TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Peluang Semen Padang FC untuk segera keluar dari jeratan zona degradasi kini terbuka lebar setelah melakoni laga dramatis kontra Malut United, Jumat (20/2/2026).
Tambahan satu poin di Stadion Haji Agus Salim membuat koleksi poin tim kebanggaan Urang Awak ini menyentuh angka 16 di peringkat ke-16 klasemen sementara.
Posisi Semen Padang FC saat ini memberikan harapan besar bagi para pendukungnya karena hanya tertinggal satu poin saja dari PSBS Biak yang menempati peringkat 15 atau batas aman zona degradasi.
Selisih tipis ini membuat persaingan di papan bawah semakin memanas, di mana satu kemenangan saja bisa langsung mengubah peta klasemen secara signifikan bagi tim asuhan Kabau Sirah.
Meski demikian, perjuangan untuk benar-benar lepas dari zona degradasi terbilang berat karena adanya perbedaan jumlah pertandingan yang cukup krusial.
Baca juga: Harga Kebutuhan Pokok Solok Selatan Pekan Ketiga Februari, Ayam Tembus Rp49.600, Bawang Putih Turun
Semen Padang FC tercatat sudah memainkan 22 pertandingan, sementara sang rival terdekat, PSBS Biak, baru melakoni 21 laga atau masih menyimpan satu hutang pertandingan musim ini.
Kondisi tersebut memaksa Kabau Sirah tidak hanya harus fokus menyapu bersih poin di laga sisa, tetapi juga bergantung pada hasil buruk yang mungkin diterima tim pesaing.
Jika PSBS Biak gagal memanfaatkan laga simpanannya dan tergelincir di pekan depan, maka jalan terjal Semen Padang FC untuk naik ke peringkat aman bakal terbuka sangat lebar.
Kebangkitan Semen Padang FC untuk lepas dari zona degradasi terlihat jelas melalui perubahan strategi pada babak kedua saat menjamu Malut United.
Pelatih melakukan langkah berani dengan menarik Firman, Ravy Tsouka, dan Ripal untuk memasukkan Maicon, Kazaki, serta Rian demi menambah daya gedor di lini depan.
Baca juga: Pemkab Solok Selatan Kunjungi 34 Masjid di Safari Ramadhan 2026, Kucurkan Hibah Rp 840 Juta
Semen Padang FC menunjukkan semangat juang tinggi pada babak kedua saat menjamu Malut United pada lanjutan pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026, Jumat (20/2/2026).
Sempat tertinggal, Kabau Sirah akhirnya mampu memaksakan hasil imbang 2-2 dalam laga yang berlangsung sengit hingga menit akhir.
Memasuki babak kedua, Semen Padang langsung melakukan sejumlah pergantian pemain untuk meningkatkan daya gedor.
Firman ditarik keluar dan digantikan Maicon. Ravy Tsouka digantikan Kazaki, sementara Ripal keluar dan Rian masuk menambah energi baru di lapangan.
Peluang emas langsung didapatkan tuan rumah pada menit ke-49. Maicon yang berhasil lepas dari penjagaan pemain Malut United menusuk dari sisi serangan.
Baca juga: Setahun Pimpin Padang, Fadly Amran-Maigus Nasir Komitmen Wujudkan Kota Sehat dan Smart City
Alih-alih menuntaskan peluang dengan tembakan langsung, ia memilih mengirim umpan silang. Namun, tak ada satu pun pemain Semen Padang yang mampu menyambut bola tersebut.
Tiga menit berselang, Malut United memperoleh kesempatan menambah keunggulan. Mereka mendapatkan tendangan bebas di dalam kotak penalti setelah Rendy Oscario melakukan kesalahan dengan menyentuh bola menggunakan tangan usai menerima umpan ke belakang dari rekannya.
Beruntung bagi Semen Padang, eksekusi tendangan bebas itu hanya membentur pagar hidup sehingga skor tetap bertahan.
Pada menit ke-65, Malut kembali mengancam. Melalui skema tendangan bebas, sepakan salah seorang pemainnya nyaris menambah gol, namun bola hanya membentur mistar gawang.
Ancaman kembali datang pada menit ke-68. Kesalahan lini belakang Semen Padang dimanfaatkan David Da Silva yang berhadapan satu lawan satu dengan Rendy Oscario.
Namun, kiper Semen Padang itu tampil sigap dan berhasil mencuri bola dari kaki David sebelum peluang berubah menjadi gol.
Semen Padang terus berupaya meningkatkan intensitas serangan. Pada menit ke-74, Irsyad Maulana masuk menggantikan Kasim Botan.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Sumbar Hari Ini 21 Februari 2026: Padang Berawan, Padang Panjang Hujan Ringan
Di sisi lain, Malut United juga melakukan penyegaran di lini pertahanan dengan menarik keluar Taufik Rustam dan memasukkan Abduh Lestaluhu.
Menit ke-83, Maicon kembali menjadi ancaman melalui skema serangan balik. Ia menggiring bola sendirian dan mencoba menyelesaikan peluang tersebut, namun tendangannya masih melebar ke sisi kanan gawang.
Kerja keras Semen Padang akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-87. Berawal dari skema tendangan bebas di sisi kiri yang menghasilkan bola liar di kotak penalti, Kianz Froese yang berdiri bebas sukses memanfaatkan situasi tersebut. Gol itu memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 dan membakar semangat tuan rumah.
Memasuki awal injury time babak kedua, Stadion Haji Agus Salim bergemuruh. Umpan silang dari sisi kanan sempat terlalu tinggi dan mengarah ke sisi kiri lapangan.
Namun di sana sudah menunggu Maicon yang langsung melepaskan tendangan voli keras ke sudut sempit kanan gawang Malut United. Bola melesat deras dan mengubah skor menjadi 2-2.
Baca juga: Truk Mitsubishi Rebah Kuda di Panyalaian Tanah Datar, Sopir Hilang Kendali dari Arah Bukittinggi
Gol tersebut sempat ditinjau melalui VAR, namun setelah pengecekan, wasit mengesahkannya. Kedua tim masih saling melancarkan serangan di sisa waktu pertandingan, namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 2-2.
Hasil ini membuat Semen Padang FC menunjukkan mental pantang menyerah setelah mampu bangkit dan mengamankan satu poin di kandang sendiri.(*)