Arti Kata Rafats, Rafats Artinya, Contoh Rafats saat Ramadhan, Contoh Rafats di Media Sosial
Nolpitos Hendri February 21, 2026 02:29 AM

Baca juga: Arti Kata Dissatisfaction - Artinya, Ciri, Contoh, Penyebab, Dampak, Cara Mengatasi Dissatisfaction

Dalam khazanah bahasa Arab, kata rafats mengandung makna yang mendalam dan kompleks.

Secara umum, arti kata rafats adalah perkataan atau perbuatan yang tidak senonoh, terutama yang berkaitan dengan hubungan seksual.

Namun, pemahaman tentang rafats meluas melampaui definisi sederhana ini, mencakup berbagai konteks seperti ibadah haji, puasa, interaksi sosial, hingga penggunaan media sosial.

A. Arti Kata Rafats atau Rafats Artinya

Secara bahasa atau secara harfiah, rafats merupakan kata dalam bahasa Arab dan dalam bahasa Indonesia, arti kata rafats atau rafats artinya adalah perkataan dan perbuatan kotor atau tidak senonoh.

Secara isitlah, arti kata rafats atau rafats artinya adalah perkataan atau perbuatan yang tidak senonoh dan berkaitan dengan hubungan seksual.

Secara umum, arti kata rafats atau rafats artinya adalah segala jenis perkataan kotor, cabul, atau yang membangkitkan syahwat.

Termasuk percakapan yang menjurus pada hubungan seksual atau yang bersifat vulgar.

Dalam ibadah haji, arti kata rafats atau rafats artinya adalah satu di antara larangan yang harus dihindari.

Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 197 menyebutkan yang artinya : "…maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji".

Dalam hal ini, rafats tidak hanya mencakup hubungan seksual, tetapi juga segala perkataan atau perbuatan yang dapat mengurangi kesucian ibadah haji.

Dalam puasa atau saat Ramadhan , meskipun tidak secara eksplisit disebutkan dalam Al-Quran mengenai hukum rafats saat puasa, tindakan rafats tetap dianggap tidak pantas.

Puasa bukan hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menjaga diri dari segala perbuatan yang dapat membatalkan pahala puasa, termasuk perkataan yang tidak senonoh.

Beberapa ulama memperluas makna rafats menjadi segala bentuk nafsu yang harus ditekan, termasuk pikiran-pikiran yang tidak baik.

Dengan kata lain, menjaga diri dari rafats berarti menjaga kesucian hati dan pikiran.

B. Contoh Rafats Saat Ramadhan

Saat bulan Ramadhan, rafats merujuk pada perkataan atau perbuatan yang tidak senonoh dan dapat mengurangi pahala puasa.

Berikut contoh rafats saat Ramadhan dan penjelasannya :

1. Berbicara hal-hal yang membangkitkan syahwat Berbicara tentang pengalaman seksual atau hal-hal yang merangsang dengan tujuan membangkitkan nafsu.

2. Bergurau atau bercanda yang menjurus ke hal-hal seksual Membuat lelucon atau candaan yang tidak senonoh dan dapat membangkitkan syahwat.

3. Menggunakan kata-kata kotor atau cabul Mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas, kasar, atau merendahkan, terutama yang berkaitan dengan seksualitas.

4. Bermesraan berlebihan dengan pasangan Bermesraan seperti berpelukan atau berciuman dengan syahwat, yang dapat mengurangi kekhusyukan puasa.

5. Menonton atau mendengarkan konten pornografi Melihat atau mendengar materi yang dapat membangkitkan nafsu dan merusak kesucian bulan Ramadhan.

6. Berdebat atau bertengkar dengan kata-kata kasar Terlibat dalam perdebatan yang menggunakan kata-kata kotor atau menghina, yang dapat mengurangi pahala puasa.

Meskipun rafats tidak membatalkan puasa secara fikih, perbuatan ini dapat menghilangkan pahala puasa sehingga hanya menyisakan rasa lapar dan dahaga.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak senonoh selama bulan Ramadhan agar puasa menjadi lebih bermakna dan diterima oleh Allah SWT.

