendiri: Gunakan waktu ini untuk fokus pada diri sendiri dan melakukan hal-hal yang Anda nikmati. Habiskan waktu dengan teman dan keluarga, tekuni hobi baru, atau fokus pada tujuan pribadi Anda.
8. Cari dukungan: Jika Anda merasa kesulitan untuk mengatasi situasi FWB, jangan ragu untuk mencari dukungan dari teman, keluarga, atau profesional kesehatan mental. Mereka dapat memberikan perspektif yang objektif dan membantu Anda memproses perasaan Anda.
9. Ingatlah bahwa setiap situasi FWB itu unik, dan tidak ada solusi tunggal untuk semua orang. Penting untuk menyesuaikan pendekatan Anda dengan kebutuhan dan preferensi Anda sendiri.
Sumber: tribunpekabaru.com, kbbi.web.id, kbbi.co.id, yourdictionary.com, Kamus Bahasa Indonesia - Bahasa Melayu Riau
Demikian penjelasan tentang arti kata friends with benefits atau friends with benefits artinya dan ciri-ciri friends with benefits serta risiko friends with benefits hingga contoh friends with benefits dan penyebab friends with benefits termasuk dampak friends with benefits dan cara mengatasi friends with benefits .
( Tribunpekanbaru.com / Pitos Punjadi )