Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin menegaskan penguatan kepesertaan aktif menjadi agenda mendesak BPJS Kesehatan usai pergantian Direktur Utama.
"BPJS Kesehatan dengan penerima manfaat yang begitu besar, 283 juta peserta. Ini badan penyelenggara jaminan sosial yang sangat raksasa," kata Cak Imin, di Jakarta, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, skala tersebut menuntut kesungguhan, komitmen, serta kolaborasi lintas kementerian dan lembaga. Ia memastikan pekan depan akan digelar rapat bersama Menteri Kesehatan, Menteri Sosial, dan jajaran BPJS Kesehatan untuk memetakan serta menuntaskan berbagai persoalan yang masih tertunda.
"Kepesertaan aktif akan terus kita dorong. Ini membutuhkan kolaborasi sungguh-sungguh," tegasnya.
Cak Imin menyoroti cakupan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang sudah sangat tinggi dan harus dipertahankan. Namun, jumlah peserta nonaktif juga harus ditekan.
"Masyarakat yang tidak aktif menandakan ada yang tidak mampu bayar. Yang tidak mampu, negara harus hadir membantu pembiayaan. Yang mampu bayar, harus kita pastikan membayar sesuai kemampuannya karena yakin dan percaya kepada BPJS Kesehatan," ujarnya.
Ia meminta strategi reaktivasi peserta dilakukan secara lebih terarah dan sistematis.
Hapus Tunggakan Kelompok Rentan
Salah satu agenda terdekat yang disorot Cak Imin adalah penghapusan tunggakan iuran bagi kelompok rentan agar bisa kembali menjadi peserta aktif.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pemerataan layanan. Peserta di desa, menurutnya, harus merasakan manfaat yang sama dengan peserta di kota.
"Pengelolaan operasional harus efisien, disertai pelayanan digital yang lebih berkualitas dan tidak meninggalkan kesenjangan antar daerah," katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pengendalian pembiayaan layanan kesehatan serta pembayaran klaim tepat waktu melalui komitmen bersama lintas kementerian dan lembaga.
"BPJS Kesehatan harus memastikan masyarakat berisiko terlindungi, sehingga mereka punya ruang untuk naik kelas. Inilah bagian dari cita-cita kita bersama," pungkasnya.