C. Contoh Perkataan Rafats dan Contoh Perbuatan Rafats

Rafats merujuk pada perkataan atau perbuatan yang tidak senonoh dan berkaitan dengan hubungan seksual, berikut contoh perkataan rafats dan contoh perbuatan rafats dan penjelasannya :

1. Contoh Perkataan Rafats :

- Berbicara tentang detail hubungan seksual: Menceritakan pengalaman seksual secara terbuka, baik yang dialami sendiri maupun orang lain, termasuk detail yang seharusnya bersifat pribadi.

- Menggunakan kata-kata kotor atau cabul: Menggunakan bahasa yang vulgar, kasar, atau merendahkan yang berkaitan dengan organ intim atau aktivitas seksual.

- Melontarkan godaan atau rayuan yang tidak pantas: Menggoda atau merayu seseorang dengan cara yang sugestif atau eksplisit secara seksual, terutama jika orang tersebut tidak nyaman atau tidak menginginkannya.

- Membuat lelucon atau komentar yang bersifat seksual: Membuat candaan atau komentar yang menjurus pada hubungan seksual, terutama jika hal itu tidak sopan atau merendahkan.

- Menyebarkan gosip atau rumor tentang kehidupan seksual orang lain: Membicarakan atau menyebarkan informasi pribadi tentang kehidupan seksual orang lain tanpa izin mereka.

- Menggunakan istilah-istilah yang merendahkan wanita atau pria berdasarkan seksualitas mereka: Misalnya, menyebut wanita dengan sebutan yang merendahkan karena perilaku seksual mereka, atau menggunakan istilah yang merendahkan pria karena orientasi seksual mereka.

- Menonton atau membicarakan konten pornografi: Meskipun menonton pornografi secara pribadi mungkin tidak dianggap rafats oleh semua orang, membicarakannya secara terbuka atau mendorong orang lain untuk menontonnya dapat dianggap tidak pantas.

2. Contoh Perbuatan Rafat :

- Melakukan sentuhan fisik yang tidak pantas atau tidak diinginkan: Meraba-raba, mencium, atau menyentuh seseorang tanpa persetujuan mereka.

- Memamerkan aurat atau berpakaian tidak sopan: Berpakaian dengan cara yang provokatif atau membuka aurat di tempat umum dengan tujuan membangkitkan nafsu.

- Menampilkan konten pornografi di depan umum: Menampilkan gambar atau video yang bersifat seksual di tempat yang dapat dilihat oleh orang lain, terutama anak-anak.

- Melakukan masturbasi di depan umum: Tindakan ini sangat tidak pantas dan dianggap sebagai pelanggaran serius.

- Melakukan hubungan seksual di tempat umum: Tindakan ini ilegal dan sangat tidak sopan.

Batasan antara perkataan dan perbuatan yang pantas dan tidak pantas dapat bervariasi tergantung pada budaya, agama, dan nilai-nilai pribadi.

Namun, secara umum, rafats merujuk pada segala sesuatu yang melanggar norma kesopanan dan kesusilaan yang berkaitan dengan seksualitas.

D. Contoh Rafats di Media Sosial

Di media sosial, rafats dapat muncul dalam berbagai bentuk, mengingat platform ini menjadi wadah interaksi dan ekspresi diri yang luas.

Berikut contoh rafats di media sosial dan penjelasannya :

1. Komentar atau unggahan yang mengandung unsur seksual eksplisit: Ini termasuk gambar, video, atau teks yang menampilkan aktivitas seksual secara vulgar atau tidak senonoh.

2. Pesan langsung (DM) yang bersifat cabul atau melecehkan: Mengirim pesan yang berisi ajakan seksual, komentar tentang tubuh seseorang yang tidak pantas, atau gambar/video yang tidak diinginkan.

