TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Otoritas kesehatan Australia Barat (Western Australia/WA) mengeluarkan peringatan campak setelah seorang penumpang penerbangan dari Jakarta ke Perth terkonfirmasi positif penyakit tersebut.
Kasus ini menjadi bagian dari dua infeksi campak yang teridentifikasi di WA sepanjang 2026.
Akibatnya, otoritas setempat melakukan penelusuran paparan di sejumlah lokasi umum, termasuk bandara, restoran, dan tempat ibadah di Perth.
Peringatan ini diperbarui pada 12 Februari 2026 dan dikeluarkan oleh Direktur Direktorat Pengendalian Penyakit Menular WA, Dr. Paul Armstrong.
Dalam peringatan yang dirilis di website resmi Wa dilaporkan bahwa satu kasus campak terdeteksi pada penumpang penerbangan: Batik Air ID6080.
Rute: Jakarta – Perth pada Sabtu, 7 Februari 2026, pukul 18.55 – 00.40 setempat.
Penumpang tersebut tiba di Terminal 1 Bandara Perth pada Minggu dini hari (8 Februari 2026).
Otoritas kesehatan WA merilis sejumlah lokasi yang dikunjungi pasien saat dalam masa menular:
Pertama, Terminal 1 Bandara Perth pada 8 Februari 2026 pukul 00.40 – 01.30.
Kedua, Oikos Church pada 8 Februari 2026 pukul 11.30 – 14.15.
Ketiga, Chopsticks Viet pada 8 Februari 2026 pukul 17.30 – 19.00.
Masyarakat yang berada di lokasi tersebut pada tanggal dan waktu yang disebutkan diminta untuk memantau gejala selama 7 hingga 18 hari setelah kunjungan.
Baca juga: Campak Bisa Picu Pneumonia hingga Radang Otak, Imunisasi Kunci Utama Lindungi Anak
Masih dalam peringatan yang sama, otoritas menyebutkan gejala yang patut diwaspadai saat seseorang terinfeksi campak.
Campak biasanya berkembang sekitar 10 hari setelah paparan, namun dapat muncul dalam rentang 7–18 hari.
Gejalanya meliputi demam, kelelahan, pilek, batuk, mata merah dan perih, hingga ruam merah berbintik-bintik (muncul 3–4 hari setelah gejala awal, dimulai dari wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh, berlangsung 4–7 hari).
Campak sangat menular dan dapat menyebar melalui udara.
Virus dapat tetap berada di ruangan hingga 30 menit setelah orang terinfeksi meninggalkannya.
Pihak WA menyebutkan bahwa, jika mengalami gejala campak maka kenakan masker, isolasi diri, hubungi fasilitas kesehatan sebelum datang serta ikuti instruksi petugas medis.
Warga yang membutuhkan saran medis di luar jam kerja dapat menghubungi healthdirect di 1800 022 222.