BANGKAPOS.COM - Memasuki bulan suci Ramadan 1447 H / 2026, sesi kuliah tujuh menit (kultum) menjadi momen yang paling dinantikan untuk mempertebal iman.
Baik disampaikan setelah Subuh, menjelang berbuka, maupun jeda salat Tarawih, materi yang singkat namun padat sering kali lebih membekas di hati jemaah.
Berikut adalah kumpulan draf kultum Ramadan singkat dengan tema "Menjaga Lisan" dan "Bersyukur" yang bisa Anda bawakan.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Puji syukur ke hadirat Allah SWT, yang dengan rahmat-Nya kita dipertemukan kembali dengan Ramadan 2026 dalam keadaan sehat walafiat. Selawat serta salam semoga tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.
Sahabat jemaah yang dirahmati Allah, Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Salah satu tantangan terbesar kita adalah menjaga lisan. Lidah yang tidak bertulang ini sering kali lebih tajam dari pedang. Tanpa sadar, pahala puasa kita bisa gugur hanya karena satu ucapan ghibah, fitnah, atau kata-kata kotor.
Rasulullah SAW mengingatkan bahwa banyak orang berpuasa namun hanya mendapatkan lapar dan haus saja. Mengapa? Karena lisannya tidak ikut berpuasa dari kemaksiatan. Menjaga lisan bukan berarti diam seribu bahasa, melainkan memastikan setiap kata yang keluar mengandung manfaat atau lebih baik diam.
Mari kita jadikan Ramadan tahun ini sebagai momentum "detoks lisan". Gunakan lidah kita untuk berzikir dan menebar kedamaian, agar puasa kita mencapai derajat takwa yang sempurna.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Baca juga: 5 Kultum Ramadhan Singkat tentang Sabar Beserta Dalilnya, Singkat dan Padat!
Baca juga: 7 Kultum Ramadhan Singkat 7 Menit Tentang Puasa: Padat dan Jelas!
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Hadirin yang berbahagia, di tengah hiruk-pikuk dunia tahun 2026 ini, sering kali kita lupa menghitung nikmat karena terlalu sibuk menghitung beban.
Padahal, napas yang kita hirup saat ini adalah hadiah gratis dari Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam Surat Ibrahim ayat 7:
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."
Bersyukur adalah kunci ketenangan hati.
Di bulan Ramadan ini, mari kita syukuri kesempatan beribadah yang belum tentu didapatkan orang lain. Syukur tidak hanya di lisan dengan ucapan Alhamdulillah, tapi juga dengan perbuatan—yakni menggunakan nikmat sehat dan harta kita untuk membantu sesama yang membutuhkan.
Semoga dengan bersyukur, Allah memberkahi sisa usia kita dan menjadikan kita hamba-Nya yang beruntung dunia akhirat.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Pertama-tama mari kita panjatkan rasa syukur kita kepada Allah SWT atas segala hal yang kita terima saat ini dan di tempat ini.
Hanya karena-Nya kita bisa bersama-sama mendengarkan kultum hari ini dengan keadaan sehat wal afiat.
Nikmat Allah SWT telah diberikan kepada kita secara berlimpah. Bahkan tanpa kita minta, Allah dengan kemurahan hatinya selalu menganugerahkan kebaikan bagi kita semua.
Terkadang, terlalu terlenanya kita terhadap duniawi membuat kita lupa bersyukur kepada Allah SWT.
Kita sebagai umat-Nya harus selalu bersyukur atas segala hal yang telah kita terima hingga saat ini. Sebagaimana firman Allah dalam Alquran:
"Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. An Nahl:18).
Allah SWT mencintai hamba-Nya yang bersyukur. Ketika kita bersyukur, kita menyadari bahwa segala yang kita miliki berasal dari Allah SWT semata.
Sekian kultum singkat tentang bersyukur,
Wassalamualaikum Wr. Wb.
(Sonora/ Tribunnews/ Bangkapos.com)