TRIBUNWOW.COM - Simak jadwal imsakiyah untuk wilayah Denpasar, Bali, hari ini, Sabtu (21/2/2026), Puasa Ramadhan 1447 Hijriah, hari ketiga.
Baca juga: Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Ramadhan Wilayah Palembang, Sabtu, 21 Februari 2026
Niat Puasa Ramadhan
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala”
Bacaan Doa Buka Puasa Ramadhan
اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin
Artinya: "Ya Allah karenaMu aku berpuasa, denganMu aku beriman, kepadaMu aku berserah dan dengan rezekiMu aku berbuka (puasa), dengan rahmat MU, wahai Allah Tuhan Maha Pengasih."
Terkait membaca niat puasa, sebagian orang ada yang bertanya, apakah niat Puasa Ramadhan wajib dibaca setiap hari?
Simak jawaban dari Mantan Ketua Ikatan Dai Jawa Tengah (IKADI) Ustaz Wahid Ahmadi berikut ini:
Jawaban:
Niat Ramadhan itu intinya adalah kesengajaan jadi ibadah itu harus dengan niat apalagi seperti puasa.
Puasa kan macam-macam, ada puasa Ramadan, puasa sunah, ada Puasa Senin-Kamis ya macam-macam.
Pentingnya niat adalah apa yang saya lakukan ini adalah puasa Ramadan, atau Puasa Senin Kamis.
Kalau lafadznya niat ya tidak ada, niat itu adalah kesengajaan bahwa kita tidak melakukan sesuatu yang tanpa sengaja, tanpa sadar gitu bahwa kita melakukan sesuatu itu tidak boleh.
Salat saja kan macam-macam, di waktu Dhuhur saja itu sendiri ada Salat Sunah Baidiyah Dhuhur, Salat Sunah Qobliyata Dhuhur, ada mungkin salat-salat sunah lain, jadi masing-masing membutuhkan niat.
Niat itu apa, kesengajaaan, dengan kesadaran dia melakukan sesuatu hal itu.
Adapun ucapan-ucapan usholi, fardha magribi, fardha zuhri dan lain-lain dalam salat ini lafal untuk menformalisasi niat.
Formalisasi niat semacam itu, sama Ramadan juga gitu "Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i fardhi syahri ramadhaana haadzihis sanati lillahi ta'aala" yang sering diucapkan di ba'da (setelah) Salat Tarawih itu formalisasi niat.
Apa ya harus begitu? Tidak.
Yang penting ada niatnya ketika malam hari ada kesengajaan, keasadaran dirinya bahwa saya besok puasa Ramadan karena Allah Ta'alla itu sudah cukup.
(TribunWow.com/Lailatun Niqmah)