SURYAMALANG.COM, - Memasuki hari ketiga puasa Ramadhan 1447 H pada Sabtu, 21 Februari 2026, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan doa, termasuk permohonan agar diberikan rizki akal dan kewaspadaan serta dijauhkan dari kebodohan.
Selain panduan doa harian yang bersumber dari Kementerian Agama, momen ibadah di hari ketiga ini juga menjadi waktu penting bagi umat Muslim untuk memahami kembali bacaan doa Qunut Subuh, baik versi pendek maupun panjang.
Panduan lengkap yang menyertakan teks Arab, latin, hingga niat iktikaf masjid ini diharapkan dapat membantu kelancaran ibadah masyarakat sepanjang bulan suci.
Dikutip dari Direktorat KSKK Madrasah Ditjen Pendidikan Islam, Kementerian Agama, berikut doa Ramadhan hari ke-3 Sabtu 21 Februari 2026:
Bacaan doa Ramadhan hari ke 3:
Arab:
Latin:
Allâhummarzuqnî fîhidz dzihna wattanbîh wa bâ'idnî fîhi minas safâhati wattamwîh waj'al lî nashîban min kulli khairin tunzilu fîhi bijûdika yâ ajwadal ajwadîn
Artinya :
Ya Allah, Mohon berikanlah aku rizki akal dan kewaspadaan. dan jauhkanlah aku dari kebodohan dan kesesatan. Anugerahkanlah kepadaku bagian dari segala kebaikan yang ENGKAU turunkan, demi kemurahan-MU, Wahai dzat Yang Maha Dermawan dari semua yang dermawan
Berikut bacaan doa Qunut Subuh versi pendek dan panjang yang dapat dihafalkan.
1. Bacaan Doa Qunut Pendek
Arab
Latin
Allaahummah dinii fii man hadaits, wa ‘aafiinii fii man ‘aafaits, wa tawallanii fii man tawallaits, wa baarik lii fii maa a’thaits, wa qi nii syarra maa qadlaits, fa innaka taqdli wa laa yuqdlaa ‘alaik, wa innahuu laa yadzillu man waalaits, tabaarakta rabbanaa wa ta’aalaits.
Artinya
“Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk, berilah kesejahteraan kepadaku di antara orang-orang yang Engkau beri kesejahteraan, tolonglah aku di antara orang-orang yang Engkau beri pertolongan, berikanlah keberkahan kepadaku atas apa yang Engkau berikan, dan peliharalah aku dari keburukan yang Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkau yang menetapkan dan tidak ada yang menetapkan atas-Mu. Tidak akan hina orang yang Engkau tolong. Maha Suci dan Maha Tinggi Engkau, wahai Tuhan kami.”
2. Bacaan Doa Qunut Panjang
Arab
Latin
Allaahummahdinii fiiman hadaita, wa ‘aafinii fiman ‘aafaita, wa tawallanii fii man tawallaita, wa baarik lii fiimaa a’thaita, wa qinii bi rahmatika syarra maa qadhaita, fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alaika, wa innahu laa yadzillu man waalaita, wa laa ya’izzu man ‘adaita, tabaarakta rabbanaa wa ta’aalaita, fa lakal hamdu ‘alaa maa qadhaita, astaghfiruka wa atuubu ilaika, wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin-nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wasallam.
Artinya
“Ya Allah, berikanlah aku petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan seperti orang-orang yang telah Engkau beri kesehatan. Pimpinlah aku bersama orang-orang yang telah Engkau pimpin. Limpahkanlah keberkahan atas apa yang telah Engkau berikan kepadaku. Peliharalah aku dengan rahmat-Mu dari keburukan yang Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkau yang menetapkan dan tidak ada ketetapan atas-Mu. Tidak akan hina orang yang Engkau lindungi dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Berkah dan Maha Tinggi Engkau. Segala puji bagi-Mu atas apa yang Engkau tetapkan. Aku memohon ampun dan bertobat kepada-Mu. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya.”
Menurut mazhab Syafi’i dan Maliki, membaca doa Qunut saat sholat Subuh hukumnya sunnah.
Dalam kitab Al-Fiqh ‘ala al-Madzahib al-Khamsah karya Muhammad Jawad Mughniyah, disebutkan qunut Subuh termasuk amalan sunnah.
Baca juga: Doa Sapu Jagat di Bulan Ramadhan 1447 H: Rahasia Berkah Dunia dan Akhirat dalam Satu Tarikan Napas
Sementara itu, Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menghukumi bacaan doa Qunut sebagai sunnah muakkad (sunnah yang sangat dianjurkan).
Salah satu hadis yang menjadi dasar kesunahan membaca doa Qunut Subuh diriwayatkan oleh Anas bin Malik:
Artinya: “Diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia berkata, ‘Rasulullah SAW senantiasa membaca qunut ketika shalat Subuh sehingga beliau wafat.’” (HR Ahmad)
(Sripoku.com)