3. Menggunakan bahasa yang merendahkan atau melecehkan secara seksual: Membuat komentar yang seksis, misoginis, atau homofobik yang bertujuan untuk merendahkan atau menghina seseorang berdasarkan jenis kelamin atau orientasi seksual mereka.

4. Membagikan atau menyebarkan konten pornografi: Mengunggah atau membagikan tautan ke situs web pornografi, atau menyebarkan gambar/video yang mengandung unsur pornografi.

5. Membuat lelucon atau meme yang bersifat seksual: Membuat konten humor yang mengeksploitasi seksualitas atau membuat lelucon tentang pelecehan seksual.

6. Mengirim pesan atau komentar yang menggoda dengan tujuan yang tidak baik: Menggoda atau merayu seseorang secara berlebihan dengan tujuan untuk memanipulasi, memanfaatkan, atau melecehkan mereka.

7. Berdebat atau berkomentar dengan bahasa yang tidak sopan dan menjurus ke arah seksual: Terlibat dalam perdebatan online yang menggunakan kata-kata kotor, cabul, atau menghina yang berkaitan dengan seksualitas.

8. Membuat konten yang mengeksploitasi anak-anak secara seksual: Membuat atau membagikan gambar atau video yang menampilkan anak-anak dalam situasi seksual, yang merupakan tindakan ilegal dan sangat merusak.

9. Menggunakan fitur siaran langsung (live) untuk menampilkan konten yang tidak senonoh: Menampilkan perilaku yang tidak pantas atau membuka aurat saat melakukan siaran langsung di media sosial.

Norma dan batasan mengenai apa yang dianggap pantas atau tidak pantas di media sosial dapat bervariasi tergantung pada platform, budaya, dan preferensi pribadi.

Namun, secara umum, konten yang bersifat seksual eksplisit, melecehkan, atau mengeksploitasi orang lain dianggap sebagai rafats dan harus dihindari, terutama saat beribadah.

E. Contoh Rafats di TikTok

Berikut beberapa contoh rafats di TikTok dan penjelasannya : 

1. Komentar atau video dengan konten seksual sugestif: Mengunggah video tarian erotis, menyertakan komentar yang menjurus ke arah seksual, atau membuat konten yang mengeksploitasi tubuh dengan tujuan membangkitkan gairah.

2. Prank atau tantangan yang tidak senonoh: Membuat video prank yang melibatkan sentuhan tidak pantas atau mengunggah video tantangan yang mengharuskan peserta melakukan tindakan yang melanggar norma kesopanan.

3. Penggunaan fitur Duet atau Stitch untuk tujuan yang tidak senonoh: Menggunakan fitur duet atau stitch untuk menambahkan komentar atau visual yang bersifat seksual pada video orang lain tanpa izin mereka.

4. Filter atau efek yang disalahgunakan: Menggunakan filter atau efek dengan cara yang sugestif atau vulgar, misalnya filter yang mengubah penampilan seseorang menjadi lebih sensual atau efek suara yang meniru desahan.

5. Siaran langsung (live) yang menampilkan konten tidak pantas: Menampilkan perilaku yang tidak senonoh, membuka aurat, atau melakukan aktivitas seksual saat melakukan siaran langsung.

6. Akun palsu (fake account) yang digunakan untuk menyebarkan konten cabul: Membuat akun palsu dengan nama dan foto profil yang menarik perhatian, kemudian menggunakan akun tersebut untuk mengirim pesan atau mengunggah konten yang bersifat seksual.

7. Challenges yang mengarah pada body shaming atau objektifikasi: Membuat tantangan yang mendorong orang untuk menilai atau mengomentari penampilan fisik orang lain secara negatif, atau membuat orang merasa tertekan untuk memenuhi standar kecantikan yang tidak realistis.

8. Penggunaan audio atau lagu dengan lirik yang eksplisit: Menggunakan audio atau lagu dengan lirik yang mengandung kata-kata kotor, cabul, atau merendahkan wanita/pria.

