Menghitung Tambalan Lubang di Jalan Matraman Raya Jaktim, Setelah Kecelakaan Renggut Nyawa Pelajar
Jaisy Rahman Tohir February 21, 2026 02:07 AM

TRIBUNJAKARTA.COM - Aspal hitam bak sajadah yang tergelar acak terlihat di Jalan Raya Matraman, Jakarta Timur.

Warnanya yang lebih gelap kontras dengan bentangan aspal lama jalan penghubung Salemba, Matraman dan Kampung Melayu itu.

Hotmix baru itu merupakan tambalan, menutupi lubang-lubang yang berdasarkan keterangan warga, sudah menganga lama.

Sebelumnya, lubang di Jalan matraman Raya, memakan korban jiwa. Seorang pelajar berinisial ASP (16) tewas usai terjatuh dari motor karena menghantam lubang pada Senin (9/2/2026), saat berangkat sekolah sekira pukul 06.00 WIB.

JALAN MATRAMAN MAKAN KORBAN - Ruas Jalan Matraman Raya di Kelurahan Kebon Manggis lokasi pelajar meninggal dunia, Matraman, Jakarta Timur, Senin (9/2/2026). Warga menyebut, jalan tersebut memang kerap memakan korban. TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
JALAN MATRAMAN MAKAN KORBAN - Ruas Jalan Matraman Raya di Kelurahan Kebon Manggis lokasi pelajar meninggal dunia, Matraman, Jakarta Timur, Senin (9/2/2026). Warga menyebut, jalan tersebut memang kerap memakan korban. TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA (TribunJakarta.com/Bima Putra/Bima Putra)

Menghitung Tambalan

Tribunnews.com mencoba mengunjungi jalan raya tersebut pada Jumat (20/2/2026) siang, setelah pada pagi harinya Jakarta dan sekitarnya diguyur hujan. 

Terlihat di sejumlah ruas terdapat jalan yang tidak rata, khususnya pada jalan yang terlihat sudah ditambal. 

Misalnya, di jalan menuju Pasar Jatinegara. Jalan di dekat halte Transjakarta tersebut tampak berlubang di beberapa bagian. Lubang yang ada di jalan tersebut pun terlihat tergenang oleh air. 

Beberapa pengendara sepeda motor melintas dengan kecepatan yang cenderung lambat, beberapa ada yang menghindari lubang dengan membelokkan stang motor mencari jalan yang lebih rata.

Tercatat, ada sekitar tiga lubang di jalan dekat Halte Transjakarta tersebut.

"Lumayan juga lubangnya. Kemarin-kemarin sih sudah (ditambal). Tapi ya begini lagi," kata salah satu pengendara, Ikhsan (35), yang berada tak jauh dari lokasi.

Sementara itu, menuju arah Jalan Salemba Raya, terlihat tambalan aspal yang cukup banyak. Misalnya, di dekat Toko Buku Gramedia. Ada sekitar 5 hingga 6 tambalan di jalan raya tersebut. Warna hitam tambalan cenderung lebih gelap daripada jalan raya yang belum ditambal.

"Sudah seminggu kalau enggak salah. Bulan lalu mah lubangnya banyak di sini, apalagi di sebelah sana," kata seorang juru parkir liar kepada Tribunnews. Jarinya menunjuk ke arah lampu merah Matraman.

Di salah satu jembatan penyeberangan orang (JPO), terpampang spanduk bertuliskan: Hati-Hati, Musim Hujam Rawan Jalan Berlubang, Kurangi Kecepatan.

Saat ditanya soal sejak kapan keberadaan spanduk tersebut, si juru parkir tidak mengetahui pasti.

"Kayaknya sudah dua minggu ini. Kurang paham," kata dia.

Sering Makan Korban

Menurut warga sekitar, jauh sebelum kecelakaan yang merenggut nyawa ASP, sudah banyak pengendara motor jadi korban.

Banyak dari pengendara sepeda motor yang terjatuh dari kendaraannya akibat menghantam lubang, atau kehilangan kendali kendaraan karena kondisi jalan yang bergelombang.

"Waktu pas musim hujan kan lubangnya lebih parah, nah itu sehari bisa ada dua orang bawa motor yang jatuh karena lubang," kata warga sekitar, Roni di Jakarta Timur, Senin (9/2/2026).

Titik lubang yang membahayakan warga pun tidak hanya berada pada satu lokasi, melainkan tersebar sepanjang ruas Jalan Matraman Raya dari arah Kampung Melayu menuju Senen.

Menurut warga Sudin Bina Marga Jakarta Timur sudah berulang kali perbaikan jalan dengan menambal lubang dan jalan yang bergelombang, tapi karena tingginya curah hujan jalan kembali rusak.

"Itu yang tempat tadi pagi anak sekolah jatuh juga sebelumnya pernah ditambal, tapi ya rusak, terus ditambal, dan rusak lagi. Pokoknya berulang saja waktu hujan deras beberapa waktu lalu," ujarnya.

Roni menuturkan usai kecelakaan yang mengakibatkan ASP meninggal tadi juga jajaran Sudin Bina Marga Jakarta Timur kembali menambal titik jalan yang rusak dan bergelombang.

Selain penambalan jajaran Sudin Bina Marga Jakarta Timur juga memberikan tanda pylox putih di sekitar area jalan rusak sebagai tanda agar lokasi nantinya dapat diperbaiki secara utuh.

Kini warga hanya dapat berharap perbaikan jalan dilakukan secara maksimal dengan menggunakan material yang lebih kuat, agar tidak ada lagi kasus kecelakaan serupa.

"Ya mudah-mudahan sih enggak ada korban. Mungkin ditambal pakai aspal yang bagus, jadi bisa lebih awet dan enggak gampang rusak kalau pas musim hujan," tuturnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.