SURYA.CO.ID, MADIUN - Nasib tragis menimpa dua petani di Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur (Jatim). Berniat memperbaiki kabel pompa air yang rusak terkena mesin bajak, nyawa mereka justru melayang akibat tersengat listrik, Sabtu (21/2/2026).
Dua korban meninggal dunia di lokasi kejadian adalah Yoni Asmoro (45) dan Puji Utomo (47). Keduanya merupakan warga setempat yang saat itu sedang menggarap lahan persawahan.
Kapolsek Kebonsari, AKP Heru Santoso, menjelaskan bahwa insiden bermula saat kedua korban sedang membajak sawah menggunakan mesin traktor.
Menurut AKP Heru, petaka terjadi karena ketidaksengajaan saat proses pembajakan lahan.
“Mesin pembajak mengenai sambungan kabel listrik. Namun saat proses perbaikan, ternyata kabel tersebut masih teraliri listrik dan menyengat keduanya,” jelas AKP Heru.
Menerima laporan warga, Tim Inafis Polres Madiun bersama personel Polsek Kebonsari dan tenaga medis Puskesmas segera melakukan olah TKP. Petugas memastikan kedua korban meninggal murni akibat sengatan listrik (elektrokusi).
Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah pun langsung diserahkan untuk dimakamkan.
Kasus tersengat listrik di area persawahan Madiun bukan kali ini saja terjadi. Wilayah Madiun dan sekitarnya memang dikenal sebagai lumbung padi yang masif menggunakan teknologi pertanian berbasis listrik, mulai dari jebakan tikus hingga pompa air submersible (sibble).
Mengutip data lapangan dan riset terkait keselamatan pertanian di Kecamatan Kebonsari, penggunaan pompa air listrik memang sangat membantu petani. Namun, risiko kebocoran arus (leakage current) sangat tinggi, terutama jika instalasi kabel tidak standar atau terkelupas.
Kondisi tanah sawah yang basah dan berlumpur menjadi konduktor yang sangat kuat, sehingga kebocoran arus sekecil apapun bisa berakibat fatal jika petani tidak melengkapi instalasi dengan pengaman anti-kontak.
Belajar dari insiden ini, kepolisian dan ahli kelistrikan memberikan tips penting bagi petani: