Pemkot Denpasar Bali Akan Lakukan Revitalisasi Pusat Kota, Siapkan Anggaran Rp137 Miliar
Putu Dewi Adi Damayanthi February 21, 2026 12:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Di tahun 2026, Pemkot Denpasar akan melakukan penataan infrastruktur di kawasan pusat kota.

Lewat program revitalisasi, kegiatan ini akan menyasar empat ruas strategis, yakni Jalan Hasanuddin, Thamrin, Gajah Mada, dan Sulawesi.

Untuk pelaksanaannya, proyek ini digelontor anggaran sebesar Rp137 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Bagus Airawata, mengatakan, penataan tidak hanya sebatas perbaikan jalan, tetapi dilakukan secara terintegrasi.

Baca juga: Meriahkan Imlek dan Festival Cahaya Lampion, Lampion Hiasi Jalan Gajah Mada Denpasar Bali

"Bukan sekadar tambal sulam jalan, tetapi pembenahan menyeluruh mulai dari sistem drainase, pedestrian, pencahayaan, hingga penataan fasad pertokoan agar kawasan pusat kota lebih tertata dan representatif," kata Airawata.

Ia menyebut, Jalan Gajah Mada menjadi titik sentral revitalisasi karena memiliki nilai historis sebagai kawasan heritage Kota Denpasar.

Konsep penataan diarahkan untuk memperkuat karakter kawasan lama tanpa menghilangkan identitas arsitektur yang telah ada.

"Kami ingin menjaga identitas kawasan heritage, sehingga penataan fasad dilakukan dengan pendekatan yang menyesuaikan karakter bangunan eksisting, bukan mengubah total," katanya.

Selain aspek estetika, penataan pencahayaan juga dirancang untuk menghadirkan suasana kawasan yang lebih hidup, aman, dan nyaman bagi pejalan kaki maupun wisatawan.

Konsep serupa turut diterapkan di Jalan Sulawesi yang dikenal sebagai koridor perdagangan tradisional yang terintegrasi dengan kawasan Gajah Mada.

Sementara itu, di Jalan Hasanuddin dan Thamrin, difokuskan pada peningkatan kualitas badan jalan serta sistem drainase.

Hal ini untuk mengantisipasi genangan saat musim hujan.

Penataan trotoar juga menjadi prioritas agar lebih ramah bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas.

"Dengan revitalisasi ini, kami berharap pusat kota Denpasar menjadi ruang publik yang lebih nyaman, inklusif, sekaligus mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat," ujarnya.

Hal ini menurutnya akan memperkuat wajah kawasan heritage sekaligus meningkatkan kualitas ruang publik perkotaan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.