9. Membuat konten yang mengeksploitasi anak di bawah umur: Membuat atau membagikan video yang menampilkan anak-anak dalam situasi yang tidak pantas atau seksual, yang merupakan tindakan ilegal dan sangat merusak.

TikTok memiliki pedoman komunitas yang melarang konten yang bersifat seksual eksplisit, vulgar, atau melecehkan.

Pengguna yang melanggar pedoman ini dapat dikenakan sanksi, seperti penghapusan konten, penangguhan akun, atau bahkan pemblokiran permanen.

F. Contoh Rafats di Instagram

Berikut contoh rafats di Instagram dan penjelasannya : 

1. Komentar vulgar atau sugestif: Mengomentari foto seseorang dengan kata-kata yang merendahkan atau bersifat seksual.

2. Direct message (DM) yang tidak pantas: Mengirim pesan pribadi yang berisi ajakan seksual, gambar vulgar, atau komentar yang tidak sopan.

3. Menggunakan caption yang ambigu: Membuat keterangan foto dengan kata-kata yang memiliki makna ganda dan mengarah pada hal-hal yang cabul.

4. Mempromosikan konten dewasa: Membagikan atau mengiklankan konten yang mengandung unsur pornografi atau eksploitasi seksual.

5. Cyberbullying dengan kata-kata kasar: Menggunakan kata-kata kotor atau makian untuk menyerang atau merendahkan orang lain di kolom komentar atau DM.

G. Contoh Rafats di Facebook

Berikut contoh rafats di Facebook dan penjelasannya : 

1. Komentar vulgar atau sugestif: Mengomentari status atau foto seseorang dengan kata-kata yang merendahkan atau bersifat seksual.

2. Mengirim pesan pribadi yang tidak pantas: Mengirim pesan pribadi yang berisi ajakan seksual, gambar vulgar, atau komentar yang tidak sopan.

3. Membuat status yang ambigu: Membuat status dengan kata-kata yang memiliki makna ganda dan mengarah pada hal-hal yang cabul.

4. Membagikan konten dewasa: Membagikan tautan atau gambar yang mengandung unsur pornografi atau eksploitasi seksual.

5. Cyberbullying dengan kata-kata kasar: Menggunakan kata-kata kotor atau makian untuk menyerang atau merendahkan orang lain di kolom komentar atau melalui pesan pribadi.

6. Bergabung dengan grup atau halaman yang tidak senonoh: Menyukai atau mengikuti grup atau halaman yang secara eksplisit membahas atau mempromosikan konten seksual yang tidak pantas.

H. Contoh Rafats di X

Berikut contoh rafats di X dan penjelasannya : 

1. Cuitan vulgar atau sugestif: Membuat cuitan dengan kata-kata yang merendahkan atau bersifat seksual.

2. Balasan yang tidak pantas: Membalas cuitan orang lain dengan komentar yang tidak sopan, mengandung unsur seksual, atau merendahkan.

3. Menggunakan tagar yang ambigu: Menggunakan tagar yang memiliki makna ganda dan mengarah pada hal-hal yang cabul.

4. Membagikan konten dewasa: Membagikan tautan atau gambar yang mengandung unsur pornografi atau eksploitasi seksual.

5. Cyberbullying dengan kata-kata kasar: Menggunakan kata-kata kotor atau makian untuk menyerang atau merendahkan orang lain dalam cuitan atau balasan.

Sumber: tribunpekabaru.com, kbbi.web.id, kbbi.co.id, yourdictionary.com, Kamus Bahasa Indonesia - Bahasa Melayu Riau

Demikian penjelasan tentang arti kata rafats atau rafats artinya dan contoh rafats saat Ramadhan serta contoh perkataan rafats dan contoh perbuatan rafats hingga contoh rafats di media sosial yakni contoh rafats di TikTok dan contoh rafats di Instagram serta contoh rafats di Facebook termasuk contoh rafats di X .

( Tribunpekanbaru.com / Pitos Punjadi )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.