Catatan Sekda Kaltim soal Program Gratispol dan Jospol Selama Setahun Pemerintahan Rudy-Seno
Budi Susilo February 21, 2026 01:07 PM

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Genap satu tahun sudah Kalimantan Timur dinakhodai oleh pasangan Gubernur Rudy Mas'ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.

Terhitung sejak resmi dilantik pada 20 Februari 2025 lalu, realisasi janji politik yang dikemas dalam program Gratispol dan Jospol kini mulai memasuki tahap evaluasi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, memberikan catatan terkait dinamika pelaksanaan program-program tersebut di lapangan. 

Menurutnya, beberapa poin utama seperti bantuan pendidikan untuk mahasiswa semester awal dan layanan Wi-Fi gratis untuk desa terus dikejar agar memenuhi target yang ditetapkan.

Baca juga: Gratispol Tuai Kritik, Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani Desak Evaluasi Serius

"Ya, satu tahun kepemimpinan Pak Rudi-Seno, program Gratispol dan Jospol sudah berjalan," ujarnya, Sabtu (21/2/2026).

Dia bilang, selain pendidikan dan akses internet, program lain yang juga telah berjalan meliputi perjalanan religi, pemberian seragam gratis bagi siswa baru, hingga penguatan layanan kesehatan. 

Namun, Sri Wahyuni mengakui masih ada tantangan dalam penyaluran program tersebut, terutama mengenai pemahaman publik terhadap alur birokrasi yang ada.

"Jadi yang menjadi evaluasi kita adalah bagaimana kemudian masyarakat memahami prosesnya," ungkapnya.

Baca juga: Hari Ini Pendaftaran Beasiswa Gratispol Kaltim 2026 Ditutup, Cek Syarat untuk Mahasiswa

Sekdaprov Sri Wahyuni juga menekankan bahwa setiap janji politik yang masuk ke birokrasi harus menyesuaikan tata kelola pemerintahan. 

Sebab, kata dia, penggunaan dana APBD menuntut mekanisme dan administrasi yang ketat agar pertanggungjawabannya jelas.

Sehingga tidak bisa dilakukan secara instan.

Selain itu, secara khusus dia memberikan perhatian pada program Gratispol bidang pendidikan yang sempat menjadi pusat pembicaraan publik. 

Guna menghindari informasi yang bias atau keliru, ia menyarankan agar masyarakat aktif mengakses kanal informasi resmi yang telah disediakan oleh pemerintah. 

Langkah ini penting agar publik memahami prosedur yang ada, sehingga implementasi program unggulan di tahun kedua masa jabatan Rudy-Seno ini bisa berjalan lebih matang dan dipahami secara utuh oleh seluruh lapisan masyarakat Benua Etam.

"Mudah-mudahan setelah berjalan program Gratispol-Jospol, tahun kedua ini masyarakat semakin mengenali programnya," pungkasnya. (*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.