Begini Suasana Ramadan di Kampus Top AS, Sediakan Makanan Gratis untuk Mahasiswa
GH News February 21, 2026 05:09 AM
Jakarta -

Ramadan menjadi bulan yang bermakna bagi seluruh umat Islam di dunia. Termasuk bagi mahasiswa di kampus top Amerika Serikat, Cornell University, yang menyediakan makanan gratis.

Cornell University merupakan kampus terbaik ke-7 di AS menurut QS WUR 2026. Sebagai kampus top, Cornell mendukung para mahasiswa muslim yang menjalani ibadah puasa Ramadan.

Terdapat Diwan Center for Muslim Life, organisasi nirlaba yang didanai oleh alumni untuk mendukung kehidupan mahasiswa muslim di kampus. Pusat kegiatan muslim tersebut berada di gedung lantai tiga Anabel Taylor Hall.

Selama Ramadan, Diwan Center for Muslim Life menjadi pusat berbagai kegiatan yang memperkuat kebersamaan dan spiritualitas.

Sediakan Makanan Gratis untuk Para Mahasiswa

Pada Ramadan 2026, Diwan Center menyediakan makanan buka puasa gratis setiap hari Senin hingga Jumat, serta tambahan pada akhir pekan selama 10 hari terakhir Ramadan. Menunya disiapkan dari restoran halal lokal di Ithaca dan kegiatan ini terbuka untuk siapa pun yang ingin berbuka bersama.

Kampus juga memiliki "Cornell Dining" yang menyediakan "pre-fast meal boxes" untuk sahur. Mahasiswa dapat mengambil kotak makan tersebut di beberapa ruang makan kampus seperti Cook House Dining Room dan Morrison Dining.

"Kotak makanan 'pra-puasa' tersedia untuk diambil pada malam sebelumnya bagi mereka yang ingin makan sebelum matahari terbit, sebelum puasa harian mereka dimulai," demikian pernyataan di situs web Cornell Dining, dilansir dari The Cornell Daily Sun.

"Makanan pra-puasa tersedia di Cook House Dining Room, Okenshields (pada hari kerja), dan Morrison Dining," imbuh pernyataan tersebut.

Sulit Mendapatkan Makanan Halal

Mahasiswa penerima beasiswa sekaligus pengurus Diwan Center, Minaj Fahad, mengatakan persiapan Ramadan tahun ini telah dimulai enam bulan sebelumnya dan melibatkan lebih dari 250 peserta setiap malam.

Namun menurutnya, ada salah satu kendala logistik yang dihadapinya saat merencanakan Ramadan yaitu "kekurangan" makanan halal atau makanan yang disiapkan sesuai dengan metode Islam, di kampus dan di sekitar Ithaca.

"Ada beberapa tempat yang menyediakan makanan halal (di kampus), tetapi sulit untuk mendapatkannya saat musim ujian pendahuluan, misalnya," kata Fahad.

"Hal hebat tentang buka puasa adalah gratis untuk semua orang, dan terbuka bahkan untuk mahasiswa pascasarjana dan mahasiswa doktoral yang tidak memiliki paket makan dan tidak dapat mengakses beberapa ruang makan," tambahnya.

Tarawih, Kebersamaan, dan Tumbuhnya Komunitas Muslim

Selain berbuka, setiap Senin, Rabu, dan Kamis malam diadakan program spiritual yang dipimpin oleh Chaplain Numan Dugmeoglu, membahas topik seputar hubungan manusia dengan Tuhan dan refleksi diri.

"Bantuan yang diberikan oleh Cornell sendiri sangat sedikit, sehingga pelayanan kerohanian sepenuhnya bergantung pada sumbangan alumni. Keberadaan seorang pemimpin agama sangat penting, terutama jika Anda jauh dari rumah karena dia adalah pemimpin spiritual kita dan dia ada di sana untuk membimbing kita," papar Fahad.

Kemudian setiap malam, salat tarawih diadakan di Anabel Taylor Hall dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai fakultas. Biasanya suasana semakin semarak pada 10 malam terakhir Ramadan, saat mahasiswa berkumpul hingga fajar untuk beribadah dan memperingati Lailatul Qadr.

Chaplain Dugmeoglu menjelaskan bahwa suasana Ramadan di kampus tidak sekadar ibadah, tetapi juga tentang membangun kebersamaan.

"Ramadan menjadi waktu di mana kita belajar hidup dalam kebersamaan, saling memahami, dan memperkuat ikatan persaudaraan," ujarnya.

Sementara itu, Ayah El-Hardan, Presiden Muslim Educational and Cultural Association (MECA), menyebutkan bahwa komunitas Muslim di Cornell kini berkembang pesat, dari hanya 20 anggota menjadi lebih dari 200 orang. Ia ingin menjadikan komunitas ini sebagai rumah kedua mahasiswa muslim di Cornell.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.