BANJARMASINPOST.CO.ID - Usai menyantap hidangan sahur hendaknya tidak kembal melanjutkan tidur.
Ustadz Abdul Somad (UAS) mengingatkan leibih baik bersiap menyambut shalat Subuh dengan membaca Al Qur'an, berzikir maupun dan berdoa.
Simak ceramah Ustadz Abdul Somad menjelaskan hukum tidur setelah sahur atau selepas waktu subuh bagi umat Islam.
Dikatakan Ustadz Abdul Somad, sebaiknya umat Islam meniru kebiasaan Nabi Muhammad SAW terkait apa saja yang dilakukan setelah sholat subuh.
Kini umat Islam telah memasuki bulan Ramadhan 1447 Hijriyah, tepatnya hari ketiga Ramadhan 2026.
Baca juga: Panduan Melaksanakan Shalat Israq di Ramadhan 2026, Buya Yahya : Setara Ibadah Haji
Baca juga: Jadwal Imsak 3 Ramadhan 21 Februari 2026 Kalsel, Wilayah Batulicin, Pelaihari dan Martapura
Pada bulan Ramadhan umat muslim diperintahkan menunaikan puasa dari terbit fajar hingga tenggelam matahari selama 30 hari atau satu bulan.
Sebelum menunaikan ibadah puasa, umat muslim disunnahkan melakukan sahur.
Sebagaimana diketahui, sahur dilakukan sebelum masuk waktu subuh tepatnya di sepertiga malam akhir.
Setelah sahur bersiap-siap masuk waktu fajar ditandai awal puasa, kemudian dilaksanakan sholat subuh.
Lantas, bagaimana hukumnya tidur setelah sahur dan sholat subuh?
Ustadz Abdul Somad menjelaskan sebaik-baiknya yang diajarkan Nabi Muhammad SAW setelah sahur dan Sholat subuh adalah memperbanyak amal sholeh.
"Sebaik-baiknya yang diajarkan Nabi Muhammad SAW setelah Sholat subuh adalah berdzikir, berdoa, dan baca quran sebelum terbit matahari," jelas Ustadz Abdul Somad dilansir Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Syiar Islam Garut.
Ustadz Abdul Somad juga mengungkapkan, tidur selepas sholat subuh adalah waktu tidur yang dibenci Allah SWT.
Baca juga: Panduan Shalat Qobliyah Subuh Ramadhan 2026, Buya Yahya Ucap Kemuliaan Sunah Rawatib
Tidur usai santap sahur atau setelah sholat subuh sangat tidak dianjurkan oleh Rasulullah SAW karena di rentang wakt itu terdapat keberkahan.
Nabi Muhammad SAW juga berdoa kepada Allah untuk umatnya; "Ya Allah, berkahilah umatku di waktu pagi mereka" (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasai, dan Ibnu Majah).
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata; "Di antara hal yang makruh menurut para ulama adalah tidur setelah Sholat shubuh hingga matahari terbit, karena waktu tersebut adalah waktu memanen ghonimah (waktu meraih kebaikan yang banyak" (Madarijus Salikin).
Karena pada waktu tersebut, ada keberkahan dari Allah yang dibagikan kepada setiap umat manusia selain itu dari sisi medis juga menyebutkan, tidur usai menyantap sahur akan mengakibatkan beberapa penyakit seperti perut buncit dan berat badan menjadi naik.
Hal ini dikarenakan tubuh kehilangan waktunya untuk mencerna makanan yang masuk kedalamnya dengan baik, efek lain yang akan dialami ketika tidur setelah sahur atau setelah selesai sholat subuh yakni kerongkongan terasa terbakar dan mulut terasa pahit.
Ini terjadi karena saat makanan yang seharusnya berada di lambung kembali lagi ke kerongkongan, sehingga menyebabkan asam lambung meningkat dan mengakibatkan sensasi panas di dada.
Baca juga: UAS Uraikan Rukun Mandi Wajib Jelang Sahur di Ramadhan 2026, Minimal Wudhu Dulu
Manfaat tak tidur selepas subuh adalah membuat semangat beraktivitas.
"Kini penelitian dari dokter, tidur setelah sholat subuh bisa berakibat stroke ringan," terang Ustadz Abdul Somad.
Ini karena tubuh dipaksa bekerja lebih keras untuk memproses makanan bisa beresiko terkena penyakit maag dan meningkatkan penyakit stroke.
Sebuah penelitian mengatakan seseorang yang mempunyai jeda lebih panjang antara makan dan tidur resiko terkenan stroke lebih rendah dibanding seseorang yang selesai makan langsung tidur.
Ini membuktikan bahwa, larangan Rasulullah tidur setelah sahur bisa dibuktikan secara medis. Itulah alasan kenapa Rasulullah SAW melarang umatnya untuk tidur setelah sahur.
Karena jika kita tidur setelah sahur maka keberkahan di pagi hari akan hilang, dan pagi hari adalah waktu yang bagus untuk mencari dan menanam berbagai kebaikan.
Untuk mencegah tidur setelah sahur Rasulullah telah mengajarkan supaya mempergunakan waktu setelah sahur untuk menanti sholat subuh, yakni bisa dengan membaca Al-qur'an ataupun berdzikir.
Baca juga: Satpol PP HSS Sosialisasi Larangan Bulan Ramadan, Ada Ancaman Pidana dan Denda Bagi Pelanggar
Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, Rasulullah SAW pernah bersabda; "Cairkan makanan kalian dengan berdzikir kepada Allah SWT dan Sholat, serta janganlah kalian langsung tidur setelah makan, karena dapat membuat hati kalian menjadi keras"
Pernah suatu ketika Rasulullah mendapati Fatimah yang sedang tiduran usai Sholat subuh Kemudian Rasulullah menegur Fatimah.
"Wahai Fatimah bangun dan saksikanlah rezeki Tuhanmu dan jangan sampai masuk golongan orang lalai. Karena sesungguhnya Allah membagi rezeki hamba-Nya sejak habis munculnya waktu fajar hingga terbit matahari” (HR. Ibnu Hibban).
Kita sebagai umat muslim sangat tidak dianjurkan untuk langsung tidur setelah sahur dan setelah selesai Sholat subuh sampai matahari terbit.
Apabila memang sangat mengantuk, usahakan untuk menunggu sampai matahari terbit atau sekitar 2-3 jam setelah sahur.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى
"Nawaitu shauma ghodin 'an adaa'i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta'aalaa."
Artinya: Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di Bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta'aala.
-Imam
أُصَلِّي فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لِلهِ تَعَالَى
“Ushalliy fardha-ssubhi rak’ataini mustaqbilal-qiblati adaa-an imaaman lillahi ta’ala.”
Artinya: “Aku berniat sholat fardhu Subuh dua rakaat menghadap kiblat imam karena Allah Ta’ala.”
-Makmum
أُصَلِّي فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
“Ushalliy fardha-ssubhi rak’ataini mustaqbilal-qiblati adaa-an ma’muman lillahi ta’ala.”
Artinya: “Aku berniat sholat fardhu Subuh dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
Baca juga: Jaga Keamanan dan Ketertiban Selama Ramadan, Polres Tabalong Terbitkan Imbauan Kamtibmas
Niat Sholat Subuh sendirian
أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى
Ushalli fardhos shubhi rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa,an lillaahi ta'aala.
Artinya: Saya melakukan Sholat fardhu subuh dua rakaat dengan menghadap kiblat, pada waktunya karena Allah Ta’ala.
(Banjarmasinpost.co.id)